Water N Fire

Water N Fire
181


__ADS_3

Jeronimo dan beberapa teman asrama mendapat tugas untuk melihat langsung proses produksi sekaligus pemasaran sebuah brand pakaian ternama di Perancis . Hal itu bertujuan agar mahasiswa melihat secara langsung bagaimana berjalannya sebuah perusahaan .


Dan sorenya ketika mereka sudah mendapat waktu istirahat , kebanyakan di gunakan untuk hang out melihat kota fashion ini . Jero dan salah seorang temannya memilih untuk berjalan jalan di sekitar hotel tempat mereka menginap karena Jasmine melarang keras putranya untuk masuk ke sebuah night club ataupun minum minuman keras .


" Nggak ikut mereka clubbing Jer !? Gue kira anak orang kaya kayak elo hobi hura hura " tanya seorang teman yang saat ini sedang berjalan menyusuri jalan bersama Jero .


" Enakan kayak gini , lebih seger udaranya ! Sumpek kalau night club" jawab Jero sekenanya , dari dulu ia memang tidak penasaran dengan dunia malam .


Langkah pria tampan putra dari bungsu Adipraja itu terhenti di sebuah bangunan besar yang terlihat cukup ramai pengunjung .


PAMERAN LUKISAN ...


" Elo mau ke dalam ?? Pasti membosanksn melihat gambar gambar yang nggak kita tahu artinya "


" Kita coba .. sepertinya menarik " sahut Jero sambil melangkah ke dalam gedung seni di depannya .


Jero pun tak habis pikir entah kenapa tiba tiba ia ingin sekali masuk dan melihat lukisan lukisan yang di pajang di dalam gedung seni itu . Suasana di dalam dengung tidak seramai tadi di luar karena pengunjung wajib tenang dan mereka tidak boleh berkerumun di satu lukisan .


" Ckk ... yang disana gambar ikan , itu rumah dan yang ini gue nggak tahu apa bentuknya " keluh Max , teman satu asrama yang saat ini menemani Jero melihat pameran lukisan .


" ltu lukisan abstrak ... kalau enggak salah itu lukisan gadis kecil yang bermain dengan bonekanya " ujar Jero masih fokus mengamati gambar abstrak yang menurutnya menarik itu .

__ADS_1


" Jer ... elo ngerasa enggak ?? Dari tahu orang orang yang melewati kita pasti perhatiin muka elo . Emang ganteng sih ... tapi norak banget sih masa iya sampai nenek nenek juga perhatiin muka elo " cicit Max yang merasa seorang wanita tua yang barusan lewat juga memperhatikan wajah Jero .


" Ssssttt ... berisik banget sih elo dari tadi , gue lagi liat lukisan yang ini . Elo kan bisa liat list lukisan yang terpajang di sana " lirih Jero yang memang merasa jadi pusat perhatian sehari ia masuk tadi .


Max melangkah menjauh untuk melihat lukisan lukisan lain di tempat itu , dan mulutnya menganga ketika sampai di sebuah lukisan besar dengan wajah seseorang yang sangat ia kenal .


" Ya Tuhan ... ini !!! "


Di depannya adalah sebuah lukisan wajah dengan coretan warna warna terang mendominasi , sang pelukis ingin menggambarkan sebuah semangat berapi api tanpa batas .


" Jer .... Jeronimo ... its you !!! " pekik Max yang membuat Jero berdecak kesal .


" Ckk emang nggak bisa diem elo ya " gerutu Jero melangkah mendekat pada Max yang masih terpaku melihat lukisan di depannya .


Seperti juga Max , Jero pun sampai tak bisa berkata kata ketika melihat lukisan besar di depannya . Penggambaran sempurna yang bahkan lebih dari dirinya sendiri . Warna warna itu sungguh membuatnya takjub .


Seorang pria mendekat pada mereka , sepertinya dia adalah petugas pameran .


" lni lukisan dari junior kami , sangat mirip dengan anda .... ini keajaiban " ujar pria itu ketika memperhatikan wajah Jero .


" Apa lukisan ini dijual ?? " tanya Jero yang tiba tiba tertarik untuk memiliki lukisan yang ada di depannya .

__ADS_1


" Semua lukisan di galeri seni ini di jual ... kecuali yang ada di depan anda . Pelukisnya mengatakan jika ini adalah koleksi pribadinya . Anda bisa membeli lukisan lukisan yang lain , saya rasa banyak lukisan yang menarik di sini " kata pria itu .


" Saya akan membeli dengan harga berapapun yang dia minta ... saya mohon tolong hubungi pelukis itu "


" Sebentar .... "


Pria itu berjalan menjauh dan tampak menelpon seseorang cukup lama . Sesaat setelahnya ia kembali mendekati Jero dan Max .


" Saya sudah berbicara dengan pelukisnya , tapi dia tetap menolak untuk menjualnya "


" Siapa nama pelukisnya !!?? "


" Nama pelukis ada di pojok kanan bawah lukisan .... "


Mata Jero memicing ketika melihat tanda tangan kecil di pojok kanan bawah lukisan itu .


" Via ??? " lirih Jero .


" Tapi itu lebih seperti huruf L ... Lia " timpal Max yang ikut melihat nama di lukisan itu .


" Lia tomboy ... tak mungkin dia suka melukis . Via penyendiri , dia pasti suka melukis "

__ADS_1


" ltu artinya kau mengenal pelukisnya !?? "


" Aku tak menyangka , Via benar benar sudah melukis diriku !! "


__ADS_2