
" Keren .. nggak nyangka gue kalau elo bisa gebukin pria pria br*ngsek itu !! "
" Nggak usah lebay ! Gue aja biasa saja liat elo bisa gebukin mereka " sahut Vania sambil memakan dengan lahap makan sorenya , mereka harus telat makan siang gara gara pertarungan dengan para pria pengganggu yang ada di pantai tadi .
Untung saja peristiwa itu tidak berbuntut panjang karena banyak saksi yang ada disana . Yang memberi kesaksian bahwa para pria pengganggu itu yang bersalah , dan mereka hanya membela diri .
" Pelan pelan makannya ... gue nggak bakal minta punya elo !! " kata Jero yang melihat Vania sangat lahap dengan sajian di piringnya .
" Enak banget sumpah !! Baru kali ini gue rasain yang kayak begini ... "
" ltu makanan khas daerah sini , yang sedang elo makan itu namanya nasi Jinggo sama bebek bengil ... nah yang udah elo sikat habis tadi namanya sate lilit ! Kalau masih laper gue pesenin lagi "
" Tapi elo yang traktir ya .... gue kan tamu "
" lyaaaa ... Badan kecil tapi makan kayak raksasa , itu lemak pada kemana sih !? " ujar Jero heran walaupun banyak makan tapi tubuh gadis didepannya terlalu sempurna untuknya .
Vania hanya tertawa mendengar ' pujian ' yang ditujukan padanya . Jika dirumah ia selalu rajin sparing partner di atas ring dengan pelatihnya . Gadis itu sangat suka olah badan , semua jenis bela diri ia pelajari dan beruntungnya sang kakek amat sangat mendukungnya .
__ADS_1
" Kalau ini es apa namanya ?? Kayak pelangi warna warni .... seger banget !! "
" Es Kuwut .... "
" Ooooo es Kuwait , hebat ya ... Nggak ada es Singapur atau es Australia ?? Yang agak deket gituuhhh "
" Dasar b*deg !! Kuwut ... bukan Kuwait !!! "
Mereka berdua tertawa bersama tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang menatap mereka dengan intens .
" Hey boy ... "
" Lhohh Uncle Oliver !! Kok disini ?? Kemarin aku ke Lombok dan kata Aunty Asti Uncle masih ada di Dubay ... "
Pria berwajah bule itu adalah Oliver , seorang pialang handal sekaligus mantan agen rahasia yang merupakan menantu dari John Effendy . Pria itu sering pergi ke luar negeri sehubungan dengan pekerjaannya , dan pesawat pribadinya yang kemarin dipinjam Jasmine untuk mengantar Vania ke Bali . Karena jika menggunakan salah satu pesawat Adipraja maka Gema akan mudah melacaknya .
" Sudah dari kemarin sebenarnya . Kau tidak ada acara kan ?? Boleh Uncle minta tolong !? Temani Uncle ke Nusa Corp sebentar bertemu Daddy John .... " ujar Oliver menepuk pelan bahu keponakannya .
__ADS_1
" Tapi .... " sahut Jero melihat ke arah Vania , dia sudah berjanji untuk menemani gadis itu seharian ini .
" Ada supir Uncle di depan yang akan mengantar gadis cantik ini berkeliling Bali . Hai cantik , suatu kehormatan bisa bertemu dengan gadis hebat sepertimu Nona Revania Alvaro . Aku pengagum rahasiamu Nona !! Aku juga mengagumi kakekmu , Gregorius Alvaro . Dia pengusaha hebat "
" Satu kehormatan juga aku bisa bertemu dengan mantan agen hebat seperti anda Tuan Oliver " sahut Vania menjabat tangan Oliver dan salam takzim pada pria bule itu .
" Hei kau baru sekali bertemu Uncle Oliver, dari mana kau tahu jika dia mantan agen rahasia ?? "
" Kamu naannnyyyakkk !!! " sahut Vania yang langsung menjerit karena Jero memitingnya , pria muda itu gemas mendengar jawaban menyebalkan dari Vania .
" Ya sudah , mobil Uncle ada di depan ! Ada supir yang sudah sangat mengenal daerah sini , dia bisa memandumu dengan sangat baik kurasa .... Come on boy sebelum Daddy John menunggu kita terlalu lama "
" Ok Uncle ... terima kasih "
Vania akhirnya keluar restoran setelah dua pria tampan beda generasi itu sudah pergi . Matanya terpaku pada seorang pria yang duduk di atas kap mobil . Pria itu sedang menatapnya tajam ...
" Ckk ... menyebalkan !! " gumamnya ketika melihat pria itu turun dan datang menghampirinya .
__ADS_1