Water N Fire

Water N Fire
66


__ADS_3

" Hei sayang ... kau datang bersama Lulu ?? " tanya Jerry yang langsung menyambut kedatangan istrinya dengan sebuah kecupan sekilas di bibir , dan itu membuat sepasang pengantin baru yang ada bersama mereka membuang muka karena merasa malu .


" Kau tidak mau mencium istrimu Tuan Langit !? Sepertinya kalian masih sangat malu malu ... " ujar Jerry yang langsung mendapat tatapan malas dari keponakannya .


" Aku hanya akan menciumnya tanpa sepengetahuan orang lain ... " sahut Langit menutupi rasa groginya .


" Ckk apa sih Dad , Lulu jadi malu begitu ... ayo kita makan siang dulu . Aku tadi sudah reservasi tempat "


" Lhohh Aunty ... Lulu bawa banyak makanan ini ! Cukup banget buat kita berempat , tadi sengaja bawa banyak "


" Kau masih butuh waktu sangat banyak untuk bersama dengan suami tampanmu itu !! " ujar Nayya mencubit gemas pipi Lulu yang sudah kemerahan .


" Hanya aku pria paling tampan sayang ... " kilah Jerry yang paling tidak suka jika istrinya memuji pria lain di depannya .


" Ya .. ya .. kau adalah pria paling tampan untukku "


" l love you sayang ... l love you so much !!! "


Dan ketika bibir itu akan kembali mendarat pada bibir candunya , suara Langit mampu menghentikannya ...


" Kembali saja ke mansion dan teruskan kegiatan kalian disana !! "

__ADS_1


" lri .... bilang booss !!! " ujar Jerry sambil tertawa lebar , dia melangkah keluar ruangan dengan satu tangan merengkuh pinggang istrinya .


Lulu segera menyiapkan semua rantang yang tadi dia bawa , semua di tata dengan rapi di meja .


" Mas cuci tangan dulu ! " seru Lulu yang melihat Langit akan mencomot tempe goreng yang terlihat masih hangat .


" Yuk , kamu juga belum cuci tangan kan !? Ada wastafel di dalam sana " tunjuk Langit ke sebuah pintu yang terdapat di dalam ruangan kantornya .


Lulu tertegun ketika membuka pintu yang ditunjuk suaminya , ternyata di dalamnya adalah sebuah kamar yang cukup luas lengkap dengan kamar mandinya .


" Kau bisa istirahat di sini jika suatu saat kau ingin menemaniku bekerja " kata Langit yang tahu sang istri sedang menelisik kamar tempat istirahatnya .


" Hisshh ... masa suami kerja aku ikut sih Mas !! " gerutu Lulu dengan membasuh tangannya di wastafel .


" Ya memang kamu suami aku kan !? Ckk jangan menggodaku Mas !! "


Langit tak tahan untuk memeluk istrinya , diciuminya kedua pipi Lulu dengan sangat gemas .


" Mas !!! "


" Cuma pipi sayang ... aku tidak akan melebihi batasanku " lirih Langit dengan mendekap erat tubuh istrinya .

__ADS_1


" Batasan ?? Apakah ada sebuah batasan yang menghalangi seorang suami dari istrinya ?? Akan menjadi dosa untukku jika dalam keadaan sehat aku menolakmu ... "


" Maksudmu ??? "


Langit mengeratkan pelukannya pada istrinya , dia berharap dia tak salah dengar dengan yang perkataan istrinya .


" Aku mengijinkanmu Mas ... jadikan aku milikmu sepenuhnya " ucap Lulu dengan menundukkan kepalanya .


Sungguh ia hanya ingin menjalani kewajibannya sebagai seorang istri yang baik , ia tak bisa terus terusan melihat Langit menahan hasratnya hanya karena untuk menjaga perasaannya .


Dia tak ragu untuk menawarkan diri karena ada janji indah untuk setiap istri yang menawarkan dirinya pada suaminya terlebih dahulu . Diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di surga , di catatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan , diharamkan dari panas api neraka dan akan di beri pahala dua ratus ibadah haji dan umroh untuknya .


" Sayang ... "


Langit meraih dagu istrinya kemudian mengecup bibir kemerahan itu dengan penuh perasaan . Ditautkannya kening mereka hingga wajah mereka tak berjarak lagi .Tak terasa air mengalir dari dua sudut matanya . Dia tak percaya jika istrinya sudah mau membuka diri untuknya .


" Kau menangis Mas ? " lirih Lulu dengan dua tangan mengusap lembut air mata yang mengalir di wajah suaminya .


" Aku hanya terlalu mencintaimu ... Aku akan mengambil hakku , tapi tidak disini !! Maka persiapkan dirimu Nyonya Langit ... Sekarang kita makan dulu karena aku yakin kau pun sudah sangat lapar "


Sekali lagi Langit mengecup bibir istrinya , dan kali ini cukup lama hingga wajah mereka sama sama memerah karena malu seksligus tersengal karena kehabisan nafas .

__ADS_1


" Aku mencintaimu Nyonya Langit ... "


__ADS_2