Water N Fire

Water N Fire
53


__ADS_3

" SAHHHHH ??!!!! "


" SAAAAHHHHHH ....."


Gema hanya memejamkan matanya ketika mendengar teriakan para tamu . Akhirnya ia bisa menyaksikan orang orang yang dia kasihi berbahagia .


Seperti ada sesuatu yang menghimpit dadanya ketika melihat bidadari berkebaya putih itu berjalan ke arahnya . Tentu saja ke arahnya karena Langit berdiri tepat di depannya . Langit sudah resmi menjadi seorang suami dari gadis yang pernah mengisi harinya .


Gema sedikit terkejut ketika Aira dan Diva tiba tiba saja memeluk dan menyembunyikan wajah mereka di dadanya . Samar ia dengar isakan lirih dari dua wanita yang masih sangat cantik di usianya itu .


" Kurasa kalian salah orang ... Langit yang baru saja menikah ! Bukan Kak Gema ! Kenapa kalian yang malah menangis di pelukannya !? " kata Jero yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jasmine .


Steve dan Jero hanya mengangkat bahunya , dua pria muda itu mempunyai pikiran yang sama , bahwa dunia wanita memang terlalu aneh untuk dipahami . Dua saudara mereka yang menikah tapi para ibu mereka malah memeluk saudara mereka yang lain ! Mereka akhirnya berjalan bersama menuju meja prasmanan di mana banyak makanan yang sudah tersedia .


Sementara Gema masih saja mengelus lembut lengan dua ibunya yang masih terisak dipelukannya . Adam dan Bumi pun terlihat mengangguk padanya seakan berkata untuk membiarkan dua wanita mereka menumpahkan semua emosinya di pelukannya .


" Nona nona cantik ... ini adalah acara bahagia , dua putra kalian sudah menikah dan menjadi seorang suami . Tidak sepantasnya kalian menangis di pelukan pria tampan sepertiku , atau kalian bisa melihat singa singa itu akan segera mengamuk dan menerkamku ! " tunjuk Gema pada dua pilar yang masih memandangi istri mereka .

__ADS_1


" Apa kau baik baik saja !? Maafkan Langit , anak bodoh itu memang tidak peka !!! Aku kira dia akan menyadari semuanya ... tapi nyatanya tidak !! Kenapa dia menjadi sangat mirip dengan papanya " gerutu Aira ditengah isakannya .


" Bukankah kita sudah sepakat !? Kita akan tutup semuanya ... Yang paling penting sekarang adalah kebahagiaan Langit dan istrinya " sahut Gema yang tak ingin pembicaraan mereka di dengar oleh orang lain .


" Bagaimana dengan dirimu ?? " tanya Diva menatap sedih putranya .


" Heiiii nona nona cantik ... aku adalah laki laki tampan yang paling beruntung di dunia karena dua wanita tercantik sedang menangisi diriku ... Salah bukan dua , tapi empat !! Ya Tuhan setelah ini mungkin aku akan babak belur oleh singa singa itu " kata Gema yang melihat Jasmine dan Nayya mendekat kemudian ikut memeluknya .


Nayya yang sudah mendengar cerita Gema dari suaminya ikut merasa prihatin sekaligus bangga pada sosok Gema yang dari awal sudah menjadi Idola putranya , Steve . Walaupun tampak urakan dari kecil Steve sudah mengidolakan sosok Gema yang sangat sabar dan menyayangi semua adik adiknya .


" Are you all right !? " lirih Jasmine .


Ketika empat wanita itu pergi , Gema menghembuskan nafasnya dalam dalam seakan mengeluarkan sesuatu yang dari tadi membuat sesak dadanya .


" Kau menyesal ??! "


" Tidak akan pernah ... " jawab Gema singkat ketika Adam yang sudah berdiri disampingnya bertanya padanya .

__ADS_1


" Perjalananmu sebagai seorang pria sejati baru akan di mulai Nak !! Masih banyak jurang terjal yang harus kau lalui ... "


" Selama kalian bersamaku maka luka di sekujur tubuhku akan menjadi hal terhebat untukku " kata Gema yang melihat ketiga pilar lain juga berdiri di belakangnya .


Sementara dua pasang pengantin sedang sibuk menyalami para tamu yang memberi selamat pada mereka .


" Kau lelah !? " tanya Langit yang melihat wajah cantik istrinya yang sedikit pucat .


" Tidak ... aku tidak apa apa " jawab Lulu yang terlihat masih kikuk ketika berbicara dengan suaminya . lni kali pertama Langit mengajaknya bicara sejak selesai akad tadi .


" Kita bisa istirahat ke kamar jika kau mau "


" Ehhmm ... tidak enak jika kita meninggalkan tamu di tengah acara seperti ini . Bisa bisa mereka berpikir kita tidak menghormati mereka " kilah Lulu yang sebenarnya belum siap jika harus berada di kamar berdua dengan Langit suaminya .


" Baik , tapi jika kau sudah merasa lelah maka jangan dipaksakan "


Lulu hanya mengangguk tanpa melihat raut suaminya , dan ketika pandangannya ke arah lain matanya tanpa sengaja beradu dengan tatapan elang seorang pria yang ada di sudut ruangan .

__ADS_1


Tapi kini ia hanya bisa menundukkan kepalanya karena mulai saat ini dia harus menjaga pandangannya untuk menjaga kehormatannya sebagai seorang istri .


" Maaf .... "


__ADS_2