
" Lho kok belum siap siap ? Masih betah di kamar aja , katanya mau ditemenin jalan jalan !! " ujar Janu yang melihat gadisnya masih ada di dalam kamarnya .
" Abang ... udah selesai urusannya sama Ayah ?? Ava nggak tau jadi males banget ngapa ngapain , kayak nyeri banget disini " ujar Ava menunjuk dadanya sendiri .
" Kamu sakit ?? Mau Abang antar ke dokter ?! Ayah sama lbu tadi berangkat ke Jakarta dan minta Abang jaga kamu "
" Kok tiba tiba banget ?? Kok nggak bilang Ava dulu kalau mau ketempat Kakak !? "
Janu duduk di ranjang tepat di samping gadisnya .
" Ibu Diva kangen sama Kak Gema , kemarin kan kamu udah ketemu sama dia ! Gantian ayah dan ibu yang kesana "
" Bohong ... pasti ada apa apa sama Kak Gema !! Dari tadi perasaanku enggak enak "
" Sini .... "
Janu meraih bahu gadis di sampingnya dan merengkuhnya . Dia tahu Ava pasti bisa ikut merasakan sakit yang di derita kakaknya .
" Kau pikir apa yang bisa terjadi pada Kaki Gema ?? Dari kecil dia yang sudah menjaga kita , dia bahkan pernah pasang badan saat papa marah besar kepafa Langit karena berkeras menjadi pembalap . Kau tahu bagaimana jika seorang Bumi Adipraja mengamuk kan ?? Kak Gema tidak takut sedikitpun , dia tak ingin papa melampiaskan kemarahannya pada Langit . Tidak akan terjadi apa apa padanya ... "
" Abang ... "
Ava meletakkan kepalanya di dada bidang milik Janu agar bisa sedikit lebih tenang , entah kenapa dadanya rasanya masih berdenyut nyeri . Perasaannya masih saja tidak enak .
__ADS_1
" Tadi maid mengatakan kau belum turun untuk makan siang ... bener !? "
" Lagi nggak pengen makan " sahut Ava cepat , dari siang dia memang sudah tidak nafsu makan .
" Abang ambilin makanan di bawah ya ... Jangan bandel ! Harus di isi perutnya biar sedikit "
" Tapi pengen seafood bakar ... " kata Ava manja , dan itu membuat senyum pada pria yang sedang merengkuhnya .
" Ya udah ganti baju terus Abang antar "
Janu sudah hafal kebiasaan Ava yang sangat suka makan seafood bakar segar yang banyak tersedia di restoran pinggir pantai . Tapi matanya mengernyit ketika gadis itu meletakkan sebuah kartu hitam didepannya , kartu yang pagi tadi ia serahkan pada gadis itu .
" Terimakasih .... tapi Ava belum butuh ini "
" Tapi kau sudah menjadi ... " sebelum menyelesaikan kata katanya gadisnya sudah menyahut terlebih dahulu .
" Heiii ... kan Abang udah minta maaf "
" Tak semudah itu menyembuhkan hati wanita yang terlanjur luka ...nggak mempan kalau cuma di sogok kartu hitam beginian "
" Ckk udah cepetan berangkat , udah mau sore ... berantem sama kamu nggak bakal ada habisnya " gerutu Janu sambil mengecup dahi Ava .
" Itu tahu !!! "
__ADS_1
" Mau gimana lagi Abang udah telanjur cinta .... "
*
Sementara itu Lulu yang tidak mendapat kabar apapun sampai hari sudah menjelang sore akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung dengan baik kendaraan umum . Dia yakin Gema masih sangat sibuk dengan perusahaannya .
Beberapa saat setelah busnya berangkat dari halte dia mendengar ponselnya berbunyi , saat dilihat ternyata nomor yang dimiliki keluarganya di kampung "
" Halo Bapak ada apa ?? Lulu sudah naik kendaraan untuk pulang ... "
" Ya sudah , Bapak kira kamu tidak jadi pulang hari ini " sahut suara yang terdengar dari seberang sana .
" Tadi ada sedikit hambatan , beberapa jam lagi Lulu sampai kesana ... "
" Apa kau masih percaya kepada kami kedua orang tuamu ?? "
" Maksud Bapak !? "
" Saat ini di depan Bapak ada seorang pemuda yang ingin berniat baik padamu ... Dia datang bersama walinya untuk melamarmu . Apa yang harus Bapak lakukan !? "
" Lulu percayakan semua pada Bapak dan lbu , kalian pasti tahu yang terbaik untukku "
Setelah menutup sambungan ponselnya Lulu menghembuskan nafas panjang . Dia tidak mengira jika Gema sudah mendahuluinya pergi ke kampung , bahkan sudah bersama kedua orang tuanya untuk melamar pada kedua orang tuanya , pria itu memang penuh kejutan .
__ADS_1
Senyum gadis itu merekah dengan melihat ke arah luar jendela , ia tak menyangka kisah cintanya akan di bawa ke jenjang yang lebih jauh secepat ini .
" Gema Aksa .... semoga semuanya dimudahkan " lirihnya .