Water N Fire

Water N Fire
92


__ADS_3

" Belum berangkat ke kantor Lang ?? "


Langit yang sedang menyandarkan bahunya di bangku taman seketika bangun dari lamunannya ketika mendengar suara lembut seorang wanita .


" Aunty Jasmine ... "


" Masih sakit !? " tunjuk istri Dewa itu pada luka luka di wajahnya .


" Tidak terlalu . Aunty tidak ke butik !? "


" Aunty ke sana agak siang sekalian menyusul Uncle Dewamu makan siang bersama kliennya . Kalau jadi istri kan udah jadi kewajiban nemenin suami " jawab Jasmine yang ikut duduk di bangku panjang yang saat ini ditempati oleh Langit .


" Sebelum kau menikah Aunty pernah bercerita padamu tentang anak temen Aunty yang terpaksa menikah . Kau ingat itu ?? "


Langit hanya mengangguk tanpa melihat ke arah wanita cantik di sampingnya .


" Sekarang pasti kau juga sudah tahu kisah siapa itu bukan ?? Aunty tahu tidak pantas aku ulang kisah itu padamu . Bukan untuk menyakitimu .... tapi ada sebuah pelajaran yang bisa kita petik pada kejadian itu "


" Langit sedang tidak ingin membahasnya Aunty , rasanya sakit ketika kalian semua menipuku "


Jasmine terkekeh mendengar kata kata dari keponakannya itu , tapi wanita yang masih sangat cantik di umurnya itu terlihat tenang walau sebenarnya tidak suka jika dirinya dianggap sebagai penipu .


" Baik , sekarang dengarkan cerita dari salah satu penipu ini ... "


" Aunty maaf , Langit tidak bermaksud untuk menyebut Aunty seperti itu "

__ADS_1


" Hei it's ok ... tenang saja " sahut Jasmine mengelus lengan Langit .


" Kau bisa menebak kan siapa anak teman Aunty yang merelakan gadisnya untuk kebahagiaan sepupunya ?? Yes you right jika kau berpikir itu Gema . Dia bahkan tidak membayangkan sebelumnya jika gadis yang akan di lamar oleh keluarga kita untukmu adalah gadis yang sama yang akan dia lamar . Tapi dia ikhlas ketika Lulu menjatuhkan pilihannya padamu . Gema pernah ingin menjelaskan semua ini padamu saat kau masih ada di pesantren , tapi dia urungkan karena kau terlihat begitu mencintai calon istrimu "


Jasmine menghentikan sejenak kata katanya , berharap Langit bisa mencernanya dengan baik walau hanya sedikit .


" Lulu juga sudah memutuskan untuk menjadi istrimu sekaligus menutup masa lalunya . Sekarang Aunty bertanya kepadamu jika Lulu sudah menutup rapat semua kisah masa lalunya , sekarang apa yang sudah kau lakukan untuknya ?? Untuk keluarga yang baru kalian bangun ?? "


Langit terlihat menghembuskan nafasnya kasar , sepertinya sedikit demi sedikit ia tahu arah pembicaraan Jasmine .


" Sudah siang ... sepertinya Aunty harus segera menyusul Uncle Dewa di kantor . Aunty tidak sedang menghakimi dirimu ... tidak !! Tapi Aunty minta kau bisa berpikir secara dewasa , jaga ucapan ucapanmu pada istrimu itu !! Kami wanita kadang terlihat sangat lemah , tapi kau akan tahu seberapa besar kekuatan kami jika murka menguasai hati kami " kata Jasmine kembali memeluk lembut pundak keponakannya .


Langit diam membisu , masih segar di ingatannya ketika ia memanggil Lulu dengan sebutan yang sama sekali tidak pantas untuk di ucapkan seorang suami pada istrinya . Dan wanita itu tidak memperlihatkan sakit hatinya , Lulu bahkan masih mau merawatnya semalam .


Benar kata Jasmine , dia yang bodoh !! Dari awal dia sudah sangat menggebu gebu untuk menikahi Lulu hingga mata dan telinganya tertutup rapat . Dia tidak mau mendengarkan penjelasan dari siapa pun . Begitu besar rasa cintanya hingga tanpa sadar ia mengorbankan hati orang orang yang dia kasihi .


DEGGHHHH ...


Suara lembut itu membuatnya sedikit kaget , Lulu mendekat ke arahnya dengan nampan berisi kopi dan setoples kue di atasnya .


" Sayang ... "


Dahi Langit sedikit mengernyit ketika melihat penampilan sang istri yang sudah sangat rapi .


" Sayang kau mau kemana ?? Kok sudah rapi begini !? "

__ADS_1


Lulu tersenyum lega ketika mendengar Langit memanggilnya dengan sebutan seperti saat pertama mereka menikah . Itu tandanya emosi di hati suaminya sudah mereda .


" Ehhmm ... itu , aku mau minta ijin padamu Mas . Tadi pagi papa dan mama .... "


Sebelum menyelesaikan kata katanya terlihat Aira berjalan mendekati mereka .


" Sayang ayo kita berangkat ke bandara , Papah bilang pesawatnya landing satu jam lagi " kata Aira dengan tatapan sinisnya pada putranya .


" Lhoh Mah kok tiba tiba begini , mau kemana kok naik pesawat sih !? Langit kan belum siap siap !! "


" Mamah mau ajak Lulu liburan sekalian melihat restoran Mamah di London . Duduk tenang disitu saja karena ini acara liburan menantu dan mertua . Ya kan sayang ??! "


Lulu hanya mengangguk dan tersenyum , kemudian dia meraih tangan Langit untuk di bawa ke keningnya .


" Aku nemenin Mamah dulu ya Mas , sekalian belajar bisnis yang Mamah jalankan di sana . Kata Mamah aku mau dijadikan tukang cicip di sana .... " kata Lulu sambil tersenyum lebar .


Langit terhenyak , ketika dia sudah menyadari kesalahannya ternyata ibunya bertindak cepat . Langit tahu jika Aira hanya memberikannya waktu untuk berpikir , menyadari dan memperbaiki semua kesalahannya .


" Berapa lama kalian disana ?? "


" Tentu saja setelah pekerjaan kami selesai dan setelah kami puas jalan jalan " sahut Aira .


" Mana bisa begitu , Langit tidak mau lama lama jauh dari istri Langit Mah !!! "


" Sudah siang ... pesawat kalian akan segera berangkat !! "

__ADS_1


Bumi datang dan menggiring istri dan menantunya berjalan keluar mansion . Setelah itu pilar pertama itu kembali datang menghampiri putranya yang tertatih berjalan di belakangnya .


" Sudah sadar kesalahanmu ??? Sekarang perbaiki dirimu dan berjuanglah untuk memantaskan dirimu menjadi imam dari istrimu ... sebelum kau bisa melakukan itu jangan harap kau bisa menemuinya !! "


__ADS_2