Water N Fire

Water N Fire
152


__ADS_3

" Selamat malam Aunty Anna !? "


" Hai Jero kau terlihat tampan sekali . Kau ingin bertemu Via ?? " sapa Anna melihat putra dari bungsu Adipraja itu sudah ada di ruang depan mansion .


" Jika di ijinkan Jero mau ajak Via jalan jalan malam ini "


" Tentu saja , tapi tolong jangan terlalu malam pulangnya . Maksud Aunty ini pertama kalinya Via keluar malam .... "


" Jero sangat mengerti Aunty "


" Biar Aunty panggil dulu , kau sudah mengabari jika akan datang malam ini kan pada Via kan ?? " tanya Anna karena baru kali ini Via berkencan dengan seorang pria .


" Kemarin dia sudah berjanji ... "


Anna segera ke lantai atas menuju kamar putrinya , tapi matanya mengernyit ketika Odelia ternyata ada di kamar Via .


" Kalian sedang apa ?? Tumben tumbenan kamu ada di kamar kakak kamu " ujar Anna pada Odelia yang tampak sudah berdandan rapi dengan mengenakan salah satu baju Via .


Seberapapun miripnya dua gadis itu tapi ia bisa dengan jelas membedakan keduanya . Walaupun mereka bertukar baju sekalipun , Via gadis dengan selera baju tertutup dan girly sedang Lia lebih suka mengenakan jeans dan kaos untuk kesehariannya .

__ADS_1


Anna duduk disamping dua putrinya yang sedang menunduk , mereka tahu Anna sudah bisa membaca rencana mereka .


" Dengarkan ibu sayang ... cinta itu tumbuh dari hati , tidak bisa dipaksakan ! Jika Via memang tidak menyukai Jero maka temui dan bicaralah . Bukan malah meminta Lia untuk menggantikanmu "


" Bukan begitu maksud Via !! Ibu tahu jika aku ... "


" lbu tahu sayang , tapi jika ia benar benar mencintaimu maka ia akan menerimamu apa adanya . Dan Mommy rasa Jero bukan pria lemah yang hanya memandang fisik untuk mencintai "


" Via hanya tidak ingin membuatnya kecewa . Mendapatkan Via dan Lia sama saja bukan ?? Kami adalah satu " ujar Via dengan kepala tertunduk .


" Aku juga tidak menyetujui rencana Via , tadi aku juga sudah memintanya berbicara pada Jero . Dia pasti mengerti , dia bukan pria dari jaman purba yang tak mau mengerti keadaan Via " ujar Lia .


" Suatu saat Via pasti berbicara dengannya , tapi tidak sekarang . Via mohon Mom , untuk malam ini biarkan Lia yang menggantikan aku . Aku tidak ingin dia kecewa "


" Jero akan lebih kecewa jika kalian membohonginya , ini masalah hati sayang "


" Via mohon .... sekali ini saja "


" Kalian sudah besar , jadi kalian pasti tahu yang terbaik untuk diri kalian sendiri "

__ADS_1


Setelah mengecup dahi kedua putrinya Anna keluar dari kamar Olivia bermaksud untuk kembali menemui Jero , tapi sesaat kemudian ponselnya terdengar berdering . Ternyata sang suami sedang menelponnya , mungkin Abbio ingin mengabarkan jika sedang bekerja lembur karena sampai saat ini pria itu belum pulang ke rumah .


Sementara itu Jero tersenyum ketika gadis yang ditunggunya sudah muncul di hadapannya . Gadis itu mengenakan dress panjang berwarna peach dengan sebuah syal yang menutupi leher jenjangnya .


" Hai Via ... kau sangat cantik . Apa kau tidak keberatan jika malam ini makan malam denganku !? "


Dan gadis itu hanya menggeleng pelan , ciri khas dari gadis yang memang tidak pernah berbicara banyak padanya .


" Kita pergi sekarang !? "


" Tentu saja "'


" Apa pendengaran ku yang salah tapi suaramu sedikit berbeda malam ini "


" Ehhmm ... minum sedikit es malah membuat tenggorokanku sakit . Maaf "


" Hei kenapa harus minta maaf , tidak apa apa Via ! Aku mungkin yang terlalu rewel , harusnya aku yang minta maaf " ujar Jero yang tahu dari kecil Via memang berbeda dari kembarannya .


Dulu saat kecil Via sering sakit sakitan , daya tahan tubuhnya tidak sekuat Odelia hingga Anna dan Abbio memberi perlakuan khusus pada sulung mereka . Tapi beruntung semakin besar Via bisa stabil kondisinya .

__ADS_1


Setelah itu mereka keluar menuju mobil Jero yang terparkir di halaman depan mansion . Tanpa mereka sadari ada sepasang mata sedang melihat ke arah mereka .


__ADS_2