Water N Fire

Water N Fire
184


__ADS_3

" Dia memang tidak suka kopi ... dia lebih suka jasmine tea dingin dengan sedikit perasan jeruk lemon ... "


" Lancang !! Siapa kau .... kami sedang meeting penting " hardik Rhea pada wanita muda yang terlihat berjalan mendekati mejanya .


" Hai wanita tua .... aku adalah perempuan yang sudah sangat merindukan pria ini . Hai Om , apa kau juga merindukan aku !? " ujar wanita muda yang baru saja datang itu .


Dia langsung duduk di pangkuan Gema dan mengecup sekilas bibir dari pria yang masih melihatnya dengan sorot mata tak percaya itu .


" Aku sangat merindukanmu ... sangat !! lni benar benar dirimu . Sekarang turun dulu sayang , di depan kita adalah rekan kerja Perkasa " lirih Gema mengecup kening istrinya penuh sayang , tak peduli jika Rhea memandang mereka dengan penuh kemarahan . Vania menurut dengan turun dan duduk di samping suaminya .


" Tidak sopan !!! Setidaknya kalian hargai aku disini .... aku adalah relasimu Tuan Gema !! Dan kau perlihatkan aksi menjijikkan ini dengan sugar baby haus uang ini !! "


Vania membalas dengan mengecup kening dan kedua pipi suaminya penuh kelembutan ketika tahu Gema ingin meledak karena wanita seksi di depannya memanggilnya dengan sebutan sugar baby .


" Relasi ?? Tapi yang aku lihat tak lebih dari wanita malam yang sedang menggoda suamiku . Kau bisa lihat dirimu sendiri , kau bahkan tidak bisa menghargai dirimu sendiri !! "

__ADS_1


SRRRAATTT ...


Segelas kopi yang masih panas itu meluncur bebas mengenai setelan yang di kenakan Rhea hingga wanita seksi itu memekik kesakitan . Vania melakukan itu karena tahu gelagat Rhea yang ingin menyiramnya dengan kopi panas terlebih dahulu .


" Jangan melebihi batasmu !! Aku bisa melakukan lebih dari ini !! Aku peringatkan jangan pernah berani menatap suamiku dengan pandangan kotormu itu "


" lstrimu sudah keterlaluan Tuan Gema , aku tarik semua kerja sama ini sekarang juga !! Aku pastikan RCorp tidak akan bekerjasama dengan Perkasa lagi " pekik Rhea mencoba mengancam Gema , dia yakin Perkasa tidak akan begitu saja melepas kerjasama yang menguntungkan ini .


" RCorp ?? Ok .... aku ambil alih semuanya !! Aku pegang janjimu , jangan pernah dekati suamiku atau Perkasa lagi . Aku yang bayar pinaltinya .... kurasa Perkasa tidak layak bekerjasama dengan perusahaan yang tidak bisa menghargai dirinya sendiri " ujar Vania dengan senyum smirknya .


" Aku istri Gema Aksa , dia pasti akan melakukan apapun untuk istrinya " ujar Vania mengerlingkan satu matanya pada Gema yang duduk disampingnya .


" Kau nakal ... tentu saja aku akan melakukan semua untukmu sayang . Maaf Mrs Rhea , kurasa sudah jelas kita sepakat mengakhiri kerjasama ini . Sepertinya aku dan dia harus berbicara lebih lanjut tentang kerjasama yang baru . Suatu kehormatan bisa bekerjasama Alvaro Group sayang !! Dan terimakasih sudah bekerjasama sejauh ini dengan anda Mrs Rhea " ujar Gema masih mencoba sopan .


" Alvaro ?? Tapi Alvaro Group dipimpin oleh laki laki bernama Tuan Gregorius dengan wakil putranya Dennis Alvaro !! "

__ADS_1


" Aku tak perlu menjelaskan apapun , tapi yang penting bagiku saat ini adalah RCorp tidak akan pernah menyentuh Perkasa ataupun anak perusahaan Alvaro di seluruh dunia . Dan kurasa itu bukan pilihan yang bagus ... "


Wanita bernama Rhea itu pergi dengan tatapan sinis pada wanita muda yang mengaku sebagai istri dari seorang Gema Aksa .


Setelah wanita itu pergi Vania kembali duduk di atas pangkuan suaminya .


" Kita bicara bisnis sekarang suamiku !? "


" Tentu saja , setelah aku melepas rinduku sayang ... " bisik Gema yang langsung disambut tawa istrinya .


" Pulang atau hotel ??? "


" Kantor ... hanya butuh waktu lima menit kesana . Aku tidak yakin bisa menahannya jika kita pulang atau mencari hotel terlebih dahulu "


" Ok ... kita akan lembur disana , siapkan dirimu karena aku tidak akan membuatnya terlalu mudah untukmu " bisik Vania ketika Gema merengkuh pinggang rampingnya untuk beranjak dari tempat itu .

__ADS_1


" Aku nantikan itu sayang ... "


__ADS_2