Water N Fire

Water N Fire
81


__ADS_3

Ava bergelayut manja di lengan sang suami , saat ini mereka ada di balkon villa tempat mereka menginap .


" Dingin ... " lirih Ava mengeratkan pelukannya , Janu tersenyum dan mengelus lembut punggung istrinya .


" Dari tadi diajakin masuk enggak mau "


" Suasana di sini enak banget , sayang kalau di lewatin " kata Ava dengan melihat cerahnya langit malam itu .


Bintang bintang bertaburan dengan bulan berwarna kekuningan berbentuk sabit di antaranya .


" Tadi seharian ditinggal Abang kamu ngapain aja !? "


" Sama ltem jalan jalan ke bawah , di sana ada pasar jajanan tradisional !! Kuenya enak enak banget lho ... "


" Kok Abang enggak di bagi kuenya , masa Abang kalah sama ltem sih !! " gerutu Janu pura pura merajuk .


" Ke pasarnya kan tadi pagi , kue kue tradisional kebanyakan pake santan . Basi kalau kelamaan enggak di makan . Makannya harus fresh gitu ... "


" Kalau enggak kebagian makan kue Abang makan kamu boleh !? " goda Janu sambil mencium gemas pipi istrinya .


" Abang mau sekarang ?? "


" Dari kemarin malah ... kamunya yang lari "


" Ehmmm maafin Ava ya Bang !! Ava udah durhaka , Abang lagi pengen malah Ava tinggal lari . Waktu itu kayaknya Ava salah lihat , efek baru lihat begituan pertama kali "


Janu terkekeh mendengar celoteh istri cantiknya . Ava adalah gadis modern tapi dia hidup dengan gemblengan keras agar menjadikannya wanita terhormat . Ayah dan kakaknya selalu mengawasi pergaulannya agar berada dalam jalur yang sewajarnya .


" Memang kalau sekarang udah siap ??! " tanya Janu bersemangat .

__ADS_1


" Siap sih .... tapi Abang harus janji dulu "


" Janji apa memang ?? "


" Pelaaaaannnn .... "


" Cuma itu ?? "


" Sementara itu dulu ... "


SYUUUTTTTT ...


Dengan hati membuncah Janu membopong tubuh sintal istrinya masuk ke dalam kamarnya . Perlahan direbahkannya tubuh itu ke ranjang , sementara pria muda itu sudah melepas kaos dan celana satin panjangnya hingga kini hanya satu penghalang yang terlihat menutup bagian bawahnya .


" Kok di lepas sekarang Bang ?? "


" Kan kamu yang bilang kalau udah siap jadi milik Abang sekarang , kalau nanti nanti ribet lepasnya .... keburu ingin masuk "


Janu tidak begitu memperhatikan kata kata yang keluar dari mulut istrinya , entah .... tapi otaknya sudah travelling ketika melihat tubuh putih Ava yang hanya mengenakan dua kain penutup atas dan bawah .


" Sayang ... "


Janu mengangkat tubuh yang hampir polos sempurna itu ke atas pangkuannya dan diraihnya wajah cantik yang sudah merona itu hingga tak berjarak dari wajahnya . Tangan Ava pun reflek melingkar di leher suaminya .


" Aku mencintaimu Queen Ava ... "


Dan dua bibir itu kemudian bertaut , Janu benar benar memperlakukan sang istri penuh dengan kelembutan agar kejadian yang lalu tidak terulang . Dia ingin Ava benar benar menikmati malam ini , malam dimana mereka akan benar benar menyatukan cinta mereka .


Beberapa saat setelah keduanya sudah sama sama polos sempurna dengan keringat yang mulai mengalir ditubuh , Janu beranjak dan mulai memposisikan dirinya untuk masuk ke tubuh istrinya .

__ADS_1


" Abaaannggg .... " lirih Ava yang kembali melihat sesuatu di bawah sana yang sudah berdiri dengan kokohnya .


" Abang janji pelan pelan sayang , mungkin akan sedikit sakit pada awalnya ... tahan dikit yaaaa "


Walaupun sedikit ngeri tapi Ava mencoba bertahan , cepat atau lambat dirinya akan menjadi milik sang suami seutuhnya .


Ava mencengkeram lengan Janu ketika merasakan sesuatu yang besar memaksa untuk masuk di bawah sana .


" Akkhhhh ... sakit Abaanngg !!! " pekiknya tertahan ketika akhirnya sesuatu itu penuh sesak memenuhi dirinya .


" Tahan yaaa .... "


Dan malam itu cinta mereka benar benar melebur menjadi satu , walau awalnya merasa kesakitan nyatanya Ava perlahan bisa menikmati alurnya . Semua berjalan hanya sesuai nalurinya saja karena ini yang pertama untuk keduanya .


Janu memeluk erat tubuh sang istri yang sudah terlihat sangat lelah karena sudah tiga kali mengantarnya menuju puncak hasratnya .


" Capek ?? " tanya Janu menggigit lembut pundak Ava yang masih polos dipelukannya .


" Abang bohong ... pelan pelan apanya !! "


" Gemes soalnya !! " sahut Janu dengan terkekeh , awalnya memang pelan pelan tapi lama kelamaan dia tak bisa menahan dirinya lagi . Semakin cepat semakin dirinya terbawa ke awang awang .


" Abang ambilin coklat di meja itu , Ava laper "


" Coklat !!? Memang ada ? Kan tadi sore kita nggak jadi cari minimarket .... "


" Terus itu di meja apa ?? "


Mata Janu mengarah pada sesuatu yang ditunjuk oleh istrinya , sebuah kotak kecil berwarna coklat tergeletak di sana .

__ADS_1


" Ya Tuhan sayang ... !!! "


__ADS_2