Water N Fire

Water N Fire
70


__ADS_3

BUGGHHH ... BUGGHHH


" Akkkhhhhhh ... Dad !!!! "


" UNCLE !!!!! "


Gema terkejut ketika tiba tiba saja Jerry ada di tempat itu , dan dengan begitu keras memukul Steve hingga pria muda itu terpelanting jatuh ke jalan aspal lintasan .


" B*jingan !!! Siapa yang mengajarimu jadi b*jingan seperti ini hahhh !!! Aku robek mulutmu jika berani berkata seperti itu lagi !! "


Gema menahan tubuh Jerry yang masih ingin merangsek maju untuk menghajar putranya sendiri . Sedang Jero membantu sepupunya itu untuk berdiri , darah segar terlihat mengalir di kedua sudut bibirnya .


" Uncle ... sudah !! Kita bisa bicara baik baik !! Jangan begini ... Steve putramu !! "


" Aku tidak sudi mempunyai putra seperti dia !! Kau dengar itu b*jingan kecil !!! Kau tidak pantas menjadi bagian dari keluargaku !!! "


" Dad ....."

__ADS_1


Steve menatap tak percaya Daddynya yang malah membela pria yang bukan merupakan darah dagingnya . Pilar ketiga itu dengan terang terangan membela Gema di depannya tanpa sedikitpun memikirkan perasaannya .


" Kau bilang kakakmu tidak pantas menyandang nama keluarga hahhh !! Kau pikir siapa dirimu ??!!! Apa kau tahu Daddy hanyalah sampah pinggir jalan yang dipungut dan di didik di keluarga ini , kakekmu memberi nama belakangnya walau Daddy tidak punya hubungan darah sama sekali dengan beliau . Dan itu artinya kaupun sebenarnya tidak punya pertalian darah dengan keluarga ini ... B*jingan sepertimu yang tidak pantas menyandang nama besar keluarga ini . Terlalu memalukan !!!! " pekik Jerry dengan tubuh yang masih di tahan oleh Gema .


" STOP IT !!!! Berhentiii .... "


Suara seseorang mampu membuat Jerry bungkam dan tidak meneruskan kata katanya . Bumi Attala terlihat berjalan ke arah mereka dengan wajah yang sudah memerah .


" Kita bicara di kantor !! Aku sendiri yang akan menghajarmu jika kau masih ingin memukuli sendiri putramu itu .... "


Gema mengangguk dan menepuk punggung Jerry yang berkali kali menghela nafas panjang untuk menurunkan emosinya yang sempat ada di ubun ubunnya .


Tiba di ruangan kantor Bumi sudah berdiri tegak dengan bersedekap tangan . Dipandanginya satu persatu orang yang ada diruangan itu .


" Apa kau sudah gila hingga mampu memukuli putramu seperti itu !!!? Apa begini kau mendidiknya ?? Kau pikir jika kau sudah memukulnya Steve bisa menyadari kesalahannya !? Jika hanya ingin beradu otot maka tantang aku ... dengan senang hati aku akan meladenimu " ujar Bumi dengan tatapan tajam yang terarah pada saudaranya .


" Dan untukmu anak muda .... "

__ADS_1


Sekarang singa gurun itu menunjuk pada Steve yang berdiri tak jauh darinya .


" Gema Aksa adalah putra sulungku !! Menghinanya berarti kau sudah menghinaku , kau dengar itu ?!! Tak ada darahku yang mengalir di nadinya , tapi rasa cintanya yang sangat besar pada keluarga ini membuatnya pantas untuk menjadi putraku . Begitu juga dengan saudara saudaraku . Hubungan hati dan persaudaraan yang mengikat erat kami menjadi kesatuan yang tak terpisahkan ! Kami saling menghargai ... saling menghormati !! Dan itu lebih kental dari darah yang mengalir di nadi kami "


Steve tampak tertunduk , tapi dari wajahnya ia belum bisa menerima kata kata dari pilar pertama itu , masih ada kemarahan di hatinya .


" Gema menghentikanmu karena dia peduli padamu . Cedera kakimu belum sembuh total walau kau sudah merasa baik baik saja . Dan jika sekali lagi lututmu cedera dalam kondisi seperti itu maka dipastikan kau akan lumpuh seumur hidupmu " ujar Bumi melunak .


" Kau pikir jika itu terjadi kau masih bisa menegakkan kepala dan sombong seperti itu anak bodoh !! " teriak Jerry .


" Tadi kami hanya salah paham , dulu pun kami sudah biasa bertengkar . Tapi nyatanya kami akan bermain bersama lagi . Sangat wajar jika ada sekali dua kali pertengkaran terjadi saat kami bertemu " ujar Gema menghampiri Steve dan menepuk bahunya pelan .


" Salah ... Kau tidak pernah bertengkar dengan kami , kaulah yang selalu melerai pertengkaran kami adik adikmu . Dulu ketika ibu kami melarang untuk makan es krim maka kau akan diam diam membeli satu kotak kecil es krim dan menyuapi kami . Ketika kami jatuh saat berlarian kau yang akan menggendong kami untuk pulang walau badan kami terlalu berat . Bukan kami yang terlalu berat ... tapi kau Steve , dulu badanmu seperti bola bundar menggelinding jika sedang berjalan " kenang Jero , dia masih ingat saat kecil badan Steve sangat gendut .


" Kau menyayangi kami seperti kau menyayangi Ava ... kau selalu menjadi benteng kokoh yang menghadang kemarahan orang tua kami . Kau selalu bilang tidak apa apa walau kami tahu sebenarnya kau pun sangat takut melihat kemarahan mereka "


" Karena kalian adalah adik adikku ... selalu akan seperti itu !! " sahut Gema yang membuat kedua pilar itu menghela nafas kasar .

__ADS_1


" Aku bukan siapa siapa ketika aku masuk dalam keluarga ini . Aku hanya anak yang ditolak oleh pria yang sudah menyebut dirinya sebagai ayah kandungku ... Aku kehilangan satu ayah tapi aku mendapatkan empat ayah dan empat ibu yang luar biasa mencintaiku . Keluarga ini menjadi segalanya untukku . Aku tidak sempurna ... jauh dari kata sempurna tapi aku akan mencintai kalian seperti kalian mencintai aku . Aku akan menjaga kalian seperti kalian sudah menjagaku .... "


" Maafkan aku Kak ... "


__ADS_2