
Adam dan Diva hanya saling memandang ketika melihat dua orang muda di depan mereka . Makan malam kali ini terasa sangat berbeda . Biasanya putri mereka akan menawarkan apapun yang ada di meja dan memaksa Janu untuk memakannya .
Dan yang mereka lihat kali ini berbeda , Janu menawarkan apapun yang ada di meja dan hanya di tanggapi lirikan sinis oleh putrinya .
" Uncle sudah siapkan pesawatnya besok.jika kau ingin pulang . Tadi Uncle Dewa bilang besok kau harus pulang karena dia akan ke London menjemput Jero "
" Jero pulang ??!! Aseeekkk bisa di mintain oleh oleh ... " pekik Ava yang terlihat senang karena satu lagi saudara kesayangannya pulang .
" Queen ... " Adam memperingatkan putrinya .
" Iyaaaa ayaaahhhh ... Ava nggak minta sama Jero , tapi dulu dia pernah bilang kalau pulang mau beliin dompet Prada . Soalnya dia bilang dompet Ava udah buluk !! "
" Ya kamu aja kurang kerjaan , dompet dari jaman masih pake seragam merah putih disimpan aja . Pantes buluk !! " ujar Ava dengan senyumnya , dia tahu dompet itu adalah dompet kesayangan putrinya karena dompet itu kado pertama yang ia dapat dari Janu .
" Makanya mau di ganti , kalau Jero nggak beliin berarti ayah yang beliin ya !? Besok Ava shoping tagihannya ayah yang bayar "
" Masih kurang uang di kartu yang Ayah kasih ?! "
" Ava mau ganti semua barang lama ... mau yang baru . Ganti suasana , yang lama bosen !! Butuh buanyaaakk suntikan dana " ujar Ava sambil melirik pria di sampingnya .
__ADS_1
" Besok Abang temenin ... kamu tanggung jawab Abang " kata Janu terlihat santai .
" Bukannya Abang mau pulang ?? Udah disiapin pesawat sama ayah juga ... "
" Abang masih ada yang harus diselesein disini "
*
" Dit handle urusan gue satu dua hari ini , gue mau pergi sebentar "
Pagi itu Gema menyempatkan diri ke kantor terlebih dahulu sebelum mewujudkan niatnya .
" Jadi ke kampungnya Lulu ?? Itu si Lulu ikut nggak ? "
" Memangnya udah bener bener manteb bos ngelamar Lulu ?? Baru beberapa hari kalian kenal , mungkin ada sifat dia yang belum bos tahu . Merid itu komitmen seumur hidup , nggak usah grusah grusuh ... dipikir dulu "
" Ckk kenapa elo malah kaya jadi emak gue ?? Ayah ibu gue aja anteng anteng saja . Elo kan tau nggak mungkin ayah nggak tau apa yang mau gue lakukan "
" Ya ... ya ... gue tau Tuan Adam kaya apa , makanya gue nggak bisa deketin Ava !! Salah dikit bisa digibeng gue ... nasib "
__ADS_1
Gema hanya tertawa mendengarnya , urusan Ava memang selalu menjadi yang utama untuknya ataupun ayahnya .
" Soal yang kemarin kita bahas mau gimana Bos ?? Boleh gue selesein sendiri ?? Gatel tangan gue ... lama nggak mabok orang !! "
" Tunggu gue , awas elo macem macem !! Kalau urusan gue kelar kita urus masalah yang itu . Bukan cuma elo yang pengen semua cepat selesai , gue juga udah eneg banget !! "
Selesai menandatangani berkas akhirnya Gema bangkit .
" Gue tinggal dulu , kalau ada apa apa telpon saja "
" Siap Bos !! "
Akhirnya melesat menuju kosan Lulu , pagi ini dia sudah berjanji untuk mengantar gadis itu pulang kampung sekalian mewujudkan niatannya untuk melamar gadis itu menjadi pendamping hidupnya .
Di tengah perjalanan ia sedikit curiga karena ada mobil yang dari tadi mengikutinya . Sebuah Jeep yang dari tadi terlihat ada di belakang mobilnya sejak ia keluar dari perusahaan .
Gema berbelok arah ke arah jalanan yang tidak terlalu ramai , sengaja ia ingin tahu maksud pengendara Jeep itu mengikutinya . Lagipula ia tidak akan membahayakan Lulu nantinya jika benar penguntitnya mempunyai maksud yang tidak baik .
Benar saja mobil penguntitnya tetap mengikutinya walau ia sudah berbelok.ke jalan sepi . Dan Jeep itu tiba tiba mempercepat lajunya dan melaju tepat disisinya .
__ADS_1
Semua berjalan begitu cepat ketika mobil penguntit itu membuka kaca jendelanya dan ...
DORR .... DOORRRR