Water N Fire

Water N Fire
106


__ADS_3

" Gue ada di mana ini ?? "


Steve langsung menghampiri Langit yang sudah seharian pingsan karena sebab yang belum ia ketahui . Sepupunya pingsan setelah melihat penampakan yang sangat membuatnya shock .


" Alhamdulilah elo sudah sadar Lang , bikin gue jantungan elo !!! "


" Gue di rumah sakit !? Memang apa yang terjadi sama gue !? "


" Elo pingsan di kafe yang kita datangi buat makan siang kemarin " jelas Steve yang melihat Langit masih kebingungan dengan keadaan dirinya sendiri .


Dan tiba tiba saja Langit bangkit hingga membuat Steve terkejut .


" Steve dia masih hidup !! Aku melihatnya tadi di kafe ... suruh orang orang kita meretas cctv kafe itu !! Aku ingin melihatnya lagi karena aku sangat yakin dia yang tadi aku lihat !! "


" Sabaarrr .... tarik napass ....hembuskan ... !! Dari kemarin elo mengigau kayak gitu . Dia masih hidup .. dia masih hidup ! Memang siapa yang masih hidup ?? "


" Kak Cherry ... aku melihatnya Steve !! Aku bersumpah itu memang dia !!! " pekik Langit mulai tidak bisa mengendalikan dirinya .


Steve memencet tombol merah yang ada di atas ranjang pasien untuk memanggil dokter jaga . Kondisi Langit sepertinya mulai tidak terkendali , persis seperti Langit beberapa tahun yang lalu saat kakak perempuan mereka satu satunya mati bunuh diri .


" Tolong minggir dulu , biar saya tangani pasiennya ... "


DEGGHHHH

__ADS_1


Suara itu membuat Steve terpaku di tempatnya , di lihatnya wanita yang sudah berhasil membawa seluruh hatinya sedang menangani Langit . Wanita itu menyuntikkan sesuatu di infus yang terpasang pada sepupunya .


" Vania .... " lirihnya , dia hanya tahu jika nama wanita di depannya adalah Vania karena Mommynya pernah bercerita padanya tentang gadis luar biasa yang menjadi putri dari Dennis Alvaro , Revania Alvaro .


Selesai menenangkan Langit wanita berjas putih itu membalikkan badannya dan berjalan ke arahnya Steve .


" Boleh saya bicara dengan anda Tuan Steve ?! Kurasa hanya anda yang bisa saya ajak bicara di sini " ujar dokter cantik itu dengan melewati begitu saja pria yang asih memandanginya dengan rasa kagum .


Sebenarnya Dewa dan istrinya sempat semalam bergantian menunggu Langit ketika masih pingsan , tapi karena urusan pekerjaan paginya mereka menyerahkan kembali penjagaan Langit pada Steve .


Steve merasa sangat senang ketika mendengar wanita itu menyebut namanya , ternyata dokter cantik itu belum melupakan siapa dirinya . Sampai diruang dokter mereka segera duduk , dokter cantik itu membuka sebuah berkas yang tadi memang sudah tergeletak disana .


" Ravenna Alvaro ... kau bukan Vania ?? " tanya Steve setelah melihat nama yang ada di jas putih itu .


" Menurut yang saya baca di laporan medis Tuan Langit dia pernah depresi berat , itu benar ?? "


" Benar , kurang lebih satu atau dua tahun yang lalu . Ada peristiwa yang membuatnya merasa sangat bersalah , tentang kematian kakak perempuan kami "


" Cherry ?? "


" Kau mengenalnya !? "


" Ckk ... kami yang mengawasi kalian ketika kalian sibuk bermain waktu itu !! Kalian masih sangat kecil hingga berjalan pun masih harus diawasi ... "

__ADS_1


Steve mendengus , dia tidak suka jika wanita di depannya menganggap dirinya masih seperti anak kecil yang dulu harus ia jaga .


" Tapi sekarang kau tidak lebih dari sebatas dadaku , aku lebih tinggi darimu !! Aku bukan anak kecil lagi "


Ravenna tersenyum melihat pria yang tiga tahun lebih muda darinya itu terlihat kesal , pria itu masih sama seperti dulu ... manja dan suka merajuk ! Dulu Steve juga selalu menempel padanya , anak ingusan itu selalu bilang bahwa dia adalah wanita tercantik yang pernah ia lihat . Venna berpikir anak ingusan itu akan menuruni sifat casanova dari Daddynya , Jerry Smith Adipraja .


" Ya sudah anggap saja kau lebih besar dariku , apa maksudmu Cherry meninggal karena perbuatan Langit ?? "


" Bukan , Kak Cherry mati bunuh diri !! Ceritanya panjang ... kapan kapan jika boleh aku ajak kau makan malam agar kau bisa mendapat cerita selengkapnya "


" Aku tidak butuh cerita detailnya ... Langit sudah pernah ditangani psikiater !? "


" Sudah ... tapi tidak dilaporkan di catatan medisnya . Kau tahu apa sebabnya kan ? "


" Aku mengerti ... saranku adalah dia harus didampingi orang yang paling dekat dengannya . Mungkin Aunty Aira , karena setahuku beliau sangat dekat dengan putra putranya . Sementara kami hanya memberinya vitamin dan obat agar dia bisa lebih tenang . Ajak dia bicara pelan pelan tentang situasinya , dengarkan apapun yang ingin dia katakan jangan sekali kali menyangkalnya karena akan membuatnya lebih drop "


" Baik ... Dan tawaran makan malamku masih berlaku " kata Steve pantang menyerah menghadapi dokter jutek itu .


" Sayangnya seminggu ini aku bertugas malam , maaf "


" Jika begitu besok kita keluar makan siang '


" Aku sudah ada kencan besok , dia sangat posesif jadi jangan coba memaksaku ikut denganmu "

__ADS_1


" Aku tidak peduli , aku akan tetap menjemputmu !! Akan aku hadapi priamu itu , aku yakin dia tak akan setampan aku ... "


__ADS_2