Water N Fire

Water N Fire
3


__ADS_3

Lulu terpaku ketika pria tampan yang tadi berada di mobill dan hampir menabraknya sudah berdiri dengan gagah di depannya . Pria itu bahkan sedang menyeruput kopi yang sebenarnya tadi di buat untuk salah seorang seniornya .


Dia bisa merasakan ruangan itu menjadi sangat hening setelah kehadiran pria yang memakai setelan jas hitam itu . Kepala manager bernama Dika juga terlihat tergopoh berjalan kearahnya dengan kepala yang tertunduk .


Pria tampan itu meletakkan cangkir kopi ke nampan yang masih di bawanya .


" Saya baru tahu bahwa masih ada arogansi di perusahaan ini . Gadis ini masih baru disini dan tidak seharusnya kalian memperlakukan dia seperti yang anda lakukan barusan " kata pria itu dengan wajah mengarah pada wanita yang tadi meminta Lulu membuat kopi .


" Maaf Pak Aksa ... ini keteledoran saya sebagai pemimpin disini . Saya berjanji akan menertibkannya " kata Dika pada pria itu .


" Untuk peringatan pada semua karyawan suruh dia menghadap.HRD untuk mengambil uang gaji sekaligus pesangonnya !! Aku tak ingin wanita sombong seperti dia menjadi bagian perusahaan ini !! "


Wanita yang tadinya duduk itu sontak berdiri di belakang kepala manager dengan air mata yang mulai menetes dipipinya .


" Maafkan saya , saya mengaku bersalah ! Tapi tolong beri saya satu kesempatan lagi , saya berjanji akan bersikap lebih baik "


Pria bernama Aksa itu sepertinya tidak terlalu memperhatikan kata kata wanita barusan . Pria tampan itu berlalu begitu saja tanpa mengatakan apapun .


" Tunggu Tuan Aksa !! " Lulu memberanikan diri untuk memanggil pria yang sepertinya sangat di hormati itu .


Walau wanita seniornya tadi menyebalkan tapi ia tidak tega jika hanya karena kejadian tadi wanita itu harus di keluarkan oleh perusahaan .


" Tadi memang saya yang salah , saya tidak bertanya sebelumnya tentang apa yang harus saya kerjakan . Jika ada hukuman maka sudah seharusnya saya pun dihukum !! "


Lulu melihat Dika menggelengkan kepalanya pelan sebagai pertanda yang ia lakukan adalah salah . Dan pria bernama lengkap Gema Aksa itu seketika menghentikan langkahnya , tanpa membalikkan badannya ia menanggapi kata kata Lulu yang merupakan pegawai baru .

__ADS_1


" Baik jika begitu , kau juga ingin mendapat bagian hukuman bukan ??!! Pak Dika ... pastikan dia dan wanita itu segera angkat kaki dari perusahaanku hari ini juga . Mereka sudah mengganggu kinerja perusahaan ini dan aku tidak menyukai itu "


" Perusahaanku !? Jadi dia ... " lirih Lulu dalam hatinya , sepertinya dia berurusan dengan orang yang salah .


Setelah sang CEO berlalu wanita yang ada di belakang Dika itu mendekat ke arahnya dan ...


PLAKKKK ...


" VERA !!!! "


Dika langsung menarik mundur lengan wanita yang tiba tiba menampar Lulu dengan penuh kebencian .


" Gara gara kau aku jadi keluar dari perusahaan ini !! Gadis sialan !! "


Lulu diam walau rasanya ingin mencakar cakar wajah wanita di depannya . Tubuh kekar Dika sudah berdiri di depannya , mungkin untuk berjaga jaga agar tidak terjadi keributan lebih lanjut antara dia dan wanita bernama Vera itu .


Wanita bernama Vera itu kembali ke mejanya dan mengambil tas miliknya . Sesuai dengan perintah ia akan menghadap HRD untuk mengambil gaji dan pesangonnya .


Lulu menghela nafasnya , ia pun kemudian melakukan hal yang sama . Dia berjalan ke arah mejanya dan kemudian mengambil tasnya untuk segera keluar dari gedung perusahaan itu .


Tak ada apapun yang bisa ia ambil ketika sudah dipecat karena ia memang belum punya gaji yang harus ia ambil .


" Nona Lulu tunggu dulu !! Bisakah kau menunggu sebentar ? Disini kau tidak bersalah , mungkin aku bisa membujuk CEO kita "


" Nggak usah Pak makasih !! Nanti Pak Dika malah kena semprot . Mungkin belum rejeki saya bekerja di perusahaan ini " sahut Lulu dengan sopan .

__ADS_1


Setelah melihat Lulu keluar ruangan Dika segera naik ke lantai dua belas menggunakan lift . Lantai teratas gedung perkantoran Perkasa Corp itu adalah ruang dimana sang CEO bekerja .


" Santi ... Bos ada ?? "


Seorang wanita cantik.menoleh ketika kepala divisi pemasaran itu memanggilnya . Dia adalah sekretaris Gema Aksa , sang pemilik perusahaan .


" Eh Pak Dika , ada kok !! Barusan dia masuk ke kantornya ... "


Dengan santai Dika melenggang kearah sebuah ruangan yang pintunya masih tertutup rapat .


TOKK .. TOKKKK


Setelah mengetuk pintu Dika segera membukanya , dia melihat CEO yang sekaligus adalah sahabatnya sedang serius dengan laptopnya .


" Apa saya mengganggu waktu anda Tuan Aksa ?? "


Di perusahaan Gema memang lebih di kenal dengan nama Aksa . Hanya keluarga yang masih memanggilnya dengan panggilan masa kecilnya yaitu Gema .


" Kalau cuma ingin membahas masalah tadi sebaiknya keluar dari ruangan ini . Elo tahu banget kalau gue benci sama makhluk makhluk kaya pegawai senior tadi . Nggak ada tolerir " sahut Gema .


" Ckk bukan dia yang mau gue bahas ... tapi yang satunya "


" Nggak pernah berubah !! Jangan bilang kalau elo suka dia "


" Dia nggak salah , wajarlah jika pegawai baru membuat kesalahan " bela Dika tak mau kalah .

__ADS_1


Dari awal dia memang sudah suka melihat wajah cantik pegawai barunya . Selain cantik Lulu juga mempunyai tubuh proporsional yang menurutnya sangat indah di pandang .


" Terserah !! "


__ADS_2