Water N Fire

Water N Fire
103


__ADS_3

" Abang !! " pekik Ava ketika Janu merebut cup yang ada di tangannya , baru beberapa suap ia memakannya karena masih panas .


" Om ltem keracunan makanan setelah makan mi yang kamu bagi tadi , dia muntah hebat barusan "


Ava kaget , bagaimana mungkin mie yang dia bagikan beracun ? Padahal ia sendiri yang tadi menyeduhnya di minimarket yang ada di stasiun . Dia segera berlari ke toilet yang ada di gerbongnya , mencoba memuntahkan beberapa suap yang telanjur dimakannya .


" Abang kita lihat Om ltem !! " punya Ava setelah selesai di toilet .


" Dokter sudah memeriksanya , untung dia bisa memuntahkan semuanya . Hanya mie Om ltem yang beracun , punya kamu aman setelah sempat di tes tadi ! Untung Abang bawa kru dokter khusus jika tidak Abang tidak tahu apa yang akan terjadi "


Janu memang menyiapkan semuanya setelah mendapat peringatan dari papanya . Sengaja ia menyiapkan beberapa kru dokter di gerbong pengawalnya untuk mengantisipasi jika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi .


Ketika sampai di gerbong pengawal Ava segera melihat keadaan pengawal setianya , yang menjaganya dari ia masih kecil .


" Om ltem enggak apa apa ?? "


" Alhamdulilah enggak apa apa Non " jawab pria bertubuh tambun itu terlihat lemah .


" Maaf ya Om gara gara Ava jadi begini , padahal Abang sudah larang Ava jajan sembarangan "


" Nggak apa apa Non , Om kan sudah baik baik saja " jawab pengawal setia yang sudah mengawal Ava dari wanita itu masih kecil .


Sementara Janu dan kepala pengawalnya sedang berbicara tentang kejadian yang sama sekali tidak mereka duga itu .

__ADS_1


" Sudah kau selidiki cctvnya !? "


" Dugaan kita benar Tuan , wanita yang tadi menabrak Nyonya Muda yang menaruh racunnya . Mungkin karena terburu buru jadi dia cuma bisa menaruhnya disalah satu cup mie itu , itupun dalam jumlah yang sangat sedikit . Kita beruntung cup yang Nyonya makan aman . Orang orang kita sudah bergerak untuk menangkapnya "


" Ckk ... kurang ajar !! Aku tidak mau tahu bawa otak kejadian ini . Aku sendiri yang akan membereskannya !!! " geram Janu yang masih menahan kemarahannya agar tidak membuat istrinya panik .


Sesaat kemudian sebuah panggilan terdengar dari ponselnya , Janu hanya menghela nafasnya . Sudah ia duga mertuanya akan mengetahui ini cepat atau lambat .


" Ya halo Ayah ... "


" Bagaimana keadaannya ??!!! " suara Adam diseberang sana terdengar sangat khawatir .


" Ava baik baik saja , maaf atas keteledoran Janu menjaga Queen Ava . Janu janji ini tidak akan terjadi lagi "


" Biar aku yang akan urus sisanya , kau jaga Ava ! Jangan biarkan dia tahu jika ada seseorang yang sedang mengincar nyawanya . Jangan sampai dia merasa khawatir berlebihan , kau harus benar benar menjaga kondisinya "


Dan sesaat setelah menutup sambungan telponnya sekali lagi ponselnya berdering dan ia tahu benar siapa yang akan menelponnya . Janu sudah sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya ....


" KAU APAKAN QUEEN HAHHH !!!! Bukankah sudah Papa peringatkan untuk berhati hati !! Mana istrimu ?? Papa ingin bicara dengannya ...awas jika sampai Papa dengar dia mengeluh kesakitan !! " terdengar teriakan Bumi yang cukup keras di ponselnya .


" Ckk ... Ava baik baik saja Pah , Maaf tapi Janu janji ini tidak akan terulang lagi "


Janu berjalan mendekat pada sang istri yang saat ini sudah di gerbong pribadinya . Dia memberikan ponselnya dan mengatakan jika papanya ingin berbicara .

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dengan papa dan mama mertuanya Ava menyerahkan ponselnya pada suaminya .


" Ava enggak apa apa , muka Abang jangan ditekuk tekuk gitu ... jelek tau !! " kata Ava yang tahu jika sampai saat ini Janu masih memikirkan keadaannya .


Wanita cantik itu duduk di atas pangkuan suaminya .


" Baru beberapa hari Abang jaga kamu , tapi sudah ada kejadian seperti ini . Maaf ya .. Abang janji akan lebih baik dalam menjaga kamu " ujar Janu sambil menciumi pipi dan pucuk hidung istrinya .


" Bagiku Abang adalah yang terbaik , Ava sudah bisa menghadapi keadaan seperti ini . Bukan satu dua kali Ava harus di hadapkan dengan situasi dimana ada yang mengancam nyawa Ava . Ava sangat sadar jika sudah terlahir di tengah tengah keluarga yang sangat luar biasa ini . Abang tidak usah khawatir ... karena Ava tidak selemah yang Abang pikir "


" Sayang ... "


" l love you Abang "


" l love you too sayang ... "


*


Dahi Gema mengernyit ketika merasa ada yang mengikuti mobilnya dari belakang . Mungkin ini yang tadi Vania maksud , jika mereka akan kedatangan tamu yang akan menyapa mereka .


" Paling paling sepuluh sampai lima belas orang Om ... pas lah sama isi peluru yang Om bawa "


" Ckk belum tentu dua mobil itu tamu kita "

__ADS_1


" Yang jelas bukan penjaga penjaga kita , karena sudah Vania usir mereka . Aku ingin momen bahagia ini hanya ada kita berdua " kata Vania dengan mengedip ngedipkan matanya genit pada pria di sampingnya .


" Ckk .. dasar !! Kau tetap saja nakal !! "


__ADS_2