
Satu Minggu telah berlalu pernikahan antara Steve dan Venna dilakukan hari ini . Mereka menikah di lndonesis karena Venna tidak bisa terlalu meninggalkan rumah sakit . Ada beberapa jadwal operasi besar yang harus ia lakukan .
Pernikahan di lakukan di mansion utama Adipraja dengan konsep sangat sederhana tapi tetap elegan . Seperti biasa hanya keluarga dekat atau relasi yang di undang ke acara pernikahan itu .
" Untung Uncle Dewa bisa membuatmu cuti , kalau enggak pesta pernikahanku terasa hampa tanpamu ... " ujar Steve pada Jero yang duduk di sampingnya , mereka sedang menunggu acara akad yang diadakan sekitar setengah jam lagi .
" Cihhh .. bilang saja Kak Steve hanya mau pamer !!! Ya ya ya aku tahu kalian semua sudah menikah , tapi bukan berarti aku tidak akan menyusul kalian . Tunggu saja " kesal Jero pada semua saudara laki lakinya yang berkumpul di tempat itu .
Gema , Janu , Langit dan Steve terbahak mendengar kekesalan bungsu mereka . Bungsu yang sering menjadi penengah dan mempunyai watak paling sabar di antara mereka .
" Makanya ceper di keluarin tuh sekolahnya , biar bisa cepet kawin kayak kita .... enak tau Jer !! Dingin nggak kedinginan , panas tinggal buka baju ha ..ha .. ha !! " ujar Langit yang disambut tawa ketiga saudaranya .
" Sudah jangan kalian goda lagi , nanti pada saatnya dia pasti akan menyusul kita . Masih sama Via kan !? " tanya Gema berusaha meredam tawa ketiga saudaranya .
" Masih ... tapi belum sreg !! Ada sesuatu yang kosong di sini " ujar Jero menunjuk dadanya sendiri .
__ADS_1
" Kadang nyambung banget , tapi kadang nggak konek ... Via seperti punya dua sisi yang berbeda . Satu bulan lagi Jero kesana , saat Via ulang tahun !! Jero ingin memastikan apa Jero benar benar cinta pada Via atau cuma sebatas penasaran ingin mengenalnya saja " ujar Jero panjang lebar .
" Anak orang itu Jer , jangan buat mainan !! Elo tahu Uncle Abbio kayak apa . Dia bakal marah besar jika tahu kau mempermainkan salah satu putrinya " ujar Janu menimpali .
" Ya mending tahu sekarang daripada hubungan kami lebih jauh nantinya . Pasti malah akan lebih menyakitkan . Kok jadi bahas soal Jero sih ... kan Kak Steve yang mau merid "
" Nggak usah di bahas kalau soal dia , paling tiga hari tiga malam nggak keluar kamar habis ini ... Siap siap dengerin Venna nangis ngeluh kecapean !! Anak orang pasti di buat nggak bisa jalan , secara udah puasa lama banget tuh keris sakti !! Karatan nggak nemu nemu sarang ... "
" Berisik elo Lang !! Kaya sendirinya enggak pas malam pertama ... elo elo pada pasti juga bakal sama kayak gue . Kalap !! " sinis Steve .
Tak lama ketika mereka masih asyik mengobrol seorang pria datang mendekat ke arah mereka .
Kelima pria tampan itu segera beranjak dari tempatnya , para istri mereka sedang menemani Venna yang sedang berhias di mansion milik Dewa . Jasmine dan Diva yang menangani rias dan baju pengantin wanitanya .
" Ckk .. kok tiba tiba badan gue panas dingin gini ya !! Deg degan banget gue ... elo dulu kaya gini nggak Lang !?? "
__ADS_1
" Semua pria ya kaya gitu kalau mau nikah , berasa mau tempur bertaruh nyawa . Bayangin yang enak enak aja , calm down !! Semua pasti indah pada waktunya " ujar Jero yang langsung mendapat pukulan keras oleh para saudaranya .
" Sok tau !!! " ujar mereka serempak .
Empat pilar hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan putra putra mereka . Waktu sangat cepat berlalu , sepertinya baru kemarin mereka menggendong pria pria tampan yang menjadi penerus mereka .
" Sepertinya kita semakin tua ... " kata Bumi pada tiga saudaranya .
" Bukan ... kita bukan semakin tua . Kita hanya semakin matang saja . Ya kan Wa ??! "
" Terserah Kak Jerry . Hanya kalian yang semakin matang bukan aku ... hanya putraku yang belum menikah . Jero masih terlalu muda "
" Berdoa saja semoga dia tidak melakukan hal yang sama denganmu dulu " ujar Adam nampak tenang .
" Memang Jero kenapa Kak !? "
__ADS_1
" Dua gadis Al Shamma itu bisa membuat badai hebat di hidupnya . Seperti kisahmu dengan Jasmine dan kakaknya dulu " ujar Bumi membantu menjawab karena dia tahu Adam tidak akan berbicara panjang lebar .
" Ckk .. sudah lama sekali !! Kenapa harus di bahas lagi ... " gerutu Dewa memandang sebal saudara saudaranya .