
" Ckk ... masih lama pesawatnya , nge gym dulu deh di atas ! ltung itung cuci mata " gumam Vania yang pagi pagi sekali sudah terbangun .
Sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi untuk olah badan untuk sekedar melemaskan otot ototnya . Bahkan bukan hanya itu , biasanya setiap pagi dia akan di bimbing beberapa guru bela diri untuk belajar bertarung mempertahankan dirinya .
Setelah membersihkan diri Vania segera ke lantai paling atas tempat ruang gym berada . Gadis itu tersenyum senang ketika melihat ruang gym yang cukup lengkap dengan suasana yang tidak begitu ramai . Mungkin karena masih sangat pagi hingga belum banyak yang datang ke tempat itu .
Pertama yang ia gunakan adalah treadmill untuk melemaskan otot kakinya . Dia menikmati jalan santainya dengan mendengarkan musik di headset yang ada di telinganya .
Tanpa ia tahu kedatangannya sejak awal sudah mengusik perhatian seseorang . Setelah merasa sedikit mendapat keringat Vania segera mengambil sarung tinju dan bersiap ' menghajar ' samsak yang ada di depannya . Sekarang ia butuh melemaskan otot otot tangannya .
Tapi ia mengurungkan niatnya untuk memukul samsak yang ada di depannya ketika melihat ada seseorang di baliknya . Seorang pria muda berwajah bule dengan mengenakan singlet hingga memperlihatkan hampir semua ototnya .
" Hai little girl ... "
Sapa pria itu ketika Vania sedikit menggeser samsak untuk melihat lebih jelas siapa yang ada di balik benda itu . Dan tanpa di duga Vania malah memukul dengan keras samsak itu hingga mengenai badan pria bule itu .
Pria bule itu terhuyung beberapa langkah bahkan hampir jatuh terkena samsak yang di pukul oleh Vania .
" Hoohhooo ... ternyata pukulanmu cukup keras juga sayang !! Tubuh kecilmu cukup kuat untuk menjatuhkan aku ... kau gadis kecil yang menarik ! Boleh aku tahu siapa namamu !? Aku El ... "
Vania terus saja memukuli dan menendang samsak di depannya , ia sama sekali tidak mempedulikan El yang yang sedang menatapnya penuh kekaguman .
__ADS_1
Pria itu menunggunya dengan sabar , sesekali berteriak tak percaya ketika samsak di depannya terpental keras akibat tendangan ataupun pukulan dari tubuh mungil itu .
Merasa sudah mandi peluh Vania kemudian melepas sarung tinjunya .
" Hei girl ... kau sudah selesai ?? Apa kau ingin mencoba yang lain ?? Aku bisa mengajarimu angkat beban atau yang lain jika kau mau "
Vania hanya memandang pria yang mengikuti langkahnya dengan pandangan sinis . Tak sekalipun ia mengeluarkan suaranya untuk menanggapi pria bernama El itu .
" Hei girl ... kau sombong sekali , tapi aku menyukaimu ! Kau gadis kecil yang manis , setelah ini kau mau sarapan denganku ?? Aku akan mentraktirmu sayang ... "
" Tuan Ellard Kyle , senang bertemu anda di tempat ini . Saya Delon dari perusahaan Diamond Group "
" Kyle .... ternyata dunia hanya selebar daun kelor " desis Vania yang kemudian tersenyum smirk .
*
" Dit kosongkan jadwal gue pagi ini !! Undur nanti sore jika benar benar ada pertemuan penting "
" Yaelah Bos , Vania udah gede lagi ... pake acara anter anteran segala !! Kayak ojek online aja ! Lagian kan kamarnya bersebelahan sama pimpinan klan Yoshida itu kan ?? Masa iya tuh bocil mau ditinggal ... " kata Radit yang tak habis pikir bisa bisanya Gema menjadi sangat overprotektif pada putri bungsu Dennis Alvaro itu .
" Gue sumpel mulut elo kalau panggil dia bocil lagi !! Gue juga ada urusan sedikit , bukan cuma nganter doang !! " sungut Gema kesal .
__ADS_1
" Nah emang dia masih bocil ... paling Bos mau minta cium biar enggak kangen ... Aduhhhh !! " pekik Radit kaget ketika sebuah kotak tisu melayang ke arahnya .
" Sudah gue bilang jangan panggil dia seperti itu lagi " sinis Gema tak suka jika gadis nakalnya mendapat panggilan yang tak enak didengar dari Radit .
" Ckk dasar bucin !! O iya Bos ada yang ingin gue bilang sama elo , ada pengusaha muda yang datang ke kantor pas Bos ke Bandung sama Vania . Dia bilang mau join sama Perkasa Corp . Dia bersedia jadi penyuntik dana terbesar di Mega Mega proyek kita "
" Terima saja ... buat seolah olah kita well come sama dia " kata Gema sambil berjalan keluar dari ruangannya .
" Tapi Bos , dia ... " potong Radit yang sudah tahu background calon relasinya .
" Percaya sama gue !! " teriak.Gema yang sudah ada di luar sana .
Radit hanya bisa memijit keningnya karena menurutnya terlalu beresiko menerima ajakan kerjasama dari relasi barunya ini .
Sedang Gema segera melesatkan kuda besinya menuju hotel tempat Vania menginap , pagi ini dia sudah berjanji untuk mengantar gadis itu ke hanggar pribadi Adipraja karena pesawat pribadi Hiro ada di sana .
Sampai di hotel pria itu segera berlari ke kamar yang di tempati gadisnya . Tapi langkahnya terhenti ketika di lobi ia menerima pesan dari Vania jika ia ada di restoran hotel untuk sarapan .
Sampai di pintu masuk restoran matanya memicing ketika melihat gadisnya sedang duduk bersama seorang pria yang sepertinya pernah ia lihat .
" Ellard Kyle ... brengsek !!! " gumam Gema dengan mengepalkan dua tangannya .
__ADS_1