
Langit terbangun ketika merasa seseorang menyentuh wajahnya , sesuatu yang dingin dan lembut yang membuat hatinya terasa tenang .
" Hai Mas sudah bangun ?? "
Langit mengerjabkan mata seakan tak percaya jika wanita yang ada di depannya adalah wanita yang sudah sangat ia rindukan selama ini .
" Sayang ... "
Lulu meraih tangan kanan sang suami dan di kecupnya penuh kelembutan . Dan Langit pun kemudian duduk dan meraih kening istrinya , sungguh dia sangat merindukan wanita halalnya . Dua tangan Lulu menahan dada suaminya ketika tahu Langit ingin mengecup bibirnya .
" Mas ... ada Papa dan Mama " cicit Lulu dengan wajah yang merona .
Langit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika melihat orang orang yang di belakang istrinya . Bumi , Aira , Dewa dan Jasmine sedang geleng geleng kepala melihat tingkahnya yang lama tersiksa rindu .
" Sudah tahu arti istri bagi seorang pria hahh ?? Hina dia lagi dan Papa pastikan kau tidak akan pernah melihatnya lagi ... " geram Bumi yang masih kesal dengan putranya .
" Mas ... " suara Aira yang lembut mampu meredam kekesalan sang singa gurun , Aira tahu putra bungsunya masih belum stabil kejiwaannya . Mereka sempat berbicara dengan dokter yang menangani Langit sebelumnya .
" Biar dia tahu sayang !! Biar dia tahu cara menghargai perempuan "
" Aku melihatnya Pah .... " ujar Langit yang membuat semua yang ada di ruangan itu terdiam , kecuali Lulu yang memang belum mengetahui apa yang di maksud suaminya .
" Aku melihat Kak Cherry dengan mata kepalaku sendiri , dia ada di kafe yang sama denganku waktu itu "
__ADS_1
Aira menatap tajam suaminya , sorot matanya seperti sedang menanyakan kebenaran perkataan pada pilar pertama itu .
" Apa Kak Cherry masih hidup ?? Apa sedang menderita seorang diri di luar sana ?? Kita cari dia Pah ... dia pasti butuh kita ! Minta Uncle Adam atau Kak Gema membantu mencarinya !! "
Lulu langsung menekan lembut dan membelai dada suaminya .
" Mas ... sudah ya , Papa pasti bisa menanganinya . Mas istirahat disini agar kita bisa cepat pulang " ujar Lulu yang sebenarnya cukup terkejut dengan kondisi Langit yang seperti itu .
Langit terlihat sedang labil , suaminya seperti sedang mengeluarkan sesuatu yang sudah terpendam lama . Emosi berlebihan yang membuat Langit seperti bukan dirinya sendiri .
Aira memberi isyarat pada suami dan adiknya untuk keluar dari ruangan Langit , wanita itu ingin membicarakan sesuatu .
" Mama dan Papa keluar sebentar minum kopi ... tunggu suamimu disini dulu sayang " ujar Aira pada menantunya .
Langit mendekap erat istrinya saat semua orang sudah keluar ruangan , pria itu merasa damai ketika berada dalam pelukan istrinya .
Lulu tersenyum dan menciumi pucuk kepala suaminya , pria tampan dengan tubuh tinggi besar itu saat ini seperti anak yang merajuk pada ibunya .
" Aku tidak pernah pergi Mas , bukannya aku pernah berjanji padamu ? Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu . Tapi kadang kita butuh waktu untuk sendiri agar kita bisa introspeksi diri "
" Aku mencintaimu sayang , aku bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama ! Aku akan belajar menjadi pria yang baik untukmu "
" Kita sama sama belajar Mas ... "
__ADS_1
Dan di kantin rumah sakit Bumi dan Dewa sedang menggaruk tengkuk mereka karena tatapan penuh pertanyaan dari Aira . Mereka merasa tatapan itu lebih tajam dari belati yang sering mereka pakai untuk latihan melempar .
" Jelaskan padaku Mas ... sudah puluhan tahun tapi ternyata kalian masih bisa menyimpan kebohongan dari kami "
" Sayang ... ini tidak seperti apa yang kau pikirkan " sahut Bumi .
" Semua terjadi begitu cepat waktu itu , kami tidak bermaksud menyembunyikan ini dari kalian . Tapi butuh waktu untuk menjelaskan semua ... "
" Harus selama ini ?? Kalian pikir kami ini apa Mas ??! Apa kalian pikir kami tidak bisa mencerna apa yang akan kalian katakan atau jelaskan ?? " kata Aira dengan nada yang semakin tinggi , wanita itu kesal karena suaminya mampu menyembunyikan hal sebesar ini padanya .
" Sabar Mbak ... waktu itu kami pun shock ketika mengetahui kenyataan bahwa gadis kecil yang kami asuh sejak kecil ternyata tidak sebaik yang terlihat " jelas Dewa agar kakaknya tidak telanjur emosi .
" Diam Wa !! Embak sedang bicara pada Mas mu ... kenapa kau juga jadi ikut ikutan mereka !! Sejak kecil kita bersama , apa itu kurang membuatmu percaya pada Embak ?? "
" Pria yang Langit tembak sebenarnya adalah salah satu pion Cherry . Pion yang digunakan untuk merusak keluarga kita , Cherry ingin membuat keluarga kita perlahan hancur dari dalam karena gadis itu tahu tidak mungkin menjatuhkan Adipraja dari luar . Dan sayangnya Langit adalah target pertamanya karena anak itu dari kecil sangat menyayangi kakaknya "
" Tidak mungkin .... " Aira dan Jasmine bersuara hampir bersamaan .
" See ?? Kalian lihat kan ?? Kami pun tak percaya waktu itu , Kak Adam menyelidiki bahwa Cherry merencanakan ini bersama kakeknya, Putra . Pria tua itu mencekoki Cherry dengan racun yang membuat gadis kecil kita memendam dendam " jelas Dewa .
" Kami membiarkannya untuk sementara waktu , berharap dia akan menyadari kesalahannya . Tapi malah menjadi semakin parah ... tapi kami tak bisa berbuat apa apa karena Papa sudah pernah melarang kami menyakitinya " sambung Bumi menjelaskan .
" Kami minta maaf jika apa yang kami lakukan salah , Langit down waktu itu ... jika semua ini kami ungkapkan kami khawatir dia akan bertambah parah . Embak tahu sendiri kondisi Langit waktu itu kan ?? Kami hanya melakukan apa yang kami anggap baik dan maaf jika itu menyakiti kalian "
__ADS_1
" Tapi lebih menyakitkan jika kalian berbohong pada kami Wa ... Embak tidak pernah suka kebohongan . Tapi ya sudah , kita tidak akan memperpanjang ini . Kami percaya pada kalian !! Sekarang yang penting adalah kondisi Langit , cepat lambat dia harus tahu yang sebenarnya sebelum dia tahu dari orang lain "
" Aku sendiri yang akan berbicara padanya sayang .... " ujar Bumi yang diangguki oleh istrinya .