Water N Fire

Water N Fire
209


__ADS_3

Akhirnya mereka menjemput Jero di bandara , Albert dan Via ada di dalam mobil baru Via karena Abbio belum mengijinkan Via menyetir sendiri sedang Lia membawa mobilnya sendiri .


" Dia seorang teman !? " tanya Albert pada Via yang duduk di sampingnya .


" Sebenarnya bisa di bilang saudara , Grandpa menikahi nenek mereka . Grandpa sampai sekarang tinggal bersama nenek Sri di lndonesia . Sejak kecil aku dan Lia mengidolakannya ..... namanya Jeronimo Keith Adipraja "


" Adipraja ??? Keluarga itu sangat terkenal di dunia bisnis , seperti juga keluargamu "


" Mungkin ... aku tidak tahu tapi mereka semua sangat baik pada keluargaku . Mereka sering berkunjung ke mansion jika sedang ada urusan bisnis di sini " kata Via menjelaskan , gadis itu kadang melihat raut khawatir diwajah tampan itu ketika Lia dengan sengaja menyalip dan menginjak gasnya kuat kuat .


" Lia memang suka race ... ".


" Ini jalan raya , sangat berbahaya jika mengemudi dalam kecepatan seperti itu . Kenapa dia selalu bandel !!? "


Via hanya tersenyum mendengar kekhawatiran Albert pada adiknya . Pria itu memang berhati sangat lembut , dia selalu memperhatikan apapun yang ada di sekitarnya tanpa terkecuali .

__ADS_1


Tak berapa lama mereka sampai juga di bandara , dan mereka duduk di ruang tunggu karena sebentar lagi pesawat Jero akan datang . Selama mereka duduk Via sedikit iri dengan keakraban Albert dan adiknya .


Mereka asyik mengobrol tentang pameran yang hari ini akan di buka , pameran yang di tujukan sebagai penggalangan dana untuk rumah sakit kanker anak yang ada di kota ini . Via tahu jika Albert sangat menyayanginya tapi bersama Lia pria itu bisa berbicara dan tertawa lepas , hal yang tak pernah mereka alami walau di dalam sesi konsultasi sekalipun .


Lia meminta kakaknya berdiri menyambut tamunya ketika terdengar suara yang mengumumkan kedatangan pesawat Jero . Seperti juga Dewa , Jero sangat jarang menggunakan fasilitas pesawat pribadi yang di milikinya dengan alasan lebih nyaman jika terbang dengan banyak penumpang .


Sedang Lia dan Albert berdiri tak jauh di belakang Via .


" Kau bilang Via sangat mencintainya , tapi aku tidak bisa melihat itu "


Tiba tiba Via berjalan ke arah kursi yang ada jauh di belakang mereka .


" Kenapa Kak ??? Mau kemana ?? "


" Tas Kakak tertinggal di kursi , sebentar ... "

__ADS_1


Jantung Lia berdegup kencang ketika pria yang sudah mencuri ciuman pertamanya keluar dan berjalan ke arah mereka . Masih sangat ia ingat jika Jero bilang akan bisa mengenalinya walau dengan memejamkan matanya .


Dengan senyum yang bagi Lia terlihat mempesona Jero terus berjalan ke arahnya . Tapi sesaat kemudian Lia tersenyum dengan menundukkan kepalanya . Jero hanya melewatinya begitu saja , pria itu bahkan tak melirik sedikitpun padanya . Sepertinya kata kata ' aku akan mengenalimu walau menutup mataku ' itu akan menjadi kata indah yang akan menjadi kenangan untuknya .


Albert meraih tangan wanita yang dia cintai ketika melihat Lia tertunduk dan mengusap satu tetes air yang tak sengaja jatuh di pipinya .


" Apa dia cinta pertama yang pernah kau beritakan padaku ??? Sudah kuduga , kau dan Via mencintai pria yang sama " lirih Albert mengeratkan tangannya .


" Aku mohon jangan bahas lagi tentang ini . Bukankah kau sendiri yang bilang jika pria bodoh seperti dia tak pantas untuk di cintai !?? Yang penting sekarang adalah Kak Via sudah bertemu dengan kebahagiaannya "


" Apa harus selalu seperti ini ?? Kapan kau akan berhenti memikirkan kebahagiaan kakakmu dan berpikir tentang kebahagiaanmu sendiri ??! "


" Saat aku sudah melihat mereka bersanding di pelaminan . Saat itu aku akan mencari kebahagiaanku sendiri " jawab Lia yang membuang pandangannya ketika Jero terlihat memeluk Via di arah selurusan dengannya .


" Dan aku akan menunggu saat itu ... aku akan menjadi pria pertama yang mengejarmu "

__ADS_1


__ADS_2