
" Bos nanti malam teman teman ngajak kumpul ... " kata Radit sebelum turun dari mobilnya , mereka sudah sampai di perusahaan .
" Nggak ikut , gue mau di undang makan malam sama Uncle Varo di hotel "
" Wihhh ... enak nih makan malam sama orkay !! Tuan Dennis Alvaro yang pengusaha elite dari Rusia itu kan ?? Emang ya kalau orang telanjur kaya circle nya juga pasti orang orang kaya "
" Gue lebih sering makan sama tukang bangunan daripada makan sama orang orang yang elo sebutin tadi . Elo tau kalau basic gue dari bawah !! Makan sama tukang bangunan lebih enak ngobrolnya ... lebih nyantai "
" Ya ... ya bener juga sih ! Gue kan sering ngikut , nasi bungkus rasanya memang luar biasa . Goreng tahu tempe , sayur kangkung , dadar telor .... kalau inget itu bawaannya jadi laper lagi "
" Elo aja yang perutnya kaya tong !! Mau di isi apapun nggak bakal penuh "
Radit hanya tertawa , bergaul dengan Gema membuatnya merasa menjadi manusia sesungguhnya . Tak jarang mereka berinteraksi langsung dengan para pegawai bawah yang langsung terjun ke lapangan .
Gema tak takut untuk berpanas panas meninjau langsung proyek mereka . Pria yang terkenal angker itu akan berubah ketika berbaur dengan kaum bawah . Sama dengan para pria Adipraja lainnya .
*
Sementara itu Lulu sampai juga di sebuah Showroom dengan bangunan megah yang merupakan kantor pusat dari semua showroom yang ada di negara ini .
Lulu melihat ke arah dirinya sendiri yang hanya berpakaian sederhana , kadang ia merasa tak percaya jika sudah menjadi bagian dari keluarga yang luar biasa itu .
" Nyonya , saya tunggu di bawah jika Nyonya butuh saya lagi "
" Baik terimakasih Pak ... "
__ADS_1
Perlahan Lulu melangkah memasuki bangunan megah itu . Dia sedikit bingung karena tidak bisa menghubungi suaminya . Dia belum membeli ponsel pasca kehilangan ponselnya dulu , ia pun tidak punya nomor suaminya .
Seseorang mendekat padanya , tampaknya wanita dengan pakaian cukup seksi itu adalah seorang sales di showroom itu .
" Ada yang bisa saya bantu Mbak !? " tanya wanita itu sambil memandang penampilan Lulu dari ujung kaki sampai dengan ujung rambutnya . Karena terburu buru Lulu hanya mengenakan sendal jepit rumahan yang kemarin di belikan oleh Aira saat jalan jalan bersama saudara iparnya .
" Saya ingin bertemu sama Mas Langit "
" Maaf ?? Maksud anda Langit siapa "
" Langit Adipraja, saya ingin mengantar makan siang untuk suami saya "
Wanita itu malah tersenyum dengan sangat sinis .
Lulu hanya menghembuskan nafasnya berusaha mengendalikan emosinya . Jika saja tidak memikirkan kehormatan keluarga barunya , ingin sekali dia menyeret wanita itu keluar dari sana .
" Jika Mbak tidak percaya tolong hubungi beliau dan bilang Lulu sedang ada di bawah "
" Kenapa tidak menghubunginya sendiri ?? Masa istri tidak tahu nomor suaminya sendiri !! "
" Lhohh Lulu !? Kok disini ? Mau nganter makan siang buat suami kamu ya ?? "
Suara seorang wanita membuat sales itu menunduk hormat .
" Aunty Nayya ... "
__ADS_1
" Kenapa nggak langsung ke atas , Aunty juga lagi mau ajak makan siang mereka "
Lulu meraih tangan kanan Nayya untuk salam takzim , dan wanita sales berpakaian seksi itu masih menundukkan kepalanya .
" Lulu bawa banyak makanan , kita bisa makan sama sama di atas . Tadi Lulu sedikit bingung soalnya belum tahu letak kantornya , maaf "
" Apa kau dipersulit di sini ??! "
" Ehhmm .. tidak , tadi hanya sedikit salah paham saja " sahut Lulu yang tak ingin wanita sales itu bermasalah dengan istri pilar ketiga itu .
" Ya sudah ... kita ke atas saja " ujar Nayya membimbing Lulu untuk berjalan bersamanya , tapi sesaat kemudian dia membalikkan badannya .
" Hei kamu ... siapa namamu ??? "
" Sa .. saya .. Hany Nyonya "
" Ok setelah ini angkat kaki dari tempat ini . Kami tidak butuh wanita angkuh sepertimu , sales yang tidak bisa menghargai orang lain sepertimu akan membuat perusahaan ini tidak berkembang !! "
" Nyonya maaf .. maafkan saya "
" Aunty sudahlah "
" Belajarlah menjadi Nyonya Adipraja , jangan pernah lemah jika kita masih ingin berada disamping suami kita . Karena pilar pilar keluarga ini akan kuat jika mereka mendapat dukungan yang sepadan dari kita "
" Lulu mengerti Aunty .... "
__ADS_1