Water N Fire

Water N Fire
95


__ADS_3

" Keren .. nggak nyangka gue kalau elo bisa gebukin pria pria br*ngsek itu !! "


" Nggak usah lebay ! Gue aja biasa saja liat elo bisa gebukin mereka " sahut Vania sambil memakan dengan lahap makan sorenya , mereka harus telat makan siang gara gara pertarungan dengan para pria pengganggu yang ada di pantai tadi .


Untung saja peristiwa itu tidak berbuntut panjang karena banyak saksi yang ada disana . Yang memberi kesaksian bahwa para pria pengganggu itu yang bersalah , dan mereka hanya membela diri .


" Pelan pelan makannya ... gue nggak bakal minta punya elo !! " kata Jero yang melihat Vania sangat lahap dengan sajian di piringnya .


" Enak banget sumpah !! Baru kali ini gue rasain yang kayak begini ... "


" ltu makanan khas daerah sini , yang sedang elo makan itu namanya nasi Jinggo sama bebek bengil ... nah yang udah elo sikat habis tadi namanya sate lilit ! Kalau masih laper gue pesenin lagi "


" Tapi elo yang traktir ya .... gue kan tamu "


" lyaaaa ... Badan kecil tapi makan kayak raksasa , itu lemak pada kemana sih !? " ujar Jero heran walaupun banyak makan tapi tubuh gadis didepannya terlalu sempurna untuknya .


Vania hanya tertawa mendengar ' pujian ' yang ditujukan padanya . Jika dirumah ia selalu rajin sparing partner di atas ring dengan pelatihnya . Gadis itu sangat suka olah badan , semua jenis bela diri ia pelajari dan beruntungnya sang kakek amat sangat mendukungnya .

__ADS_1


" Kalau ini es apa namanya ?? Kayak pelangi warna warni .... seger banget !! "


" Es Kuwut .... "


" Ooooo es Kuwait , hebat ya ... Nggak ada es Singapur atau es Australia ?? Yang agak deket gituuhhh "


" Dasar b*deg !! Kuwut ... bukan Kuwait !!! "


Mereka berdua tertawa bersama tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang menatap mereka dengan intens .


" Hey boy ... "


" Lhohh Uncle Oliver !! Kok disini ?? Kemarin aku ke Lombok dan kata Aunty Asti Uncle masih ada di Dubay ... "


Pria berwajah bule itu adalah Oliver , seorang pialang handal sekaligus mantan agen rahasia yang merupakan menantu dari John Effendy . Pria itu sering pergi ke luar negeri sehubungan dengan pekerjaannya , dan pesawat pribadinya yang kemarin dipinjam Jasmine untuk mengantar Vania ke Bali . Karena jika menggunakan salah satu pesawat Adipraja maka Gema akan mudah melacaknya .


" Sudah dari kemarin sebenarnya . Kau tidak ada acara kan ?? Boleh Uncle minta tolong !? Temani Uncle ke Nusa Corp sebentar bertemu Daddy John .... " ujar Oliver menepuk pelan bahu keponakannya .

__ADS_1


" Tapi .... " sahut Jero melihat ke arah Vania , dia sudah berjanji untuk menemani gadis itu seharian ini .


" Ada supir Uncle di depan yang akan mengantar gadis cantik ini berkeliling Bali . Hai cantik , suatu kehormatan bisa bertemu dengan gadis hebat sepertimu Nona Revania Alvaro . Aku pengagum rahasiamu Nona !! Aku juga mengagumi kakekmu , Gregorius Alvaro . Dia pengusaha hebat "


" Satu kehormatan juga aku bisa bertemu dengan mantan agen hebat seperti anda Tuan Oliver " sahut Vania menjabat tangan Oliver dan salam takzim pada pria bule itu .


" Hei kau baru sekali bertemu Uncle Oliver, dari mana kau tahu jika dia mantan agen rahasia ?? "


" Kamu naannnyyyakkk !!! " sahut Vania yang langsung menjerit karena Jero memitingnya , pria muda itu gemas mendengar jawaban menyebalkan dari Vania .


" Ya sudah , mobil Uncle ada di depan ! Ada supir yang sudah sangat mengenal daerah sini , dia bisa memandumu dengan sangat baik kurasa .... Come on boy sebelum Daddy John menunggu kita terlalu lama "


" Ok Uncle ... terima kasih "


Vania akhirnya keluar restoran setelah dua pria tampan beda generasi itu sudah pergi . Matanya terpaku pada seorang pria yang duduk di atas kap mobil . Pria itu sedang menatapnya tajam ...


" Ckk ... menyebalkan !! " gumamnya ketika melihat pria itu turun dan datang menghampirinya .

__ADS_1


__ADS_2