
" Kok belum tidur ?!! Kalau masih lelah jangan dipaksakan menungguku sayang" tanya Steve pada sang istri yang sedang berbaring di pelukannya .
Setelah hadir pada perjamuan makan malam bersama keluarga Venna kembali ke kamar karena merasa masih sangat lelah . Sedang Steve sempat berbincang dengan keluarga dan beberapa relasi yang khusus di undang pada malam itu .
Steve segera kembali ke kamar ketika hari sudah terlalu larut . Dan ia dapati Venna ternyata belum terlelap seperti yang ia kira . Setelah mengganti setelan formalnya dengan baju tidur ia segera merengkuh tubuh wanitanya ke dalam pelukannya .
" Nggak tahu , nggak bisa merem kalau nggak ada kamu "
" Ciee ... cieee yang nunggu suami !! Atau jangan jangan pengen kuda kudaan lagi !? Satu ronde lagi masih kuat !? " goda Steve sambil menggigit daun telinga istrinya .
" Ckk capeknya aja belum ilang dari siang sampai menjelang malam kamu gempur terus !! Besok lagi kan bisa By .... "
" Becanda sayaanngg !! Ya sudah sekarang tidurlah "
" Tiga hari lagi aku pulang ke Rusia "
" Aku tahu , kau sendiri yang bercerita jika kau masih punya kontrak satu tahun lagi "
" Kamu enggak apa apa aku tinggal !? "
Steve mengeratkan rengkuhannya , diciumnya cukup lama pucuk kepala istrinya .
" Aku tidak bisa hidup tanpa kamu , apapun akan aku lakukan agar bisa terus di sampingmu . Kalau kamu pergi siapa yang bisa aku peluk kalau lagi bobo? "
" Hanya setahun ...setelah itu kita bisa selamanya bersama " ujar Venna dengan berat , sebenarnya diapun enggan berpisah dengan suaminya .
__ADS_1
Entah tapi sejak ia resmi menyandang nama belakang sang suami ia menjadi berat untuk meninggalkan sang suami . Dia meraih ponselnya yang ada di atas nakas , sudah tiga hari sebelum pernikahannya ia menyalakan mode silent agar bisa lebih tenang .
Benar saja , ternyata ada beberapa pesan dari teman temannya baik dokter atau teman di luar pekerjaannya . Dahinya mengernyit karena ada sebuah email yang terkirim padanya sejak tiga hari yang lalu .
Ketika ia sudah membuka dan membacanya dokter cantik itu segera menghadap ke arah suaminya .
" Apa ini ulahmu ??! "
" Maksudmu sayang !? "
" Ada email jika aku ditugaskan kembali di rumah sakit lndonesia , sisa kontrakku harus aku jalani disini .... "
" ltu artinya kita tidak jadi terpisah , artinya aku masih bisa menciummu setiap hari , itu artinya aku .... "
Steve hanya menggaruk tengkuknya , ia tersenyum kikuk ketika wanita halalnya terlihat sangat marah padanya .
" Aku hanya berinvestasi sayang , lagipula Daddy Dennis yang membantuku untuk proses jual belinya . Aku seorang pengusaha dan sekarang aku bertanggung jawab pada hidupmu sayang ... itu artinya aku lakukan semua untuk kebahagiaanmu . Maaf aku tidak bermaksud menyakiti ataupun menyinggungmu .... tapi apapun akan aku lakukan asal kau bisa terus berada di sampingku "
" Steve Smith Adipraja .... " lirih Venna dengan penuh penekanan .
" Mereka yang membuat surat tugasmu , bukan aku ... jadi jangan marah padaku sayang !! Kau tetap menjadi profesional karena tak melanggar aturan apapun !! " Steve berusaha berargumen agar istrinya tidak marah .
" Aku mencintaimu Mr Steve .... bagiku tidak masalah jika kau beli apapun yang ingin kau beli . Aku tak masalah jika kau menjalankan bisnismu ... bagiku itu artinya suamiku akan semakin kaya dan aku bisa minta apapun padamu "
Steve terbahak dan mencubit lembut pipi istrinya , Venna selalu saja membuat kejutan dengan gaya bicaranya yang sangat terbuka .
__ADS_1
" Apapun untukmu sayang , bahkan nyawaku adalah milikmu !! "
" Akan aku berikan list permintaanku nanti , tapi sekarang hormonku sedang naik dan kau sangatlah tahu apa artinya ... " bisik Venna dengan tangan sudah membuka satu persatu kancing baju tidur suaminya .
Venna menyambar bibir suaminya , dengan lembut ia cecap satu persatu bibir atas atau bibir bawah hingga terdengar geraman halus suaminya . Satu tangan mungilnya sudah menyelusup ke dalam celana satin yang di kenakan suaminya .
" Aarrgghhhhh.... kau sangat nakal sayang " geram Steve sambil memejamkan matanya , tangan mungil itu sedang memijat lembut miliknya hingga sesuatu perlahan mulai bangkit menjulang .
" Kau suka ??? "
" Sayang ...faster "
Mata Steve memicing ketika Venna menghentikan gerakan tangannya , wanita halalnya malah duduk melorot ke bawah dan mengikat rambut panjangnya asal .
" Kau mau apa sayang .... itu jangan !!! Akkkhhhhh ... aarrgghhhhh "
Steve kehilangan kendalinya ketika merasakan mulut istrinya sudah bermain di bawah sana . Kadang ia menggeram keras ketika dengan nakalnya Venna menghisap kuat benda tak bertulang itu .
" Sayaaaanngg .... "
" Diam dan nikmati .... " kata Venna tersenyum smirk , dia menirukan gaya bicara suaminya ketika pertama kali menyentuhnya .
Venna bahagia karena Steve memperlihatkan rasa cinta yang begitu besar kepadanya . Pria itu nekat membeli lagi rumah sakit agar dia tetap berada di sampingnya .
Steve tahu jika istrinya tidak akan melanggar kontraknya jadi satu satunya jalan adalah membuat si pembuat kontrak mengubah isi kontrak itu . Dan dengan menjadi pemilik rumah sakit akan mempermudah semua urusannya .
__ADS_1