
" Kak Via nih pujaan hati kirim pesan nihh !!! " teriak Lia yang sedang ada di taman belakang membantu Anna berkebun .
Olivia juga sempat membantu tadi tapi fisiknya memang tidak sekuat Lia , jadi gadis itu hanya membantu sebentar . Via sedang ada di dapur membuat minuman segar untuk adik dan ibunya .
" Jawab saja , paling Jero nanyain aku lagi apa " jawab Via yang membawa nampan berisi dua gelas jus .
" Tidak boleh seperti itu , yang Jero .mau dia berkirim pesan dengan kamu Via . Jika Lia yang menjawab itu namanya kalian menipunya , kasihan dia ! Sudah sering begitu !? " tanya Anna pada dua putrinya .
Via dan Lia mengangguk pelan bersamaan , kadang Via tidak percaya diri untuk membalas semua pesan dari Jero . Dia merasa semua yang di bicarakan atau ditanyakan oleh Jeronimo tidak ' nyambung ' dengannya .
Sedang Lia hanya murni berusaha membantu menyatukan dua hati yang sedang berjauhan itu . Via mempunyai watak yang terlalu tertutup , gadis itu hanya bisa terbuka pada orang orang tertentu yang sudah sangat dekat dengannya .
" Jero pemuda yang baik dan dia tulus berteman dengan kalian "
" Kami tahu Mom , kami juga sangat tahu batasan kami "
" Ya sudah , Mommy akan siapkan makan siang untuk Daddy ! Siang ini Daddy mau Mommy ke kantor mengantar makan siangnya "
" Baik Mom , biar Lia yang teruskan menanam bunganya " ujar Lia mengambil beberapa tanaman yang belum sempat di tanam oleh ibunya tadi .
Dan Anna segera menuju dapur , Abbio tak pernah berubah dari dulu . Sulung Al Shamma itu masih sangat manja pada istrinya . Salah satunya dengan selalu makan siang yang diantar oleh istrinya jika dia tidak keluar meeting .
__ADS_1
" Minum dulu jusnya Li ! Sudah kau jawab pesan Jero ??! "
" Kak Via kan dengar tadi Mommy bilang apa , kita nggak boleh nipu orang . Kalau Kak Jero mengirim pesan pada Kakak itu artinya Kakak sendiri yang harus membalasnya "
Olivia membuka ponselnya , dan benar saja ternyata Jero sedang bertanya tentang kegiatannya hari ini .
Jero : Apa kau sedang melukis ?? Katakan padaku apa yang kau lukis hari ini ?
Via hanya menatap tiap huruf yang ada di ponselnya karena ia tidak tahu harus menjawab apa .
" Apa hari ini kau melukis Li ?? "
" Nggak sempat , kan Kak Via tahu dari pagi aku berkebun dengan Mommy "
Me : Dari pagi aku berkebun dengan Mommy , mungkin jika ada waktu luang aku akan melukis lagi .
Jero : Kau simpan lukisan diriku , jika boleh apakah suatu saat kau bisa melukis dirimu dan aku menyimpannya .
Me. : Tidak ... aku tidak bisa melukis diriku sendiri
Tiba tiba Olivia menyerahkan ponselnya pada Lia yang masih sibuk dengan tanamannya .
__ADS_1
" Li tolong jawab pesan Jero dulu , Kakak mau pergi ke toilet sebentar . Kasihan kalau nunggu balesannya lama "
Karena sangat tiba tiba Lia menerima begitu saja ponsel uang diserahkan oleh kakaknya .
" Lhohh ehhh kok jadi Lia lagi sih .... "
Lia hanya bisa berdecak kesal ketika melihat Via sudah berlari menjauh , sepertinya gadis itu memang sedang sangat ingin ke toilet .
Jero : Kenapa tidak bisa melukis diri sendiri !?
Me : Karena hanya orang lain yang bisa melihatku . Aku tidak bisa melihat diriku sendiri
Jero : Hanya aku yang boleh melihatmu
Me : Kau bahkan tidak pernah bisa melihatku , aku terlalu jauh untuk kau jangkau .
Jero : Kita akan buktikan ! Dua bulan lagi aku akan datang saat ulang tahunmu . Aku akan bisa melihatmu walau aku menutup mataku . Aku melihatmu dengan cintaku
Me : Buktikan itu
Odelia menghirup nafasnya dalam dalam , dua bulan lagi mereka akan kembali bertemu . Tapi mereka akan tetap menjadi asing walau mereka sudah berjanji untuk tidak saling meninggalkan .
__ADS_1
Mereka akan menjadi dua orang yang terpisah walau sudah berjanji akan bersatu dua tahun lagi , saat Jero bisa membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dia bisa menjadi pria yang bertanggung jawab dan bisa di banggakan keluarganya .
Mungkin ciuman itu akan menjadi satu satunya kenangan indah yang akan Lia simpan untuk dirinya sendiri . Apapun yang terjadi Olivia harus bahagia karena hati Jero memang tertambat untuknya .