
" Kau mau kemana Li ?! " tanya Via ketika melihat saudaranya sudah menenteng tas ransel besar di pundaknya , sebuah kanvas besar juga ada di tangan kirinya .
Lia meletakkan kanvasnya dan berjalan menghampiri kakaknya . Sebenarnya ia ingin sekali mengajak sang kakak keluar hari ini tapi Albert benar , kegiatan melukisnya akan banyak makan waktu . Dan Via tak mungkin bisa ikut bersama mereka karena fobianya belum sepenuhnya sembuh .
" Lia mau keluar sebentar Kak , minggu depan ada pameran di sanggar dan Lia belum membuat satupun lukisan "
" Sendirian !? "
" Albert yang akan mengantarku , dia sedang bersama Daddy di ruang gym . Tadi Daddy memanggil Albert datang kesana ketika baru saja datang " ujar Lia menjelaskan .
" Di ruang gym , mau apa mereka ?! " ada sedikit raut khawatir di wajah Via , setahunya Abbio adalah petarung handal .
Via sering melihat adiknya sparring partner dengan sang Daddy tapi kali ini berbeda , dia belum tahu apakah Albert adalah pria yang bisa menghadapi Daddynya .
" Mereka laki laki Kak , paling paling tarung di atas ring ... " sahut Lia dengan senyum lebarnya karena melihat raut khawatir di wajah cantik kakaknya .
__ADS_1
" Ha .. ha .. jangan tegang begitu ! Daddy tidak akan berbuat itu , aku yakin mereka hanya bicara saja . Lagipula Albert juga pasti sedang meminta ijin lebih dulu pada Daddy karena akan membawaku pergi "
DEGGHHHH ...
" Membawaku pergi .... "
Kata kata Odelia itu membuat hatinya berdenyut hebat , terasa sedikit nyeri ! Via merasa biasa jika Lia menjawab semua pesan yang dikirim Jero padanya . Bahkan ketika Lia menggantikan dirinya berkencan pun rasanya hanya biasa saja . Tak terbersit sedikitpun rasa cemburu pada adiknya itu .
Tapi berbeda ketika tahu Albert dan Via hanya akan pergi berdua , ada sedikit rasa iri di hatinya . Entah sejak kapan dia nyaman bersama Albert , pria itu sangat mengerti dirinya . Selalu memperlakukannya dengan penuh kelembutan , tak pernah memaksanya melakukan sesuatu ( yang berhubungan dengan pengobatannya ) jika ia memang tidak mau melakukan .
" Kak .. kenapa ?? "
" Semalam aku sudah ijin pada Daddy untuk semalam menginap di villa keluarga Elda . Dan Daddy mengijinkan dengan syarat menyebalkan seperti biasa " kata Lia .
Via tersenyum ia tahu jika adiknya sangat tidak suka jika harus pergi dengan pengawalan ketat dari sang Daddy . Abbio masih saja menjaga ketat mereka walau mereka sudah sebesar ini .
__ADS_1
Tak lama kemudian Albert datang menghampiri mereka .
" Hai gadis gadis cantik , apa aku mengganggu kalian !? " sapa Albert ramah .
" Kita berangkat sekarang ?? "
" Tentu saja ... sebentar " sahut Albert yang malah duduk berjongkok di depan Via .
" Maaf hari ini kita tidak bisa ngobrol dulu , tapi aku harap nanti sore kau duduk di teras depan . Aku tidak memaksa untuk berlama lama di sana dan aku sudah meminta Aunty Anna untuk menemanimu . Satu yang harus kau ingat ... kau tidak sendiri . Jadi jangan takut dengan langit sore " ujar Albert lembut .
" Kakak harus segera sembuh , minggu depan dia datang ... jadikan itu sebagai semangat " Lia pun memberi semangat pada kakaknya .
Lia hanya mengangguk , dulu dia memang menjadikan Jero sebagai motivasinya untuk sembuh . Tapi entah kenapa nama itu tidak lagi menggetarkan hatinya sejak ia nyaman berbicara dengan psikiaternya .
Via mengagumi Jero ... hanya sebatas itu , dia mengagumi pria itu karena Jero adalah pria pertama yang menjadi temannya . Tapi bersama Albert ia merasa mempunyai seseorang yang mengerti dirinya .
__ADS_1
Via hanya bisa melihat kepergian Albert dan Lia yang sudah melangkah menjauh darinya . Satu hal yang ia mulai mengerti bahwa hatinya sudah mulai terpaut pada seseorang ... Albert . Dan ia berharap Albert pun merasakan hal yang sama pada dirinya .
Dia berhutang penjelasan pada Jero , dia akan minta maaf atas semua yang ia lakukan pada pria muda itu . Via akan mengatakan hal yang sebenarnya jika selama ini bukan dia yang menjawab pesan pesan dari pria itu .