Water N Fire

Water N Fire
206


__ADS_3

Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan . Albert ternyata membawa Odelia ke sebuah kawasan hutan wisata yang tak jauh dari villa keluarga Elda .


" Hutan ?? Kau ingin aku melukis hutan ini !? " tanya Lia ketika mereka turun dari mobil .


Walau hutan itu adalah tempat wisata tapi hanya tampak beberapa orang yang berada di kawasan itu . Sepertinya tidak ada yang istimewa dengan hutan itu , hanya pohon pohon menjulang yang bisa Lia lihat .


" Kita perlu sedikit berjalan ke sana , dulu tempat ini belum terjamah sama sekali . Aku selalu datang ke tempat ini jika sedang berkunjung ke rumah keluarga Elda "


" Sendiri ?? "


" Tidak , aku punya beberapa teman lama di sini ! Biar aku yang bawa ... " jawab Albert meraih ransel yang bawa oleh gadis yang berjalan di sampingnya .


" Terimakasih "


Odelia hanya bisa berdecak kagum ketika mereka sampai di sebuah kawasan air terjun dengan ketinggian yang lumayan . Wajahnya bahkan bisa merasakan sapuan dari cipratan air walau jarak mereka dengan air terjun masih jauh .


" Suka ?? "


" Banget .... " jawab Lia merentangkan tangan sambil memejamkan matanya , gadis itu menghirup udara segar yang memanjakan inderanya . Pemandangan hijau disekitarnya juga mampu menenangkan hatinya .


Dahi Albert mengernyit ketika melihat gadis itu meletakkan kanvas dan malah membuka jaket dan ripped jeans yang di kenakannya . Untung gadis itu memakai kaos oversize yang mampu menutupi area bawahnya .


" Kau mau apa Li ??!! " panik Albert ketika gadis itu mulai berjalan mendekat ke arah mata air .


" Masak !!! " pekik Lia sekenanya


" Ckk .. aku serius Li !! Udaranya terlalu dingin untuk bermain air , bisa bisa kau malah kena flu nanti . Aku sudah berjanji pada Uncle untuk menjagamu !! "


Lia sama sekali tak menghiraukannya , gadis cantik itu tetap berjalan ke arah air dan ...

__ADS_1


BYURRRRR ....


" Dasar bandel ... " gerutu Albert ketika gadis itu sudah menceburkan dirinya ke air .


Padahal ia sudah membayangkan jika ia akan duduk di sisi Lia yang melukis di atas kanvasnya . Pasti akan menyenangkan ketika bisa menikmati pemandangan indah di depannya bersama gadis yang ia cintai .


Tapi ketenangannya tak berlangsung lama ketika gadis itu tak muncul muncul juga ke permukaan .


" Jangan jangan .... "


BYUUURRRRR ...


Tanpa pikir panjang setelah melempar ransel yang di bawanya tanpa pikir panjang Albert langsung terjun ke air di bawahnya , ia khawatir jika Odelia tak bisa berenang karena mata air di depannya memang sangat dalam .


Tapi di dalam air pun ia tak bisa menemukan siapapun , Albert naik ke permukaan ketika dirasa sudah kehabisan nafasnya . Dan dia menggeram ketika dilihatnya Lia sudah duduk di batuan yang ada di atasnya sambil tertawa ke arahnya .


Berkali kali ia susah menelan salivanya karena saat ini gadis itu sangat indah di matanya . Albert dapat melihat siluet lekuk tubuh di dalam kaos warna hitam yang sudah basah itu walau kaos yang di kenakan Lia berbahan cukup tebal .


" Jadi kau sengaja tadi .... "


" lni terlalu indah untuk dilewatkan , sayang jika kita hanya duduk dan melihatnya . Airnya sangat segar dan kurasa tidak apa apa jika kita bermain sebentar " ujar Lia kembali menceburkan dirinya ke dalam air .


" Tapi kau harus melukis Li !! Akan terlalu sore jika kau tak memulainya sekarang "


" Aku bisa mengambil gambarnya nanti dengan ponsel , aku bisa melukis kapan saja Al ... sekarang jangan berpikir apapun . Kejar aku !! Aku punya beberapa permen coklat jika kau bisa menangkapku !! " pekik Lia sambil berenang menjauh .


" Tapi aku tidak suka coklat , boleh aku minta yang lain ?? "


" Tidak !!! Aku tahu apa yang akan kau minta ... jangan sekalipun berani meminta apa yang ada di dalam otakmu !! " sahut Lia tanpa memandang lawan bicaranya .

__ADS_1


Dan Albert hanya tertawa mendengarnya , sepertinya tidak akan mudah menakhlukkan wanita impiannya . Gadis cantik dengan segala kelebihan ataupun kekurangan yang tak henti membuatnya kagum .


Puas bermain air mereka kemudian berjemur di atas batuan untuk menghangatkan badan mereka . Odelia meraih tasnya ketika mendengar notif pesan yang berbunyi , ia berpikir mungkin Anna atau Elda yang mengirim pesan untuknya .


Tapi matanya mengernyit ketika ternyata ponsel Via yang ada di dalam tasnya . Padahal ia merasa sudah membawa ponsel yang benar tadi , warna ponselnya dan ponsel milik Via memang sama persis .


" Kenapa ?? " tanya Albert yang melihat Lia memandangi ponsel yang berada di tangannya .


" Tidak apa apa ... " sahut Lia , tidak mungkin ia mengatakan jika ponselnya tertukar .


Gadis itu menghela nafasnya ketika tahu Jero yang sedang mengirimi Via pesan .


Jero : Sedang apa ?


Me : Hang out ...


Jero : Biar aku tebak , kau pasti sedang hang out di mall bersama teman temanmu


Me : Sayangnya tebakanmu salah ...


Jero : So ???


Me : di sini ...


Lia kemudian mengirim beberapa foto pemandangan yang ada di depannya dari beberapa sudut .


Jero : Amazing ... bisakah kita datang ke tempat itu besok ?? Satu minggu lagi adalah hari ulang tahunmu dan aku akan menepati janjiku untuk datang


Me : Aku tidak tahu ... kita lihat saja besok

__ADS_1


Lia menutup ponselnya , ia berharap saat itu Via sudah bisa berada di tengah alam seperti ini . Gadis itu yakin Jero akan memberi kekuatan pada Via untuk bisa menghadapi semuanya .


__ADS_2