Water N Fire

Water N Fire
28


__ADS_3

Adam dan Diva hanya saling memandang ketika melihat dua orang muda di depan mereka . Makan malam kali ini terasa sangat berbeda . Biasanya putri mereka akan menawarkan apapun yang ada di meja dan memaksa Janu untuk memakannya .


Dan yang mereka lihat kali ini berbeda , Janu menawarkan apapun yang ada di meja dan hanya di tanggapi lirikan sinis oleh putrinya .


" Uncle sudah siapkan pesawatnya besok.jika kau ingin pulang . Tadi Uncle Dewa bilang besok kau harus pulang karena dia akan ke London menjemput Jero "


" Jero pulang ??!! Aseeekkk bisa di mintain oleh oleh ... " pekik Ava yang terlihat senang karena satu lagi saudara kesayangannya pulang .


" Queen ... " Adam memperingatkan putrinya .


" Iyaaaa ayaaahhhh ... Ava nggak minta sama Jero , tapi dulu dia pernah bilang kalau pulang mau beliin dompet Prada . Soalnya dia bilang dompet Ava udah buluk !! "


" Ya kamu aja kurang kerjaan , dompet dari jaman masih pake seragam merah putih disimpan aja . Pantes buluk !! " ujar Ava dengan senyumnya , dia tahu dompet itu adalah dompet kesayangan putrinya karena dompet itu kado pertama yang ia dapat dari Janu .


" Makanya mau di ganti , kalau Jero nggak beliin berarti ayah yang beliin ya !? Besok Ava shoping tagihannya ayah yang bayar "


" Masih kurang uang di kartu yang Ayah kasih ?! "


" Ava mau ganti semua barang lama ... mau yang baru . Ganti suasana , yang lama bosen !! Butuh buanyaaakk suntikan dana " ujar Ava sambil melirik pria di sampingnya .

__ADS_1


" Besok Abang temenin ... kamu tanggung jawab Abang " kata Janu terlihat santai .


" Bukannya Abang mau pulang ?? Udah disiapin pesawat sama ayah juga ... "


" Abang masih ada yang harus diselesein disini "


*


" Dit handle urusan gue satu dua hari ini , gue mau pergi sebentar "


Pagi itu Gema menyempatkan diri ke kantor terlebih dahulu sebelum mewujudkan niatnya .


" Jadi ke kampungnya Lulu ?? Itu si Lulu ikut nggak ? "


" Memangnya udah bener bener manteb bos ngelamar Lulu ?? Baru beberapa hari kalian kenal , mungkin ada sifat dia yang belum bos tahu . Merid itu komitmen seumur hidup , nggak usah grusah grusuh ... dipikir dulu "


" Ckk kenapa elo malah kaya jadi emak gue ?? Ayah ibu gue aja anteng anteng saja . Elo kan tau nggak mungkin ayah nggak tau apa yang mau gue lakukan "


" Ya ... ya ... gue tau Tuan Adam kaya apa , makanya gue nggak bisa deketin Ava !! Salah dikit bisa digibeng gue ... nasib "

__ADS_1


Gema hanya tertawa mendengarnya , urusan Ava memang selalu menjadi yang utama untuknya ataupun ayahnya .


" Soal yang kemarin kita bahas mau gimana Bos ?? Boleh gue selesein sendiri ?? Gatel tangan gue ... lama nggak mabok orang !! "


" Tunggu gue , awas elo macem macem !! Kalau urusan gue kelar kita urus masalah yang itu . Bukan cuma elo yang pengen semua cepat selesai , gue juga udah eneg banget !! "


Selesai menandatangani berkas akhirnya Gema bangkit .


" Gue tinggal dulu , kalau ada apa apa telpon saja "


" Siap Bos !! "


Akhirnya melesat menuju kosan Lulu , pagi ini dia sudah berjanji untuk mengantar gadis itu pulang kampung sekalian mewujudkan niatannya untuk melamar gadis itu menjadi pendamping hidupnya .


Di tengah perjalanan ia sedikit curiga karena ada mobil yang dari tadi mengikutinya . Sebuah Jeep yang dari tadi terlihat ada di belakang mobilnya sejak ia keluar dari perusahaan .


Gema berbelok arah ke arah jalanan yang tidak terlalu ramai , sengaja ia ingin tahu maksud pengendara Jeep itu mengikutinya . Lagipula ia tidak akan membahayakan Lulu nantinya jika benar penguntitnya mempunyai maksud yang tidak baik .


Benar saja mobil penguntitnya tetap mengikutinya walau ia sudah berbelok.ke jalan sepi . Dan Jeep itu tiba tiba mempercepat lajunya dan melaju tepat disisinya .

__ADS_1


Semua berjalan begitu cepat ketika mobil penguntit itu membuka kaca jendelanya dan ...


DORR .... DOORRRR


__ADS_2