Water N Fire

Water N Fire
99


__ADS_3

Adam tersenyum penuh arti ketika gadis belia di depannya dengan berani membalas tatapannya tanpa rasa takut sedikitpun , bahkan terkesan sangat santai .


" Apa Uncle boleh bertanya padamu Vania ... maksudku Poison Lily ?? "


Di luar sana nama Poison Lily dikenal sebagai ketua gangster kejam sekaligus kaya raya dari negara Vania tinggal . Gangster Dark Shadow di ketahui mempunyai berbagai jaringan bisnis bersih yang menghidupi ratusan ribu karyawan .


Georgeus Alvaro dulu yang memimpin perkumpulan itu tapi karena usianya dia ingin memberikan tampu kekuasaan Dark Shadow pada putranya . Sayangnya Dennis Alvaro memilih tinggal di lndonesia untuk hidup damai dan mendirikan bisnis sendiri .


Dan ketika cucu keduanya lahir perlahan pria itu mengajari Vania untuk menjadi seorang pemimpin . Dari usia dini semua sudah mulai di ajarkan pada gadis kecil itu . Dari olah badan , olah senjata ataupun watak kepemimpinan sejati .


" Jika aku bisa menjawabnya pasti akan aku jawab Uncle ... "


Adam mengeluarkan beberapa berkas dan di letakkan di depan Vania , dan tanpa melihatnya Vania sepertinya sudah tahu apa isi di dalamnya .


" Jelaskan pada Uncle ... "

__ADS_1


" Orang orang itu adalah penyuplai dana untuk salah satu musuh terbesar Dark Shadow , mereka ingin menumbangkan kekuasaan Grandpa dengan menjegal beberapa Mega proyek yang kami punya termasuk kerjasama dengan Adipraja . Aku hanya membersihkan debu .. tidak salah kan ?! " jelas Vania panjang lebar .


" Uncle tahu maksudmu , tapi perbuatanmu bisa menyeret dan melibatkan nama kami . Bukan Uncle takut tapi dari awal kami Adipraja sudah meninggalkan dunia kelam itu , kami ingin bisnis yang tenang . Kau bisa menyingkirkan mereka tanpa harus melibatkan nyawa bukan ?? Kurasa kau tahu maksudku karena kau adalah pengusaha muda yang hebat . Tidak semua harus di selesaikan dengan cara yang kau lakukan "


" Aku tahu apa yang aku lakukan Uncle , aku tak sembarangan menyingkirkan orang . Jika aku terlalu lemah maka mereka akan bisa menimbulkan masalah yang semakin besar . Uncle pasti pernah berada dalam posisi seperti aku ... jadi jangan hakimi aku !! Karena aku tahu apa yang aku lakukan . Kurasa tidak ada yang harus kita bahas lagi Uncle , Vania permisi "


Tapi langkah gadis itu terhenti ketika mendengar suara Adam .


" Tak ada yang menghakimi dirimu Nona ... tapi keberadaan dirimu mungkin akan menjadi ancaman untuk keluargaku . ldentitasmu memang masih tertutup rapat sampai saat ini , tapi bagaimana jika suatu saat nanti seseorang bisa membukanya ?? Kau pernah berpikir dengan keselamatan orang orang yang kau sayangi ?? "


" Jika aku ajukan pertanyaan yang sama saat dulu Uncle berada di duniaku , apa jawabannya ?? "


" Ya ... sama jawabannya denganmu Uncle . Aku akan lindungi mereka dengan segenap nyawaku "


Setelah berkata seperti itu Vania segera keluar dari ruang kerja milik Adam . Saat sudah berada di luar dia berhenti sejenak dan memejamkan matanya . Berkali kali ia terlihat menghela nafas seakan membuang sesuatu yang mengganggu hatinya .

__ADS_1


" Sayang sudah selesai bicaranya ?? Jangan tersinggung jika suami Aunty bicara dengan nada sumbang karena dia memang tak bisa bicara dengan merdu " kata Diva sambil meraih tangan Vania , dia khawatir suaminya membuat Diva ketakutan karena Adam bukan tipe pria yang ramah kecuali pada anak dan istrinya .


" Uncle Adam hanya bertanya tentang Grandpa ... dan sedikit tentang perusahaan "


" Hissshh dasar !! Mana Vania tahu tentang perusahaan , lulus sekolah saja baru kemarin !! " gerutu Diva .


" Masih ingin jalan jalan ke pantai ?? "


Suara Gema membuat kedua wanita itu menoleh hampir bersamaan .


" Tentu saja ... " sahut Vania dengan senyumnya .


Setelah pamit pada Diva mereka segera berangkat menuju pantai . Sepanjang perjalanan Gema terlihat diam .


" Kenapa diam ?? Jika ada yang ingin Om tanyakan maka tanyakan saja .... "

__ADS_1


Gema menepikan dan memberhentikan mobilnya ke pinggir jalan yang kebetulan tidak terlalu ramai .


" Siapa kau ???!!!! "


__ADS_2