
Steve meraih bahu sepupunya , dia mengira Langit akan sangat shock melihat wanita yang saat ini sedang memeluk mereka satu persatu .
" Kak Cherry .... "
" Hai lama tidak bertemu dengan kalian , apa kabar ?? Maaf jika kakak datang tiba tiba . Boleh aku duduk !? " tanya Cherry yang masih melihat kedua pria Adipraja itu masih tertegun melihatnya .
Langit mengangguk pelan ke arah saudaranya , seakan mengatakan jika ia sangat baik baik saja . Dia melihat sorot kekhawatiran di mata Steve , mungkin karena hal ini bertahun tahun ia harus menenangkan dirinya di pesantren .
" Tentu saja , aku rasa melihatmu lagi adalah sebuah kejutan " ujar Steve yang sekarang duduk bersama Cherry , ia biarkan Langit duduk di balik meja kerjanya .
" Kau tak merindukan Kakak Lang ?? Maaf jika aku menghilang beberapa tahun belakangan ini . Kakak sangat terpaksa .... " ujar wanita itu dengan mulai memasang wajah sendunya berharap dia adiknya akan bersimpati padanya .
Cherry mengeluarkan berkas dari dalam tasnya , ada beberapa lembar berkas dan gambar hasil rontgen . Dan Steve mengambil berkas berkas yang tergeletak di depannya , ternyata beberapa laporan medis dari sebuah rumah sakit .
Dahinya berkerut ketika melihat darimana berkas berkas dan hasil rontgent itu berasal , stempel resmi dari rumah sakit yang baru saja ia miliki . Langit pun mendekat ketika Steve memberinya isyarat duduk bersamanya di sofa untuk melihat berkas yang ia pegang .
" Aku terkena kanker darah .... aku pergi hanya agar tidak membebani kalian . Aku cukup tahu diri jika aku hanya orang asing yang kebetulan ada di dalam.keluarga Adipraja. Waktu itu aku tidak ingin membuat kalian sedih dengan umurku yang sudah divonis tidak lama lagi .... " setetes air mata mulai keluar dari netra yang dihiasi riasan itu .
" Kakak hanya perlu membicarakan pada kami , bukankah kita sudah bersaudara sejak kecil ?? Kau adalah putri sulung dari keluarga ini . Keempat ayah dan ibu kami teramat sangat menyayangimu .... " ujar Langit akhirnya bersuara .
" Ya mereka sangat menyayangiku , aku yang sengaja menjauh agar kalian tak tahu penyakitku ini . Sudah satu tahun lebih aku berjuang sendirian , sangat berat ..... "
__ADS_1
"' Sudah bertemu Papa atau Mama ?? " tanya Steve .
" Kakak takut .... pasti mereka masih marah . Semua kartu Kakak di blokir sama Papa , mungkin dia pikir kakak pergi karena tidak sayang kalian " lirih Cherry mulai terisak .
" Jadi siapa yang membiayai pengobatannya jika selama ini Kak Cherry bolak balik rumah sakit ?? Pasti obat yang kakak konsumsi cukup mahal karena kulihat Kakak masih baik baik saja sampai saat ini " tanya Langit penuh selidik , tak ada sorot simpati di matanya dan itu membuat Steve lega sekaligus kaget melihat reaksinya .
" Kakak bekerja .... " sahut Cherry sekenanya , ia tak menduga pertanyaan itu akan terlontar dari mulut pria yang akan di jadikan pion kunci rencananya .
" Dengan kondisi seperti itu !!? " Steve menimpali .
" Terpaksa ... aku harus menghidupi diriku sendiri sekaligus membiayai pengobatan "
" Tapi sepertinya Tuhan masih sayang pada Kakak , biarpun Papa dan Uncle Bumi memblokir semua aliran dana tapi kelihatannya Kakak lebih dari baik baik saja . Tas channel yang Kakak bawa senilai dengan mobil mewah , sepatu dan baju Kak Cherry semua bernilai ratusan juta . Pekerjaan Kakak pasti sangat menguntungkan " ujar Steve yang hafal di luar kepala semua barang batang branded karena dulu ia sering membelikan barang seperti itu untuk teman teman kencannya .
" Jadi apa maksud Kakak datang ke tempat ini !? Ada yang bisa kami bantu ?? " tanya Langit dengan menyandarkan punggungnya ke sofa , tanpa sedikitpun melihat ke arah Cherry .
" Kenapa nada bicaramu seperti itu Lang !!?? lni Kakak !! Kau ingat apa yang sudah aku lakukan untukmu selama ini ?? Aku yang menjaga saat kalian masih kecil .... Aku hanya ingin bertemu dengan adik adikku , apa itu salah ?? Aku hanya ingin kembali berbagi dengan kalian karena hanya kalian yang aku punya " pekik Cherry mulai tak terkendali , air matanya sudah berderaian . Wanita itu memukul dadanya sendiri seakan ingin mengeluarkan beban berat di hatinya .
" Lang ... "
Steve menatap Langit yang sepertinya masih sangat tenang menghadapi kakak kesayangannya dulu .
__ADS_1
" Kembali ke mansion .... jika kau masih menyayangi kami sebagai keluarga maka kembalilah ke mansion . Temui Papa dan Mama dan jelaskan kenapa Kakak pergi " ujar Langit dengan menghela nafasnya dalam dalam .
" Kakak tidak bisa ... "
" Maka kami pun tidak bisa membantu Kakak , maaf "
" Kakak tak sangka kalian bisa setega ini ... " Cherry bangkit dan berlari keluar dengan suara isakan yang terdengar memilukan .
Langit menarik lengan Steve yang ingin mengejar Cherry yang sudah keluar dari ruangan kantornya .
" Tidak usah di kejar ... besok pasti dia kesini lagi !! Dia tidak akan berhenti secepat ini "
"' Tapi dia .... "
" Tadi gue lihat catatan medisnya dari rumah sakit yang kemarin elo beli , gue minta selidiki kebenaran catatan itu . Ada yang aneh , kalau sakitnya udah lama kenapa tanggal awal catatan medisnya baru kemarin "
Steve hanya manggut manggut , ternyata tidak sia sia ia menguras uang sakunya untuk membeli rumah sakit tempat kekasih hatinya bekerja .
" lni serius Steve ... nggak usah senyum senyum kayak orang gila gitu !! Tugas ini nggak ada hubungannya dengan Ravenna , kalau enggak salah di catatan itu ada nama Dokter Prabu yang menangani "
" Ok ... sekarang juga aku kesana . Honey lm coming !! Oh God .. l Miss her so much "
__ADS_1
Dan di luar sana seorang wanita sedang merutuki kejadian yang baru ia alami . Sangat jauh dari ekspetasinya , ia mengira dua adiknya akan bersimpati dan mudah ia pengaruhi . Tapi ternyata Langit dan Steve malah menginterogasinya dengan pertanyaan pertanyaan konyol yang tak ia duga .