Water N Fire

Water N Fire
163


__ADS_3

Pagi harinya Gema dan Vania benar benar melaksanakan niatnya untuk pergi ke barak , sebuah tempat pelatihan untuk para penjaga klan Alvaro . Mereka di tempa agar mampu menyelesaikan dengan baik semua ancaman yang di tujukan kepada keluarganya .


Setelah beberapa jam perjalanan sampai juga mereka ke tempat yang mereka tuju . Sebuah tempat yang berada di tengah rimba dengan medan yang tak bisa di bilang mudah . Gema sempat melihat binatang buas berkeliaran dalam perjalanan tadi .


Pria itu berdecak kagum ketika masuk kedalam gerbang yang di jaga banyak pria bertubuh besar dengan wajah asing . Dan wajah wajah garang itu melembut ketika tahu ada Nona Muda mereka di dalam mobil .


Mereka di suguhi pemandangan danau ketika mulai masuk ke dalam ' barak '. Dipinggir danau persis ada sebuah rumah kayu cukup besar yang di yakini Gema sebagai tempat tinggal.kakek Vania .


Dan jauh di belakangnya ada empat bangunan bertingkat yang Gema yakin adalah tempat tinggal pasukan khusus gemblengan Gregorius .


" Tempat tinggal Grandpa sengaja ada di depan untuk menunjukkan bahwa dialah pengayom dan pelindung para pasukan . Walau bukan tempat yang baik untuk berlibur tapi tempat ini adalah tempat yang penuh dengan rasa hormat dan rasa saling menghargai . Kami saling menjaga ... disini kami belajar arti saling memiliki satu sama lain "


Sampai di area depan rumah kayu Gema segera memarkir mobil off road yang di bawanya . Suasana sangat sunyi ketika mereka menginjakkan kaki ke dalam rumah , Gema berpikir mungkin kakek Vania sedang istirahat .


" Siapa yang menyuruhmu masuk !!! "


Suara ketus seorang pria menghentikan langkah keduanya . Gema melihat seorang pria dengan rambut yang seluruhnya sudah memutih duduk di samping perapian yang sedang menyala .

__ADS_1


," Dia ..... " Vania bermaksud menjawab pertanyaan itu tapi Gregorius kembali berkata ketus .


" Apa dia tak punya mulut hingga harus kau yang menjawabnya !!?? "


Gema menganggukkan kepalanya seolah berkata bahwa dia yang akan menjawab pertanyaan pertanyaan itu .


" Maaf jika saya lancang , senang saya dapat bertemu dengan pria besar seperti anda Tuan Gregorius " sapa Gema mencoba beramah tamah .


Sesuai dugaannya , pria itu diam tak menanggapi sapaannya . Gregorius masih dengan tenang menghisap cerutunya . Vania yang tahu situasi langsung mendekat ke arah pria tua itu .


" Apa Adrick Vergel datang kemari !!? "


Vania menggandeng calon suaminya untuk mendekat , kemudian duduk di sofa yang tak jauh dari perapian .


" Aku sudah selesaikan mereka tanpa mengotori tanganku dengan darah mereka ..Aku sudah lalui ujian pertama dari Grandpa "


" Baru pertama !! Jika Grandpa memintamu untuk memilih salah satu maka aku atau dia yang akan kau pilih !? Jangan menjawabnya dengan kata kata klise " ujar Greg yang saat ini menatap tidak suka ke arah calon cucu mantunya .

__ADS_1


" Vania dari kecil hidup dengan kasih sayang Grandpa , Semua Grandpa lakukan untuk membuatku bahagia . Aku akan memberi semua yang Grandpa minta .... bahkan jika Grandpa meminta nyawaku " jawab Vania dengan menggenggam kuat tangan Gema .


" Jadi kau memilih Grandpa ?? Pilihan yang bagus sayang . Kau memang cucuku "


" Grandpa tahu kenapa aku berkata seperti itu ?? Karena diapun pasti akan memaksaku untuk memilih Grandpa .... Gema Aksa tidak akan mengijinkan aku untuk memilihnya . Karena baginya kebahagiaan orang orang yang ia kasihi adalah di atas kebahagiaannya . Dan Grandpa pasti sudah tahu semua kisah hidupnya tanpa aku bercerita sekalipun . ltulah sebabnya aku mencintainya !! Jika semua orang bilang cinta itu seluas samudera maka cinta Gema Aksa padaku sebesar angkasa .... tak ada dasar atau satu titik batas pun yang ada di sana "


" Banyak bicara !! Bergaul dengannya membuatmu berani melawan Grandpa !! "


" Tapi aku tidak .... " kilah Vania yang tidak meneruskan kata katanya karena Gema menekan tangannya dan menganggukkan kepala seakan untuk menyuruhnya diam .


" Kau terlalu lemah !! Kau tidak pernah mau berjuang untuk keinginanmu sendiri !! Jika aku memintamu untuk melepas cucuku apa kau juga akan melepasnya seperti kau melepas kekasihmu untuk adikmu itu ??? "


" Maaf , tapi kali ini aku tidak bisa melepasnya ! Aku mencintai cucumu , dia adalah nyawaku !? " jawab Gema dengan tenang .


" Nyawa hahh !!??? Jangan membuatku tertawa !! Baik jika begitu , kau ingin aku merelakan cucuku bukan !? Aku akan melepasnya jika kau mau menerima tiga peluru dariku "


" Baik ...aku bersedia "

__ADS_1


" Tidak !!!!! "


__ADS_2