
Adam tersenyum penuh arti ketika gadis belia di depannya dengan berani membalas tatapannya tanpa rasa takut sedikitpun , bahkan terkesan sangat santai .
" Apa Uncle boleh bertanya padamu Vania ... maksudku Poison Lily ?? "
Di luar sana nama Poison Lily dikenal sebagai ketua gangster kejam sekaligus kaya raya dari negara Vania tinggal . Gangster Dark Shadow di ketahui mempunyai berbagai jaringan bisnis bersih yang menghidupi ratusan ribu karyawan .
Georgeus Alvaro dulu yang memimpin perkumpulan itu tapi karena usianya dia ingin memberikan tampu kekuasaan Dark Shadow pada putranya . Sayangnya Dennis Alvaro memilih tinggal di lndonesia untuk hidup damai dan mendirikan bisnis sendiri .
Dan ketika cucu keduanya lahir perlahan pria itu mengajari Vania untuk menjadi seorang pemimpin . Dari usia dini semua sudah mulai di ajarkan pada gadis kecil itu . Dari olah badan , olah senjata ataupun watak kepemimpinan sejati .
" Jika aku bisa menjawabnya pasti akan aku jawab Uncle ... "
Adam mengeluarkan beberapa berkas dan di letakkan di depan Vania , dan tanpa melihatnya Vania sepertinya sudah tahu apa isi di dalamnya .
" Jelaskan pada Uncle ... "
__ADS_1
" Orang orang itu adalah penyuplai dana untuk salah satu musuh terbesar Dark Shadow , mereka ingin menumbangkan kekuasaan Grandpa dengan menjegal beberapa Mega proyek yang kami punya termasuk kerjasama dengan Adipraja . Aku hanya membersihkan debu .. tidak salah kan ?! " jelas Vania panjang lebar .
" Uncle tahu maksudmu , tapi perbuatanmu bisa menyeret dan melibatkan nama kami . Bukan Uncle takut tapi dari awal kami Adipraja sudah meninggalkan dunia kelam itu , kami ingin bisnis yang tenang . Kau bisa menyingkirkan mereka tanpa harus melibatkan nyawa bukan ?? Kurasa kau tahu maksudku karena kau adalah pengusaha muda yang hebat . Tidak semua harus di selesaikan dengan cara yang kau lakukan "
" Aku tahu apa yang aku lakukan Uncle , aku tak sembarangan menyingkirkan orang . Jika aku terlalu lemah maka mereka akan bisa menimbulkan masalah yang semakin besar . Uncle pasti pernah berada dalam posisi seperti aku ... jadi jangan hakimi aku !! Karena aku tahu apa yang aku lakukan . Kurasa tidak ada yang harus kita bahas lagi Uncle , Vania permisi "
Tapi langkah gadis itu terhenti ketika mendengar suara Adam .
" Tak ada yang menghakimi dirimu Nona ... tapi keberadaan dirimu mungkin akan menjadi ancaman untuk keluargaku . ldentitasmu memang masih tertutup rapat sampai saat ini , tapi bagaimana jika suatu saat nanti seseorang bisa membukanya ?? Kau pernah berpikir dengan keselamatan orang orang yang kau sayangi ?? "
" Jika aku ajukan pertanyaan yang sama saat dulu Uncle berada di duniaku , apa jawabannya ?? "
" Ya ... sama jawabannya denganmu Uncle . Aku akan lindungi mereka dengan segenap nyawaku "
Setelah berkata seperti itu Vania segera keluar dari ruang kerja milik Adam . Saat sudah berada di luar dia berhenti sejenak dan memejamkan matanya . Berkali kali ia terlihat menghela nafas seakan membuang sesuatu yang mengganggu hatinya .
__ADS_1
" Sayang sudah selesai bicaranya ?? Jangan tersinggung jika suami Aunty bicara dengan nada sumbang karena dia memang tak bisa bicara dengan merdu " kata Diva sambil meraih tangan Vania , dia khawatir suaminya membuat Diva ketakutan karena Adam bukan tipe pria yang ramah kecuali pada anak dan istrinya .
" Uncle Adam hanya bertanya tentang Grandpa ... dan sedikit tentang perusahaan "
" Hissshh dasar !! Mana Vania tahu tentang perusahaan , lulus sekolah saja baru kemarin !! " gerutu Diva .
" Masih ingin jalan jalan ke pantai ?? "
Suara Gema membuat kedua wanita itu menoleh hampir bersamaan .
" Tentu saja ... " sahut Vania dengan senyumnya .
Setelah pamit pada Diva mereka segera berangkat menuju pantai . Sepanjang perjalanan Gema terlihat diam .
" Kenapa diam ?? Jika ada yang ingin Om tanyakan maka tanyakan saja .... "
__ADS_1
Gema menepikan dan memberhentikan mobilnya ke pinggir jalan yang kebetulan tidak terlalu ramai .
" Siapa kau ???!!!! "