
Ava bergelayut manja di lengan sang suami , saat ini mereka ada di balkon villa tempat mereka menginap .
" Dingin ... " lirih Ava mengeratkan pelukannya , Janu tersenyum dan mengelus lembut punggung istrinya .
" Dari tadi diajakin masuk enggak mau "
" Suasana di sini enak banget , sayang kalau di lewatin " kata Ava dengan melihat cerahnya langit malam itu .
Bintang bintang bertaburan dengan bulan berwarna kekuningan berbentuk sabit di antaranya .
" Tadi seharian ditinggal Abang kamu ngapain aja !? "
" Sama ltem jalan jalan ke bawah , di sana ada pasar jajanan tradisional !! Kuenya enak enak banget lho ... "
" Kok Abang enggak di bagi kuenya , masa Abang kalah sama ltem sih !! " gerutu Janu pura pura merajuk .
" Ke pasarnya kan tadi pagi , kue kue tradisional kebanyakan pake santan . Basi kalau kelamaan enggak di makan . Makannya harus fresh gitu ... "
" Kalau enggak kebagian makan kue Abang makan kamu boleh !? " goda Janu sambil mencium gemas pipi istrinya .
" Abang mau sekarang ?? "
" Dari kemarin malah ... kamunya yang lari "
" Ehmmm maafin Ava ya Bang !! Ava udah durhaka , Abang lagi pengen malah Ava tinggal lari . Waktu itu kayaknya Ava salah lihat , efek baru lihat begituan pertama kali "
Janu terkekeh mendengar celoteh istri cantiknya . Ava adalah gadis modern tapi dia hidup dengan gemblengan keras agar menjadikannya wanita terhormat . Ayah dan kakaknya selalu mengawasi pergaulannya agar berada dalam jalur yang sewajarnya .
" Memang kalau sekarang udah siap ??! " tanya Janu bersemangat .
__ADS_1
" Siap sih .... tapi Abang harus janji dulu "
" Janji apa memang ?? "
" Pelaaaaannnn .... "
" Cuma itu ?? "
" Sementara itu dulu ... "
SYUUUTTTTT ...
Dengan hati membuncah Janu membopong tubuh sintal istrinya masuk ke dalam kamarnya . Perlahan direbahkannya tubuh itu ke ranjang , sementara pria muda itu sudah melepas kaos dan celana satin panjangnya hingga kini hanya satu penghalang yang terlihat menutup bagian bawahnya .
" Kok di lepas sekarang Bang ?? "
" Kan kamu yang bilang kalau udah siap jadi milik Abang sekarang , kalau nanti nanti ribet lepasnya .... keburu ingin masuk "
Janu tidak begitu memperhatikan kata kata yang keluar dari mulut istrinya , entah .... tapi otaknya sudah travelling ketika melihat tubuh putih Ava yang hanya mengenakan dua kain penutup atas dan bawah .
" Sayang ... "
Janu mengangkat tubuh yang hampir polos sempurna itu ke atas pangkuannya dan diraihnya wajah cantik yang sudah merona itu hingga tak berjarak dari wajahnya . Tangan Ava pun reflek melingkar di leher suaminya .
" Aku mencintaimu Queen Ava ... "
Dan dua bibir itu kemudian bertaut , Janu benar benar memperlakukan sang istri penuh dengan kelembutan agar kejadian yang lalu tidak terulang . Dia ingin Ava benar benar menikmati malam ini , malam dimana mereka akan benar benar menyatukan cinta mereka .
Beberapa saat setelah keduanya sudah sama sama polos sempurna dengan keringat yang mulai mengalir ditubuh , Janu beranjak dan mulai memposisikan dirinya untuk masuk ke tubuh istrinya .
__ADS_1
" Abaaannggg .... " lirih Ava yang kembali melihat sesuatu di bawah sana yang sudah berdiri dengan kokohnya .
" Abang janji pelan pelan sayang , mungkin akan sedikit sakit pada awalnya ... tahan dikit yaaaa "
Walaupun sedikit ngeri tapi Ava mencoba bertahan , cepat atau lambat dirinya akan menjadi milik sang suami seutuhnya .
Ava mencengkeram lengan Janu ketika merasakan sesuatu yang besar memaksa untuk masuk di bawah sana .
" Akkhhhh ... sakit Abaanngg !!! " pekiknya tertahan ketika akhirnya sesuatu itu penuh sesak memenuhi dirinya .
" Tahan yaaa .... "
Dan malam itu cinta mereka benar benar melebur menjadi satu , walau awalnya merasa kesakitan nyatanya Ava perlahan bisa menikmati alurnya . Semua berjalan hanya sesuai nalurinya saja karena ini yang pertama untuk keduanya .
Janu memeluk erat tubuh sang istri yang sudah terlihat sangat lelah karena sudah tiga kali mengantarnya menuju puncak hasratnya .
" Capek ?? " tanya Janu menggigit lembut pundak Ava yang masih polos dipelukannya .
" Abang bohong ... pelan pelan apanya !! "
" Gemes soalnya !! " sahut Janu dengan terkekeh , awalnya memang pelan pelan tapi lama kelamaan dia tak bisa menahan dirinya lagi . Semakin cepat semakin dirinya terbawa ke awang awang .
" Abang ambilin coklat di meja itu , Ava laper "
" Coklat !!? Memang ada ? Kan tadi sore kita nggak jadi cari minimarket .... "
" Terus itu di meja apa ?? "
Mata Janu mengarah pada sesuatu yang ditunjuk oleh istrinya , sebuah kotak kecil berwarna coklat tergeletak di sana .
__ADS_1
" Ya Tuhan sayang ... !!! "