
" Jero tidak pulang ke apartemen hari ini , dia ikut Abbio Al Shamma ke proyek perusahaannya yang bekerjasama dengan Adipraja . Mau ikut Uncle membasmi hama hari ini ?? " tanya Oliver yang hari ini akan ke pusat pasar bursa di Dubay , ada sesuatu yang harus ia tuntaskan tentang keluarga Kyle .
" Terlalu membosankan main disana , tidak ada suara tembakan atau pisau melayang !! Vania mau main keliling daerah sini saja Uncle . Kemarin Vania lihat ada daerah nongkrong kaum muda tak jauh dari sini !! "
" El sedang mencarimu , hati hati dengannya !! Anak itu pasti sangat sakit hati setelah perlakuanmu padanya tempo hari . Tidak ada yang menjagamu karena Uncle Hiro akan kembali ke Jepang hari ini " ujar Oliver yang di angguki oleh Hiro yang memang sudah berpakaian rapi .
Pemimpin klan Yoshida itu akan kembali ke negaranya hari ini karena sudah menuntaskan niatnya membantu keluarga Alvaro menyingkirkan keluarga Vergel .
Vania menghambur pada dua pria parubaya yang masih gagah di usianya itu .
" Terimakasih banyak Uncle , Vania pasti masih akan kesulitan menghadapi mereka jika bukan karena bantuan kalian "
Dua pria itu terkekeh bersama menghadapi kemanjaan gadis yang super aktif seperti gadis yang sedang memeluk mereka itu . Gadis itu akan menjadi kucing manis jika sedang bersama orang orang yang dia kasihi . Tapi akan menjadi kucing ganas jika menghadapi orang orang yang menyakiti dia ataupun keluarganya .
" Jangan terus terusan peluk kami jika tidak ingin putra sulung Adipraja itu murka kepada kami . Dia persis seperti ke empat ayahnya , tidak ada tolerir jika itu mengenai wanita mereka "
__ADS_1
" Ckk ... dia tidak disini Uncle "
" Tapi matanya ada di mana mana "
" Tak akan mudah melihatku jika itu tanpa ijinku ... " sahut Vania sambil tersenyum .
" Dasar gadis nakal ... "
Setelah dua pria dewasa itu pergi , Vania juga segera bersiap siap untuk keluar jalan jalan . Dia berniat ke sebuah restoran Jepang bernama Tomo , sebuah restoran rooftop modern dengan panorama lanskap kota dengan Burj Dubay yang ikonik .
Setelah memarkirkan mobilnya ia membawa skate boardnya untuk berkeliling melihat suasana di tempat itu . Tanpa ia sadari jika dia sudah menjadi pusat perhatian semua pria yang ada di sekitar tempat itu .
Penampilannya yang mengenakan celana ripped jeans panjang dengan kaos oblong warna putih dibalut jaket warna shocking pink panjang , yang dipadu padankan dengan sneaker tali warna putih biru . Rambutnya yang panjang dikuncir kuda hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih .
__ADS_1
Penampilan yang sederhana tapi membuatnya begitu terlihat begitu cantik di mata kaum Adam . Tapi ketenangan gadis itu tidak berlangsung lama , tampaknya seseorang menghubunginya lewat bluetooth earphone yang dia pakai .
" Ada apa ??! " tanya Vania pada seseorang yang sudah menghubunginya .
" Sepertinya ada orang Ellard yang sudah melihat anda Nona . Apa kami harus membereskannya sebelum ia bisa menghubungi pria itu !? " sahut seseorang di seberang sana .
" Tidak masalah jika ia sudah telanjur menghubungi pria brengsek itu . Tapi aku tidak melarang jika kalian sedikit berolahraga dengan orang itu . Kurasa sudah lama kalian tidak olah raga . Tempat ini tempat yang cukup ramai , Ellard tak akan berani macam macam . Orang orang tidak akan membiarkan pria dewasa sepertinya mengganggu kucing kecil sepertiku "
" Sesuai perintah anda Nona ... sebaiknya kami memang sedikit berolahraga . ltu baik untuk kesehatan kami " sahut pengawal itu .
Dan Vania masih asyik menelusuri jalanan dengan skate boardnya , dia tak peduli jika El kembali menemukannya . Dia tak akan pernah bersembunyi karena memang tidak ada yang perlu ia takutkan dari pria itu .
Tanpa ia sadari ada seorang wanita yang sedang mengepalkan tangannya ketika mengetahui keberadaannya . Wanita itu sudah menyuruh pengawal pengawalnya mengikuti dan mengawasinya .
" Revania ... sebuah kejutan Aunty bisa menemukanmu disini !! Pria tua itu akan menyesal karena sudah menghancurkan keluargaku "
__ADS_1