Water N Fire

Water N Fire
58


__ADS_3

" Nggak usah senyum senyum nggak jelas gitu !! Belom juga belah duren udah kaya gitu , ntar belah duren jungkir jungkir elo Bang " kata Steve menggoda Janu . Tidak ada tanda apapun di tubuh Janu hingga Steve yakin pengantin disebelahnya belum melakukan malam pertamanya .


Sore ini Janu , Jero dan Steve berkumpul di ruang tengah untuk bersama melihat film kucing robot berwarna biru kesukaan mereka .


" Berisik ... " sinis Janu yang kesal karena hari ini rencananya gagal total untuk berduaan dengan istrinya .


Setelah acara makan siang selesai Aira membawa dua menantunya untuk pergi ke spa untuk merawat diri . Aira berpikir dua menantunya pasti sangat lelah karena acara perhelatan kemarin .


" Kok gue ngerasa aneh ya sama mereka !? " gumam Steve yang di dengar oleh dua saudaranya .


" Siapa ? " tanya Jero .


" Orang tua kita ... gue ngerasa mereka menyembunyikan sesuatu . Dan itu ada hubungannya dengan Kak Gema !! Yakin gue pasti tentang sesuatu yang besar "


" Nggak usah fitnah ... dosa !! Kak Gema nggak bakal ngelakuin yang aneh aneh " timpal Janu .


" Mata kalian kemarin bisa lihat kan !? Elo sama Langit yang merid .... tapi ke empat ibu kita nangis di pelukan Kak Gema , empat ayah kita terlihat memberi support !! There is something wrong bro !! "


" Biasa aja sih menurut gue ... " kata Janu yang sudah biasa melihat Gema menjadi anak kesayangan para orang tua mereka .


" Ckk .. elo emang nggak asyik Bang !! Gimana menurut elo Jer ?? Kejadian kemarin aneh nggak ?? Awas ya kalau elo jawab kaya jawabannya Abang ... '

__ADS_1


" Ehmmm ... aneh sih ! " jawab Jero sekenanya dengan mata yang masih fokus melihat ke arah layar televisi .


" Tuh kan !! Jero saja bilang itu aneh !! lnsting gue itu selalu bener .. "


" Terserah " sahut Janu yang melihat ponselnya karena merasa seseorang mengirim pesan padanya . Senyumnya mengembang ketika melihat foto foto yang dikirimkan sang istri padanya .


Ava mengirimi foto foto ketika dia sudah selesai treatment dengan masih mengenakan selembar handuk untuk membalut tubuhnya . Dan Janu yakin hanya ada satu pelindung bawah di dalamnya .


" Ckk .. gadis nakal ! Awas kau nanti " kata Janu dalam hati , sesuatu sudah terlanjur bergejolak dalam dirinya .


" Bagaimana jika kita selidiki sama sama , kita akan selidiki apa yang sebenarnya terjadi di pernikahan kalian . Kita minta bantuan Uncle Varo dan Uncle Deniel , hanya mereka yang bisa menembus dinding rahasia yang dibangun orang tua kita "


Steve tahu jika ia tak mungkin menembus dinding rahasia yang di bangun empat orang tuanya . Banyak yang harus ia pelajari tentang hal hal seperti ini . Dan hanya Varo dan Deniel yang bisa ia mintai tolong , dua pria itu mempunyai kekuatan yang hampir sama dengan empat pilar Adipraja .


" Dan elo Bang ?? Kok muka elo malah jadi merah gitu sih ?? Masa cuma lihat kartun gitu elo bisa on sih ... jangan jangan elo punya kelainan !! Akkhhhhh ... "


Steve meringis kesakitan ketika Janu memukul keras lengannya .


" Gue lakban mulut elo kalau masih bicara nggak jelas !! Mau selidiki apa ?? Tinggal kita tanya langsung sama Kak Gema apa masalahnya . Beres kan ?!!! " seru Janu kesal sekaligus malu karena Steve bisa melihat jika ia memang sedang on karena melihat foto foto seksi yang di kirimkan oleh istrinya .


" Ya sudah , gue kerja sendiri ... kalian lihat saja jika sebentar lagi gue akan nemuin sesuatu yang besar !! Yang mungkin tak pernah terlintas di benak kalian sekalipun "

__ADS_1


*


Setelah selesai dengan acara spa mereka , Aira mengajak dua menantunya untuk makan malam di sebuah restoran yang biasa ia dan suaminya kunjungi .


Sebuah restoran dengan tema hijau yang terasa sangat tenang walau sebenarnya restoran itu berada di tengah kota .


" Memang enggak apa apa kalau kita makan malam di luar begini Mah !? " tanya Ava pada Aira , sudah dari tadi Janu menanyakan kapan ia pulang .


" Suami kamu nanya terus ya !? "


" Udah marah marah malah , mau ditinggal bobo katanya kalau Ava nggak pulang sekarang "


Aira dan Lulu tertawa ketika mendengarnya , Ava memang gadis yang tidak bisa menyembunyikan apapun . Ceplas ceplos jika bicara .


" Terus kamu jawab apa !? "


" Ava suruh Abang bobo aja karena habis makan kita akan nonton ha .. ha ! "


" Dasar nakal !! Lulu kamu kenapa diam ?? " tanya Aira pada menantunya yang seketika menghentikan langkahnya saat mereka akan berjalan menuju private room yang sudah mereka pesan .


" Kak Gemaaaa ..... " pekik Ava ketika melihat sosok kakaknya sedang duduk di meja yang letaknya selurusan dengan mereka .

__ADS_1


" Gema Aksa ... "


__ADS_2