Water N Fire

Water N Fire
139


__ADS_3

" Selamat pagi semua ... " sapa Jero pagi itu ketika datang ke ruang makan untuk sarapan .


" Selamat pagi Kak ... " jawab si kembar hampir bersamaan , seperti biasa Via akan selalu membawa salah satu bukunya ketika menunggu makan paginya . Kacamata yang bertengger di hidungnya membuat gadis itu terlihat seperti seorang kutu buku .


" Selamat pagi sayang , apa tidurmu nyenyak di gudang belakang ?? Kenapa harus tidur disana jika ada kamar untukmu di atas . Padahal kemarin Aunty sudah siapkan untukmu " ujar Anna yang masih menyiapkan meja di bantu seorang maid .


" Tidak apa apa Aunty , semalam juga Noah nemenin " jawab Jero sopan .


" Tidak apa apa sayang , pria memang harus begitu !! Apalagi dia masih sangat muda , Jero pasti masih mencari banyak hal ... " ujar Abbio yang baru saja datang sambil mencium kening istrinya .


" Termasuk mencari istri Dad ha .. ha ... " kelakar Noah yang malam ini sengaja menginap di mansion utama Al Shamma . Dia mengaduh ketika Jero menendang kakinya di bawah meja .


Zahid dan Safa tidak tinggal di mansion itu , sejak memiliki anak mereka memutuskan untuk membeli mansion sendiri yang jaraknya tidak begitu jauh dengan mansion utama .


" Helehh sendirinya yang playboy pakai bilang Kak Jero nyari perempuan " sinis Lia yang memang tidak pernah akur dengan sepupunya itu .


" Bertengkarnya nanti ya sayang , sekarang makan dulu . Mommy sengaja bikin nasi goreng buat Jero "


" Terimakasih Aunty ... "


Akhirnya mereka makan pagi diselingi dengan gurauan yang kadang dilemparkan Noah pada sepupu sepupunya . Dan bisa ditebak siapa yang tak pernah menanggapi candaan dari Noah ... Olivia .


Gadis itu makan dengan tenang , dia hanya akan sedikit tersenyum ketika Noah melepas candaan padanya . Saudara kembarnya yang akan membelanya mati matian .


" Kak Jero mau tambah krupuknya ??! " tanya Lia karena toples kerupuk udang memang lebih dekat dengannya .

__ADS_1


" Tidak terimakasih ... " jawab Jero yang sebenarnya tidak enak karena Lia yang dari tadi selalu melayaninya . Dari mengambil nasi , menuang jus dan bahkan mengambilkan berbagai lauk yang ada di meja .


" Makan yang banyak boy , setelah ini kau ikut Uncle melihat proyek baru kerjasama dengan keluarga Adipraja . Bukannya kau ingin belajar hebat seperti ke empat ayahmu !? "


" Baik Uncle ... " jawab Jero mantap , dari kemarin ia disibukkan dengan klan Kyle dan Vergel dan itu membuatnya lupa dengan proyek keluarganya yang ada di negara ini .


" Boleh aku ikut Dad ?? " tanya Lia bersemangat , seharian bersama dengan pria impiannya akan menjadi momen bahagia untuknya .


" Selesaikan dulu tugas musim panasmu , Via bahkan sudah menyelesaikan semuanya ! Lagipula proyek bukan tempat untuk bermain . Besok weekend ... kau , Via dan Noah bisa mengajak kakakmu jalan jalan mengelilingi Dubay "


" Yesss !!! Dugem kita Kak ... " sahut Noah semangat .


" Noahhhh ... "


" Hanya bercanda Dad !! Kita anak baik baik " ujar Noah dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . Abbio memang sangat disiplin jika mendidik putra putrinya .


Sedang Odelia hanya berdecak kesal , dia paling tidak suka jika Daddynya membandingkan dirinya dengan saudara kembarnya . Dia memang tidak terlalu jenius jika masalah pelajaran tapi setidaknya semangat untuk belajarnya tidak kalah dari Via .


" Nanti aku bantu selesaikan biar nanti kita bisa jalan jalan bareng " ujar Via pada saudaranya .


Tanpa dia sadar suaranya membuat seseorang tersenyum , ini adalah kalimat terpanjang yang ia dengar sepanjang pagi ini dari gadis itu .


*


Vania tersenyum ketika membaca semua pesan dari Gema yang dari kemarin sengaja tidak ia buka . Segala macam kekesalan pria itu tertulis disana . Setelah membaca rentetan pertanyaan dan pernyataan dia hanya membalas dengan tiga kata singkat ..

__ADS_1


l Miss U .....


Dan dugaannya benar setelah pesan itu terkirim Gema langsung membuat panggilan video dengannya .


" Hai Om ... " sapa Vania dengan senyum yang dibuat semanis mungkin , dia tahu sebentar lagi akan menerima segala bentuk kekesalan dari pria itu .


" Gadis nakal !!! Apa saja yang kau kerjakan disana hingga tidak bisa membalas semua pesanku ???!! Ckk ... jangan tersenyum seperti itu ! lni bukan hal lucu ... "


" Aku hanya ingin terlihat cantik Om , masa iya udah beberapa hari nggak ketemu aku jutekin Om sih ... bisa bisa Om pindah ke lain hati . Tidak bisa dan tidak akan pernah bisa , karena tidak akan aku ijinkan !! "


" Jangan menyindirku , kau pantas untuk dimarahi !! "


" Apa Om merindukan aku !? "


" Tidak .... "


" Apa Om tidak enak makan tidak enak tidur ketika tidak mengetahui apapun tentang diriku ??! "


" Tidak ... "


" Apa disetiap detik dalam hidupmu ada namaku yang akan selalu kau sebut ?? "


" Jangan meracau , aku tidak akan merindukan gadis menyebalkan sepertimu " kesal Gema dengan wajah seriusnya , tak ada senyum yang ia berikan pada gadisnya .


" Jika begitu kita sama !! Aku teramat sangat merindukanmu , tiap hari semua makanan yang melewati kerongkongan rasanya pahit semua . Tiap hari insomnia gara gara di setiap detiknya jantungku berdebar keras dan hanya menyerukan namamu .... l love you Om , l Miss you so much !! "

__ADS_1


" I love you more sayang ... kau memang benar benar nakal . Cepat pulang , setelah semua selesai kita ke Rusia bertemu Grandpa Gregorius "


" Siap kapten !! "


__ADS_2