
" Gila itu adek elo , udah punya pacar masih saja overprotektif sama Ava . Dari caranya liat kaya psiko gue tahu kalau dia cemburu banget , sarap dasar !! " kata Radit yang malam itu bertamu di apartemen Gema untuk sekedar minum kopi bersama .
" Pacar apaan ... gue tahu Janu suka sama Ava dari adek gue masih orok . Dulu kalau keluarga lagi pada kumpul mereka bertiga nggak bakal bisa dipisahin "
" Bertiga ... "
" Janu , Langit sama Ava "
" Langit ?? "
" Putra kedua dari Uncle Bumi , dia tidak mau dirinya di ekpose hingga keluarga menutup rapat semua tentang dirinya " kata Gema tanpa menjelaskan detilnya .
" Jika Janu suka pada Queen Ava kenapa dia membuat seolah olah dia tidak peduli pada adikmu ? "
" Aku tidak tahu , tapi dia pasti punya alasan yang sangat kuat untuk itu . Mereka sudah dewasa ... biar mereka sendiri yang menyelesaikan hal itu "
" Keluargamu penuh dengan cerita kurasa ... "
" Begitulah ! Tapi aku beruntung menjadi salah satu dari mereka . Adipraja adalah keluarga terbaik.yang aku punya "
Tak lama setelah mereka berbincang bel pintu apartemen terdengar berbunyi . Ponsel Gema pun terdengar notif pesan dari seseorang .
" Janu ... " gumam Gema ketika melihat layar ponselnya .
" Enggak apa apa gue disini ??! "
__ADS_1
Gema hanya mengangkat kedua alisnya sambil berjalan ke arah pintu . Dia menghela nafas panjang ketika akan membuka pintu itu .
" Kak Gema ... sejak kapan nomor sandi pintunya di ubah ? Boleh Janu masuk !? " sapa Janu sedikit protes karena tidak bisa langsung masuk seperti biasanya .
" Masuklah ... kami sedang minum kopi . Ava yang mengubahnya dan dia mengancamku untuk tidak memberitahukan pada siapapun termasuk padamu . Dan jangan tanyakan sebabnya "
Janu mengikuti langkah Gema walau dia tidak tahu dengan siapa yang di maksud dengan ' kami ' . Dan sekali lagi gadisnya membuat sebuah jarak yang membuatnya semakin merasa jauh .
" Kenapa begitu !? Dia juga memblokir nomorku . Aku memang keterlaluan kemarin sore , tapi dia tidak memberikan aku kesempatan untuk minta maaf "
" Kakak tidak tahu ... dia Radit , kurasa kalian sudah saling mengenal "
Janu berdecih pelan ketika melihat pria yang sore kemarin bertemu dengannya .
" Ada masalah apa ? lni sudah larut , tidak biasanya kau datang ke apartemen Kakak selarut ini "
" Begitulah ... setidaknya aku terang terangan suka padanya . Aku tidak akan menyembunyikan perasaanku pada siapapun , terutama pada gadis yang aku cintai " sahut Radit yang tahu jawabannya akan menyulut kemarahan anak dari singa gurun itu .
" Apa maksudmu !!! "
" Aku menyukai Ava dan aku tidak akan malu mengakuinya ... Lagipula dia masih single , bukan milik siapapun !! Jadi kau tidak berhak marah . Urusi saja pacarmu itu ... "
" Kau !! "
Sebenarnya Janu ingin merangsek maju untuk meraih kerah baju pria yang duduk di depannya tapi sebuah suara mampu menghentikannya .
__ADS_1
" Jika kalian hanya ingin berkelahi maka keluar dari rumahku !! " hardik Gema dengan menatap tajam dua pria muda di depannya .
" Ava sudah dewasa , kurasa dia mampu untuk memilih pria terbaik untuknya . Kalian tidak usah capek capek ribut ! Bisa saja pilihannya bukan satupun dari kalian berdua . Dan aku harap suatu saat apapun dan siapapun pilihannya kalian tidak lagi mempermasalahkannya "
Radit kemudian bangkit dari duduknya setelah menghabiskan kopi dalam cangkirnya .
" Aku pulang dulu Bos , jangan lupa besok bos berangkat ke Medan untuk melihat kawasan pembangunan pabrik kita disana . Aku sudah siapkan pesawatnya ... " ujar Radit sambil berjalan menuju pintu keluar .
" Kau ingin bicara apa ? Apa ini soal gadis nakal itu !? " tanya Gema ketika Radit sudah keluar dari rumahnya .
" Salah satunya , tapi aku ingin bicara soal perusahaan dulu dengan Kakak ! "
" Perusahaan ?! "
" Perkasa Corp ada penyusup , ada kebocoran data yang .... "
" Aku tahu " sahut Gema sebelum Janu menyelesaikan kata katanya .
Janu menghela nafasnya , sesuai dugaan papanya bahwa sulung mereka sudah tahu semuanya .
" Kakak hanya menunggu sejauh mana mereka akan melangkah ... jangan khawatir , Kakak tahu dengan apa yang harus di lakukan !! " ujar Gema dengan seringainya .
" Dan soal Queen Ava .... "
" Kakak yang menggendong kalian sejak kalian masih kecil . Aku tahu luar dan dalam kalian ! Kau sudah dewasa seharusnya tahu apa yang harus kau lakukan . Tapi ingat ini ... seseorang akan merasa kehilangan jika ia sudah benar benar kehilangan !! "
__ADS_1
" Maksudnya !? "
" Maksud Kakak adalah jangan sampai kau mengalaminya ... "