Water N Fire

Water N Fire
172


__ADS_3

" Beneran mau nikah Kak ?? " tanya Langit sambil terkekeh .


" Nih kalau Steve ada di sini juga pasti dia nggak bakal percaya . Kulkas lima pintunya Adipraja seminggu lagi merid " Janu ikut menimpali kata kata adiknya sambil terkekeh .


Malam ini Janu dan Langit datang ke apartemen Gema , selain sudah lama tidak berkunjung mereka juga ingin bicara dengan sulung mereka .


" Mentang mentang udah pada duluan nikah mau bully Kakak ya !! Steve masih di Paris !?."


" Masih Kak , tadi dia mengabari mungkin dua atau tiga hati lagi boleh pulang . Jadi kita bisa datang sama sama ke pernikahan Kakak . Tapi casanova tengil itu kemungkinan besar masih akan menggunakan kursi roda satu hingga dua bulan ke depan " jawab Janu menjelaskan .


Steve sedang operasi terakhir kakinya , yaitu pengambilan alat yang digunakan untuk penopang tungkai kaki sebelah kiri . Sudah selama satu tahun alat itu terpasang untuk membantu agar Steve bisa berjalan normal .


Dan ketika dirasa keadaan Steve sudah jauh lebih baik maka sudah saatnya alat itu diambil . Kecelakaan itu terjadi di Paris hingga dokter disana yang menangani dan Jerry sendiri yang ingin semua dituntaskan oleh dokter yang menangani Steve sejak awal .


" Tadi pagi dia datang kesini ... "


" Siapa !?? " tanya Langit dan Janu hampir bersamaan .


" Cherry ... Dia kesini hanya untuk minta maaf padaku sekaligus mengabari jika Putra sedang ada di rumah sakit "


Langit hanya mendengus kasar , ia masih sakit hati karena sudah di jadikan alat untuk melawan keluarganya sendiri . Sedang Janu terlihat lebih tenang .

__ADS_1


" Aku hanya ingin jika suatu saat dia menemui kalian maka kalian bisa mengendalikan diri . Lepas dari sikapnya yang baik atau tidak ... Aku berharap penyesalannya adalah dari hatinya yang terdalam , bukannya berprasangka buruk tapi aku harap kalian bisa menjaga istri istri kalian . Jika para pria sudah tak bersimpati kemungkinan dia akan mendekati para wanita Adipraja . Semoga saja firasatku salah ... "


" Kami mengerti ... "


" Aku dan Grandpa Gregorius juga sempat berbincang waktu itu ... "


" Kakak diminta untuk tinggal di sana !? "


Gema mengangguk sambil menghembuskan nafas panjang , bagaimanapun Adipraja adalah hidupnya . Disinilah ia merasa dicintai , dihargai dan benar benar dianggap sebagai keluarga walau tak satu tetes darah Adipraja yang mengalir di nadinya .


" Vania sudah dibentuk dari kecil untuk menjadi penerus Gregorius , kurasa akan sulit membawa dia untuk hidup bersamaku disini "


Langit dan Janu saling memandang sambil menghela nafasnya masing masing , Gema adalah pilar kelima bagi mereka . Sulung mereka adalah salah satu garda terdepan untuk keluarga Adipraja .


" Apa Kakak akan tinggal di sana ?? "


" Hidupku disini ... aku tak bisa kemana mana lagi " ujar Gema mantap .


*


" Kau serius dengan dokter itu ?? " tanya Jerry pada putranya yang masih terbaring di ranjang rumah sakit , putranya sedang dalam pemulihan pasca operasi kakinya .

__ADS_1


" Seribu rius Dad !! Cuma dia yang bisa bikin hati Steve bergetar " jawab Steve penuh keyakinan .


" Yakin cuma hati yang bergetar ?? "


" Ckk apaan sih Dad !! Tapi bener juga sih ... kalau liat dia bawaannya panas dingin . Semua yang ada di dia kayanya pas banget di tangan , bikin gemes !! " sahut Steve sambil menggetarkan pundaknya .


" Dasar omes ... bukan itu maksud Daddy , jika kau benar benar mencintainya maka bukan hanya hatimu , tapi jiwamu pun akan mengatakan bahwa dialah jodohmu "


Steve terkekeh sambil menggaruk tengkuknya , beberapa hari tidak bertemu dengan wanita impiannya membuat otaknya sedikit error .


Sengaja ia tak mengirim satupun pesan pada Venna , ia ingin gadis itu setidaknya merasakan rindu padanya . Walau sebenarnya itu senjata boomerang untuknya , ia sangat tersiksa ketika tidak mengetahui apapun tentang dokter cantiknya .


" Kapan kau melamarnya !? Gema sudah akan menyusul Janu dan Langit , tidak lama lagi giliranmu ... "


" Boro boro mau ngelamar Dad ! Cinta Steve saja masih bertepuk sebelah tangan ... "


" Butuh bantuan Daddy !? "


" Tidak ... masa iya sih sampai urusan cinta Daddy yang bantuin . Kali ini memang Steve nggak keburu buru , nikmati prosesnya karena hasilnya akan sepadan dengan kerasnya usaha yang Steve lakukan "


" Ya ... ya .. terserah , sekarang istirahatlah dan pulihkan tenagamu karena tiga hari lagi kita susul Mommy ke Rusia . Bersiaplah bertemu Venna ... dia pasti tidak akan melewatkan momen pernikahan adiknya "

__ADS_1


" Aku sungguh merindukannya ... "


__ADS_2