Water N Fire

Water N Fire
32


__ADS_3

" Lho kok belum siap siap ? Masih betah di kamar aja , katanya mau ditemenin jalan jalan !! " ujar Janu yang melihat gadisnya masih ada di dalam kamarnya .


" Abang ... udah selesai urusannya sama Ayah ?? Ava nggak tau jadi males banget ngapa ngapain , kayak nyeri banget disini " ujar Ava menunjuk dadanya sendiri .


" Kamu sakit ?? Mau Abang antar ke dokter ?! Ayah sama lbu tadi berangkat ke Jakarta dan minta Abang jaga kamu "


" Kok tiba tiba banget ?? Kok nggak bilang Ava dulu kalau mau ketempat Kakak !? "


Janu duduk di ranjang tepat di samping gadisnya .


" Ibu Diva kangen sama Kak Gema , kemarin kan kamu udah ketemu sama dia ! Gantian ayah dan ibu yang kesana "


" Bohong ... pasti ada apa apa sama Kak Gema !! Dari tadi perasaanku enggak enak "


" Sini .... "


Janu meraih bahu gadis di sampingnya dan merengkuhnya . Dia tahu Ava pasti bisa ikut merasakan sakit yang di derita kakaknya .


" Kau pikir apa yang bisa terjadi pada Kaki Gema ?? Dari kecil dia yang sudah menjaga kita , dia bahkan pernah pasang badan saat papa marah besar kepafa Langit karena berkeras menjadi pembalap . Kau tahu bagaimana jika seorang Bumi Adipraja mengamuk kan ?? Kak Gema tidak takut sedikitpun , dia tak ingin papa melampiaskan kemarahannya pada Langit . Tidak akan terjadi apa apa padanya ... "


" Abang ... "


Ava meletakkan kepalanya di dada bidang milik Janu agar bisa sedikit lebih tenang , entah kenapa dadanya rasanya masih berdenyut nyeri . Perasaannya masih saja tidak enak .

__ADS_1


" Tadi maid mengatakan kau belum turun untuk makan siang ... bener !? "


" Lagi nggak pengen makan " sahut Ava cepat , dari siang dia memang sudah tidak nafsu makan .


" Abang ambilin makanan di bawah ya ... Jangan bandel ! Harus di isi perutnya biar sedikit "


" Tapi pengen seafood bakar ... " kata Ava manja , dan itu membuat senyum pada pria yang sedang merengkuhnya .


" Ya udah ganti baju terus Abang antar "


Janu sudah hafal kebiasaan Ava yang sangat suka makan seafood bakar segar yang banyak tersedia di restoran pinggir pantai . Tapi matanya mengernyit ketika gadis itu meletakkan sebuah kartu hitam didepannya , kartu yang pagi tadi ia serahkan pada gadis itu .


" Terimakasih .... tapi Ava belum butuh ini "


" Tapi kau sudah menjadi ... " sebelum menyelesaikan kata katanya gadisnya sudah menyahut terlebih dahulu .


" Heiii ... kan Abang udah minta maaf "


" Tak semudah itu menyembuhkan hati wanita yang terlanjur luka ...nggak mempan kalau cuma di sogok kartu hitam beginian "


" Ckk udah cepetan berangkat , udah mau sore ... berantem sama kamu nggak bakal ada habisnya " gerutu Janu sambil mengecup dahi Ava .


" Itu tahu !!! "

__ADS_1


" Mau gimana lagi Abang udah telanjur cinta .... "


*


Sementara itu Lulu yang tidak mendapat kabar apapun sampai hari sudah menjelang sore akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung dengan baik kendaraan umum . Dia yakin Gema masih sangat sibuk dengan perusahaannya .


Beberapa saat setelah busnya berangkat dari halte dia mendengar ponselnya berbunyi , saat dilihat ternyata nomor yang dimiliki keluarganya di kampung "


" Halo Bapak ada apa ?? Lulu sudah naik kendaraan untuk pulang ... "


" Ya sudah , Bapak kira kamu tidak jadi pulang hari ini " sahut suara yang terdengar dari seberang sana .


" Tadi ada sedikit hambatan , beberapa jam lagi Lulu sampai kesana ... "


" Apa kau masih percaya kepada kami kedua orang tuamu ?? "


" Maksud Bapak !? "


" Saat ini di depan Bapak ada seorang pemuda yang ingin berniat baik padamu ... Dia datang bersama walinya untuk melamarmu . Apa yang harus Bapak lakukan !? "


" Lulu percayakan semua pada Bapak dan lbu , kalian pasti tahu yang terbaik untukku "


Setelah menutup sambungan ponselnya Lulu menghembuskan nafas panjang . Dia tidak mengira jika Gema sudah mendahuluinya pergi ke kampung , bahkan sudah bersama kedua orang tuanya untuk melamar pada kedua orang tuanya , pria itu memang penuh kejutan .

__ADS_1


Senyum gadis itu merekah dengan melihat ke arah luar jendela , ia tak menyangka kisah cintanya akan di bawa ke jenjang yang lebih jauh secepat ini .


" Gema Aksa .... semoga semuanya dimudahkan " lirihnya .


__ADS_2