
" Gimana rasanya nggak boleh ketemu calon istri ? Kangen !? " goda Jasmine yang saat ini sedang duduk menemani Langit yang sedang berada di taman samping pinggir kolam ikan .
Sejak kemarin Langit pulang untuk membantu persiapan pernikahan mereka .
" Biasa saja Aunty , bukannya selama ini aku memang tidak pernah ketemu dengannya ? "
" Tidak ke perusahaan dengan kakakmu ? Setelah ini kau akan punya tanggung jawab besar pada keluargamu sendiri "
" Langit tahu itu , dan Langit sudah bicara dengan Papa tentang hal ini ... Langit akan kembangkan usaha bengkel yang dulu di pegang oleh Uncle Jerry "
Jasmine hanya manggut manggut mendengar jawaban dari keponakannya , wajar jika Langit ingin meneruskan usaha bengkel . Minat anak itu pada dunia otomotif memang sangat besar .
" Kemarin dulu Lulu datang untuk mengukur baju , kalau Aunty lihat calon istrimu itu wanita sederhana yang sangat mandiri . Dia juga sangat ramah pada seluruh keluarga walau tak pernah bertemu sebelumnya " .
Langit hanya tersenyum menanggapinya , setelah acara lamaran itu dia belum sekalipun berkomunikasi dengan Lulu . lbunya melarangnya berkunjung pada keluarga calon istrinya , mereka tidak boleh bertemu kecuali jika sudah resmi menikah nanti .
" Aunty berpikir tentang apa ?! " tanya Langit yang melihat pandangan Jasmine yang seperti sedang memikirkan sesuatu .
" Tidak .. aku tidak berpikir tentang apapun , hanya teringat dengan cerita salah satu anak teman Aunty "
" Langit mengenalnya !? "
Jasmine hanya mengangguk dan tersenyum penuh arti .
" Mungkin ... "
" Boleh langit mendengar ceritanya ? Siapa tahu Langit bisa membantu untuk mencari solusinya "
" Baik jika kau ingin mendengarnya ... Anak teman Aunty sangat menyayangi sepupunya sejak kecil , bahkan ketika sepupunya tanpa sadar telah mengambil orang yang sangat berarti untuknya dia tetap saja diam . Dia diam dan mengalah untuk kebaikan semua orang "
" Kebaikan semua orang ?? Apa semua ini masalah tentang wanita !? "
" Ya ... masalah klasik dunia yang kisahnya akan terus di gaungkan di muka bumi ini "
__ADS_1
" Dia melakukan kebaikan semua orang tapi bagaimana dengan gadis itu ? Bukannya dia juga berhak dengan hidupnya !? "
" Yupppss you're right !! Gadis itu berhak dengan hidupnya , dia punya hak untuk menentukan arah hidupnya sendiri !! Gadis itu berhak memilih ... tapi tidak dia lakukan karena menurutnya kehormatan keluarganya di atas segalanya "
" Sungguh beruntung pria yang akan mendapatkannya , sudah sangat jarang gadis modern mempunyai prinsip seperti itu "
" Bagaimana jika kau dalam posisi sepupunya ? "
" Bodoh jika sampai dia tidak tahu hubungan antara keduanya ! Tapi dia juga tidak salah karena cinta kadang membuat mata kita menjadi buta , seharusnya saudaranya atau gadis itu memberi penjelasan padanya . Mungkin dia bisa mengerti ... "
" Mungkin juga dia akan akan marah besar , merasa di tipu ... atau malah depresi !! Dan itu yang saudaranya tidak inginkan " sahut Jasmine sambil meminum jus buah yang baru saja maid suguhkan untuk mereka .
" Kenapa aku merasa Aunty punya maksud tertentu dengan bercerita padaku tentang hal itu !? "
" Tidak ... tentu saja tidak ! Aunty hanya ingin mengatakan ini padamu , setelah pernikahan terjadi seorang suami adalah nakhoda untuk biduk rumah tangganya . Jadilah nakhoda yang baik , bijak dan bertanggung jawab ! Bukan Aunty tidak percaya padamu tapi kau sendiri yang tadi bilang , jika cinta itu buta ... apapun masalah yang terjadi dalam rumah tangga bicarakan dengan baik baik "
" Terimakasih Aunty .. akan Langit ingat hal itu . Ngomong ngomong mana Jero !? Sepertinya sejak Langit datang tidak melihat Jero di mansion !? "
" Pulang dari London dia langsung sibuk dengan teman teman komunitasnya , dan sekarang dia sedang di kamarnya bersama dengan Ava "
" Sepertinya dia belum tahu jika calon istrinya sedang memalak oleh oleh dari pria lain "
Jasmine dan Langit terkekeh bersama , tak bisa mereka bayangkan apa yang akan terjadi jika seorang Janu tahu jika gadisnya berada di dalam kamar pria lain .
*
Di dalam sebuah kamar seorang pria yang masih sangat muda sedang menggerutu kesal karena seorang gadis sedang mengganggu tidurnya .
Jeronimo , putra tunggal dari Dewa Adipraja dan Jasmine Leona yang saat ini menginjak usia tujuh belas tahun . Sejak lulus sekolah dasar kedua orang tuanya menyekolahkan dia di asrama yang berada di London , mengikuti jejak kakak kakaknya yang lain .
" Apa sih elo !! Masih pagi begini gangguin gue ... keluar sono !! Masih pakai kolor ini guenya "
" Ckk mana oleh olehnya ?? Kemarin katanya mau beliin dompet gimana sih !!! Bohong dosa tau ... elo mau masuk neraka hahh "
__ADS_1
" Amit amit !! ltu mulut pagi pagi udah ngomong ngaco ! Kan elo yang bilang udah di beliin sama Abang ... "
" Beda oneng !!! Yang gue minta kan oleh oleh yang udah elo janjikan ... Jeronimo kau menyebalkan sekali "
Jero yang saat itu hanya menggunakan celana pendek tanpa menggunakan atasan segera bangkit dari tidurnya . Dia membuka tas koper kecil yang ada disamping walk in closet . Sepertinya koper itu memang sudah ia siapkan untuk seseorang .
Di dalam koper itu ia mengambil sebuah kotak kecil berwarna hitam .
" Nih hadiah dari gue buat elo sama Abang , ati ati pegangnya ... mahal itu !! ''
Mata Ava berbinar ketika melihat apa yang ada di dalam kotak itu , sebuah kalung couple lucu dengan bandul cincin yang di sisi dalamnya bertulis nama mereka .
" Beneran buat gue ?? "
" lyalahh ... masa iya buat gue , di situ kan ada nama elo sama nama Abang "
" Queen Ava !! Ngapain pagi pagi begini kamu ada di kamar Jero !! "
Suara seorang pria membuat Ava langsung turun dari ranjang Jero , mata tajam pria itu seperti sedang menguliti dirinya dan Jero yang masih berdiri dengan mata setengah terbuka .
" Apa yang ada ditanganmu !! Bandel ya .. kan sudah Abang bilang jangan minta apapun dari pria lain selain Abang "
" Tapi ini ... "
" Kau calon istri Abang ! Jangan buat aku rendah dengan melihatmu menerima sesuatu dari orang lain "
" Bang ... " Jero ingin menginterupsi perkataan kakaknya . Pria muda itu merasa sedikit tersinggung dengan kata ' orang lain ' yang di ucapkan Janu .
" Diam jika Abang sedang berbicara dengan gadis bandel itu "
Ava turun dari ranjang dan mencoba tersenyum semanis mungkin . Perlahan dia menghampiri Janu yang masih berdiri berkacak pinggang di depan pintu .
" Dia bukan pria lain untukku !! Dan jangan mengikatku terlalu kencang karena aku masih tahu batasanku ... " sinis Ava sambil berjalan melewati calon suaminya .
__ADS_1
Sebelum melewati pintu Ava berseru pada Jero yang masih berdiri dalam kamarnya .
" Makasih hadiahnya Jer !! Ntar gue pakai !! "