Water N Fire

Water N Fire
151


__ADS_3

" Ckk .. sini nurut ngapa sih !!? Gantian gue yang bantuin elo buat nembak si Pia " ujar Vania menarik tangan Jero agar ikut bersamanya .


Weekend ini Jero ingin menagih janji pada Olivia untuk pergi nonton dan makan bersama .


" Bukan Pia ....Via !! Elo mau apain gue sih ?? Awas ya kalau pake acara kutek kutek kaki sama tangan gue !! Nggak bakal gue restui. elo jadi kakak ipar , gue cariin kandidat lain buat Kak Gema .... " ancam Jero yang mencium bau kejahilan dari Vania .


" Nggak bakal gue apa apain !! Kemarin gue punya krim yang bikin wajah glowing gitu . lni krim recomended dari nyokap elo juga !!! Elo mau kan pas ketemu itu di Pia langsung bilang We O We ?? "


" Enggak ... sekali enggak tetep enggak !! Krim apaan yang ada ntar gue dibilang penghuni malam perempatan jalan . Jauh jauh hushhh ... husshhh " kata Jero sambil mendorong tubuh mungil itu keluar dari kamarnya .


Setelah selesai merapikan diri Jero keluar dengan membawa kunci mobil ditangannya , tapi dahinya mengernyit ketika Vania pun terlihat sudah mengenakan pakaian rapi .


" Mau live streaming lagi sama kak Gema ?? Tumben rapi ... "


" Enggak "


" Terus rapi gitu mau kemana !? "


" lkut elo .... "

__ADS_1


Jero menghentikan langkahnya dan memijit dahinya , gadis didepannya selalu bisa sukses mengacaukan harinya .


" Nggak usah di tekuk tekuk gitu mukanya , gue cuma numpang sampai blok depan "


" Mau ngapain elo di blok depan , berantem lagi !? "


" Seudzon !! Gue mau ketemu sama Uncle Zahid ngomongin soal kerjasama . Tuh Ellard Kyle udah di depak jadi nggak ada salahnya gue ngelobi kerjasama dengan Al Shamma " jelas Vania .


" Tapi elo tetep harus hati hati Van , tak ada yang tahu apa yang bisa dilakukan pria dengan dendam di hati . Vergel pasti udah kolaborasi sama dia buat ngancurin keluarga kita , walau kekuatan mereka tidak seperti kemarin lagi tapi tetap saja kita harus hati hati . Ngerti ???? " ujar Jero yang tahu gadis di depannya adalah tipe gadis tak terduga .


" lyaaaa ... bawel !! " sungut Vania yang mengikuti langkah Jero menuju basement tempat parkir mobil .


Vania menarik lengan Jero ketika pria muda itu ingin menghampiri dan menolong wanita tua yang hanya berada tak jauh dari mereka .


" Ckk apaan sih pakai narik tangan gue !? Kita tolong itu nenek neneknya dulu ... kasihan "


" Bukannya elo ya yang barusan bilang kalau gue harus lebih hati hati . Tuh nenek nenek mencurigakan banget !! lni basement di lantai tiga ... masa iya dia bisa naik ke sini sama bawa belanjaan banyak banget gitu "


" Kan bisa naik lift ... "

__ADS_1


" Mata elo siwer ??? Nih lift di belakang kita terus nenek itu arah jalannya mau kesini . Berarti dia sengaja agar bisa langsung terlihat sama kita . Elo pikir aja badan setua itu belanjaannya dua kantong besar gitu nggak kira kira !! Gue aja pasti bengek kalau suruh ngangkat "


" Tapi Van ... "


" Udah kita ambil ambil jalan lain biar nggak ketemu dia , mencegah lebih baik daripada mengobati "


" Maksud elo ?? "


" Maksud gue kita udah telat !! Sepuluh menit lagi uncle Zahid pasti udah datang " gerutu Vania .


" Terus nenek itu ?? "


" Elo pikir kita penghuni satu satunya apartemen ini !? Udah cepetan .... "


Jero terpaksa mengikuti Vania menuju mobilnya , tapi tak lama kemudian terdengar bunyi suara tembakan walau sangat pelan karena menggunakan peredam . Jero sudah sangat terlatih untuk mendengar hal itu .


" Van ... kita lihat dulu !! "


Vania kembali menarik tangan Jero agar tidak pergi .

__ADS_1


" Gue bilangin !! Nggak semua harus elo sendiri yang menangani , aku yakin para penjagamu tahu apa yang harus mereka lakukan untuk tuan Muda mereka . Sekarang tugasmu adalah menikmati kencanmu "


__ADS_2