Water N Fire

Water N Fire
14


__ADS_3

" Elo ngapain bawa gue kesini !? "


Vania baru sadar jika dirinya dibawa Jero ke sebuah butik ternama yang ada di tengah kota . Disana ia bisa melihat gaun gaun elegan nan seksi yang pasti membuatnya bisa tampil berbeda dari biasanya .


" Beli bajulah ... masa beli cilok !! Masa iya mau dinner pakai celana sobek sobek kaya gitu sih ! Elo pilih satu gaun yang cantik , awas kalau elo pilih yang aneh aneh !! " ujar Jero sambil menarik tangan Vania agar masuk ke gerai baju khusus wanita , karena di butik itu juga ada gerai khusus baju pria .


" Nah elo ngapain ikut masuk ?? Bukannya elo juga harus cari baju juga !? "


" Gue mau liat elo milihnya bener apa enggak , kalau gue tinggal elo bisa bisa pakai kostum badut "


" Ckk ... pindah yuk !! Jangan disini , nggak ada oblong sama hot pant " kaya Vania yang sebenarnya malas memilih baju formal dan dress pesta seperti yang tergantung di depannya .


" Hisshhh cepetan milih !! Gue bilangin Uncle Hiro ya elo udah bikin anak orang nggak bisa jalan " ancam Jero .


" Anak setan dia sih !! Sono bilangin aja ... yang penting enggak gue matiin !! Biar bisa belajar jadi orang bener , jangan kebangetan jahatnya !! Kasihan Grandpa harus puyeng ngadepin ulah mereka . Kita ke street food aja !! Ribet mau makan pakai acara milih baju segala "

__ADS_1


Seorang wanita menghampiri mereka , sepertinya dia adalah pelayan butik yang bertugas melayani mereka .


" Selamat malam Tuan Jeronimo , ada yang bisa kami bantu " sapa wanita itu ramah .


" Selamat malam , saya ingin cari baju buat temen saya . Jangan yang terlalu formal kalau bisa , sekalian dandanin dia sekalian biar glowing gitu Mba "


Vania mencubit lengan Jero keras , dia kira hanya acara beli baju ternyata ada acara make over wajahnya . Sebuah acara yang tidak ia suka .


" Ya memang harus dandan , masa iya pakai baju bagus muka elo demek !! "


" Nah gitu ... kan keliatan ceweknya !! Yukk !! "


Vania hanya nyengir kuda ketika Jero memujinya . mereka segera berjalan keluar . Tapi Vania menarik tangan Jero tiba tiba ketika mereka melewati meja kasir .


" Main lewat aja ! ltu bayar dulu !! Emang butik punya nyokap elo , main nyelonong enggak bayar " ujar Vania menarik tangan Jero menuju meja kasir .

__ADS_1


" Tuan Jero ... " sapa petugas kasir dengan menunduk hormat .


" lni memang butik punya nyokap , bukannya Mommy pernah janji sama elo buat kasih salah satu baju di butiknya . Yuk cepetan keburu makanannya adem "


Jero segera melesatkan mobilnya ke sebuah restoran yang ada disebuah rooftop hotel mewah . Dan anehnya tidak ada satupun tamu disana malam ini , dan hanya ada satu meja ditengah tengah dengan sebuah layar besar yang bisa dengan jelas ia lihat .


" Yuk duduk sana ... "


" Elo bener bener temen sejati Jer !! Udah di kasih baju ... di traktir makan .. terus tempatnya romantis banget !! Itu si Pia beruntung banget punya calon laki baik nggak ketulungan kayak elo "


Senyum Vania merekah ketika satu persatu pelayan menyediakan makanan di mejanya , dia memang sudah sangat lapar saat ini . Baru satu kali suap tapi sejurus kemudian matanya terbeliak ketika layar besar di depannya tiba tiba menyala .


Di dalam.layar seorang pria tampan sedang berdiri dengan setelan formal serba hitam , jika di lihat backgroundnya pria itu juga ada di rooftop sebuah bangunan .


"' Hai sayang .... Apa kau merindukan aku !? "

__ADS_1


" Om ... "


__ADS_2