
Setelah meminta secara paksa alamat sanggar dimana pameran sedang di langsungkan Jero langsung meminjam mobil Noah untuk menuju tempat itu . Ada banyak hal yang ingin ia katakan pada Lia saat ini , terutama permintaan maafnya .
Semalam ia sempat emosi karena melihat Lia begitu dekat dengan Albert . Gadis tomboy itu selalu memujanya , ada rasa tidak terima jika ada pria lain yang sudah mengganti posisinya . Egois dan kekanakan !! Tapi itulah yang Jero rasakan .
Pria muda itu bisa bernafas lega ketika menemukan tempat yang ia cari . Sebuah sanggar seni yang menurutnya cukup besar dengan bangunan yang cukup mewah . Tentu saja karena Abbio diam diam menjadi penyokong dana terbesar di tempat itu . Hal itu dia lakukan untuk mendukung kegiatan putri bungsunya .
Masih belum banyak yang berkunjung di tempat itu , mungkin karena saat ini masih jam kerja . Jero turun dari mobil dan berjalan masuk ke sanggar yang punya dua lantai itu . Dari pintu masuk ia sudah disuguhkan dengan bermacam macam lukisan yang menurutnya sangat indah dan unik konsepnya .
Satu persatu ia perhatikan lukisan yang terpajang , berharap bisa menemukan salah satu lukisan yang di buat oleh Lia .
" Hai tampan , tertarik dengan lukisan lukisan itu ?? Tunggu ... sepertinya aku tidak asing dengan wajahmu "
Seorang gadis terlihat sudah berdiri di sisinya , tampaknya ia adalah salah satu orang yang bertugas untuk mendampingi para pengunjung untuk menjelaskan nilai seni lukisan lukisan yang terpajang .
" Aku tidak mengenalmu ... " kata Jero tanpa melihat ke arah gadis yang sedang menatapnya dengan intens .
__ADS_1
" Aku tahu , aku pun tidak mengenalmu !! Tapi sepertinya aku tahu pria seperti apa dirimu . Jangan tersinggung tapi kami seniman memang senang menilai orang walau itu pertama kalinya kita bertemu . lkut denganku , sepertinya aku tahu lukisan seperti apa yang kau suka . Lukisan itu ada di lantai dua .... "
Gadis itu kemudian berjalan ke arah tangga yang menuju lantai dua , dan anehnya kaki Jero mengikutinya walau hatinya menolaknya .
Sampai di lantai atas gadis itu berdiri di depan sebuah lukisan . Sebuah lukisan dua anak kecil laki laki dan perempuan , mereka duduk di sebuah pagar pembatas dengan saling berpelukan . Dan anak laki laki di lukisan itu tampak mencium kening anak perempuan disampingnya .
" Apa yang kau pikir ketika melihat gambar ini !? "
" Cinta ... kasih sayang .. saling bergantung ! "
" Pelukisnya ingin menyampaikan semua isi hatinya . Anak laki laki itu sedang mencium kening gadis kecil itu , mungkin saja pelukisnya ingin menyampaikan bahwa anak laki laki itu adalah cinta pertamanya .. ciuman pertamanya !! "
" Tangan kanan mereka saling bertaut , menggambarkan jika ada sebuah janji yang mengikat mereka . Sebuah gambar sederhana yang sarat makna , janji cinta antara dua anak manusia yang mengikat hati dan jiwa mereka "
DEGGGHHHHH ...
__ADS_1
" Siapa pelukisnya ?? " tanya Jero pada gadis yang tak ia kenal itu .
" Kau bisa melihat namanya di pojok kanan bawah ... "
Setelah berkata seperti itu gadis itu pergi meninggalkan Jero . Seorang pria tampak menghampiri gadis itu .
" El bukankah pria itu yang dilukis oleh Odelia !??? "
" Kau benar , beritahu pada semua !! Jangan sampai mereka membuka mulut jika pria itu menanyakan keberadaan Lia . Biarkan Lia beristirahat ..... "
" Kau bisa mengandalkan kami El , dia tak akan menemukan Lia di lubang semut sekalipun "
Elda sekilas kembali melihat Jero yang masih diam di depan lukisan itu . Tadi dia sengaja membawa Jero untuk melihat salah satu lukisan Odelia yang di pajang di pameran kali ini .
Lia menceritakan semua padanya , dan jujur saja ia ikut sakit hati ketika mengetahui sahabatnya terluka . Elda tidak akan membiarkan Jero kembali melukai Lia !!
__ADS_1
Sedang Jero sedang terpaku ketika melihat tanda tangan di lukisan itu sama persis dengan lukisan wajahnya yang terpajang di Perancis . Lia adalah pelukis dua anak kecil yang sedang berpelukan itu .
" Kau ingat janjiku .... kau masih ingat ciuman itu "