
" Ckk .. sini nurut ngapa sih !!? Gantian gue yang bantuin elo buat nembak si Pia " ujar Vania menarik tangan Jero agar ikut bersamanya .
Weekend ini Jero ingin menagih janji pada Olivia untuk pergi nonton dan makan bersama .
" Bukan Pia ....Via !! Elo mau apain gue sih ?? Awas ya kalau pake acara kutek kutek kaki sama tangan gue !! Nggak bakal gue restui. elo jadi kakak ipar , gue cariin kandidat lain buat Kak Gema .... " ancam Jero yang mencium bau kejahilan dari Vania .
" Nggak bakal gue apa apain !! Kemarin gue punya krim yang bikin wajah glowing gitu . lni krim recomended dari nyokap elo juga !!! Elo mau kan pas ketemu itu di Pia langsung bilang We O We ?? "
" Enggak ... sekali enggak tetep enggak !! Krim apaan yang ada ntar gue dibilang penghuni malam perempatan jalan . Jauh jauh hushhh ... husshhh " kata Jero sambil mendorong tubuh mungil itu keluar dari kamarnya .
Setelah selesai merapikan diri Jero keluar dengan membawa kunci mobil ditangannya , tapi dahinya mengernyit ketika Vania pun terlihat sudah mengenakan pakaian rapi .
" Mau live streaming lagi sama kak Gema ?? Tumben rapi ... "
" Enggak "
" Terus rapi gitu mau kemana !? "
" lkut elo .... "
__ADS_1
Jero menghentikan langkahnya dan memijit dahinya , gadis didepannya selalu bisa sukses mengacaukan harinya .
" Nggak usah di tekuk tekuk gitu mukanya , gue cuma numpang sampai blok depan "
" Mau ngapain elo di blok depan , berantem lagi !? "
" Seudzon !! Gue mau ketemu sama Uncle Zahid ngomongin soal kerjasama . Tuh Ellard Kyle udah di depak jadi nggak ada salahnya gue ngelobi kerjasama dengan Al Shamma " jelas Vania .
" Tapi elo tetep harus hati hati Van , tak ada yang tahu apa yang bisa dilakukan pria dengan dendam di hati . Vergel pasti udah kolaborasi sama dia buat ngancurin keluarga kita , walau kekuatan mereka tidak seperti kemarin lagi tapi tetap saja kita harus hati hati . Ngerti ???? " ujar Jero yang tahu gadis di depannya adalah tipe gadis tak terduga .
" lyaaaa ... bawel !! " sungut Vania yang mengikuti langkah Jero menuju basement tempat parkir mobil .
Vania menarik lengan Jero ketika pria muda itu ingin menghampiri dan menolong wanita tua yang hanya berada tak jauh dari mereka .
" Ckk apaan sih pakai narik tangan gue !? Kita tolong itu nenek neneknya dulu ... kasihan "
" Bukannya elo ya yang barusan bilang kalau gue harus lebih hati hati . Tuh nenek nenek mencurigakan banget !! lni basement di lantai tiga ... masa iya dia bisa naik ke sini sama bawa belanjaan banyak banget gitu "
" Kan bisa naik lift ... "
__ADS_1
" Mata elo siwer ??? Nih lift di belakang kita terus nenek itu arah jalannya mau kesini . Berarti dia sengaja agar bisa langsung terlihat sama kita . Elo pikir aja badan setua itu belanjaannya dua kantong besar gitu nggak kira kira !! Gue aja pasti bengek kalau suruh ngangkat "
" Tapi Van ... "
" Udah kita ambil ambil jalan lain biar nggak ketemu dia , mencegah lebih baik daripada mengobati "
" Maksud elo ?? "
" Maksud gue kita udah telat !! Sepuluh menit lagi uncle Zahid pasti udah datang " gerutu Vania .
" Terus nenek itu ?? "
" Elo pikir kita penghuni satu satunya apartemen ini !? Udah cepetan .... "
Jero terpaksa mengikuti Vania menuju mobilnya , tapi tak lama kemudian terdengar bunyi suara tembakan walau sangat pelan karena menggunakan peredam . Jero sudah sangat terlatih untuk mendengar hal itu .
" Van ... kita lihat dulu !! "
Vania kembali menarik tangan Jero agar tidak pergi .
__ADS_1
" Gue bilangin !! Nggak semua harus elo sendiri yang menangani , aku yakin para penjagamu tahu apa yang harus mereka lakukan untuk tuan Muda mereka . Sekarang tugasmu adalah menikmati kencanmu "