Water N Fire

Water N Fire
101


__ADS_3

" Lang kok tiba tiba perasaan gue enggak enak gini ya .... badan gue merinding semua " lirih Steve sambil melihat sekitarnya . Entah kenapa bulu kuduknya tiba tiba berdiri , dia serasa berdiri di kuburan sepi padahal mereka sedang ditengah keramaian seperti ini .


Mereka ada disebuah kafe yang tak jauh dari showroom tempat mereka bekerja . Kafe kecil tapi cukup ramai pengunjung .


" Ckk , nggak usah aneh aneh !! Kafe rame begini mana ada hantunya !! " ketus Langit yang sedang mengaduk aduk makanan yang ada di piringnya , sejak ditinggal istrinya makanan seenak apapun terasa hambar untuknya .


Sepertinya mama dan papanya benar benar sedang menghukumnya . Langit tahu Aira sengaja membuat Lulu sibuk agar dia sulit menghubunginya . Lagipula perbedaan waktu tujuh jam dan kesibukan masing masing menjadi kendala utama mereka saling berkomunikasi .


" Lang jangan jangan gue tiba tiba jadi anak indigo , gue nggak bohong ... badan gue sampai merinding begini . Jangan jangan kafe ini nyupang kayak yang di film film itu !! Ada yang lagi ngiler ngiler gitu di atas piring kita . Jangan jangan ... "


" Berisik gue tampol beneran nih ya kalau mulut elo nggak bisa diem !!! lndigo kepala elo peyang !! Makan gih ... sebentar lagi kita kembali ke kantor !! "


" Ogahhh ... udah nggak napsu makan gue "


Tapi kemudian Steve yang malah di buat terkejut dengan sikap Langit , sepupunya itu tiba tiba berdiri dengan tatapan nanar . Nafas Langit menjadi tidak beraturan dengan wajah yang memucat .


" Lang ... Lang .... elo kenapa ?? Kesurupan elo hahh !! Jangan bercanda ... Gue yang merinding kenapa elo yang jadi kerasukan gini sih !! " panik Steve yang melihat Langit masih berdiri dalam posisinya yang terpaku .


" Lang elo liatin apa sih ?? Mbak Kunti apa mas poci ?? Lang ... !! "


" Gue lihat dia ... dia masih hidup !!! Dia masih hidup !! "


" Siapa yang hidup ?? Jangan bikin gue takut ... Lhohh ehh "


BRRUUGGHHHH ...

__ADS_1


" LAANNGGGG !!! "


Dan tanpa sepengetahuan mereka dua orang sedang tertawa penuh kemenangan . Apapun yang terjadi semangat mereka tidak akan surut untuk membuat kacau keluarga yang mereka benci .


Ancaman dari gadis kecil kemarin nyatanya tidak membuat mereka takut . Hal itu malah tambah memicu semangat mereka untuk mencari sekutu . Sekutu yang sama sama punya dendam pada keluarga Adipraja .


" Pria tua itu sudah mengirimkan orang orangnya ke Bali , sesuai permintaanmu mereka akan melenyapkan pria yang sangat kau benci itu .. anak pungut yang menjadi kesayangan keempat b*ngsat itu !! "


" Tanpa rencana ?? Selalu saja gegabah ! disana ada Uncle Adam , dia tidak akan membiarkan mereka menyentuh anak pungut itu "


" Tapi dia mengirimkan petarung petarung terbaiknya .... "


" Ckk ... selain petarung kita juga butuh strategi , percuma ... mereka hanya mengantar nyawa !! Lain kali kita harus merencanakan semua matang matang . Adipraja bukan anak kemarin sore yang baru belajar berjalan , Grandpa tahu itu kan !? " sungut Cherry pada Putra yang selalu mencari sekutu yang bertindak seenaknya . Menganggap enteng orang orang yang bahkan tak mungkin mereka sentuh .


*


Dan dahinya mengernyit ketika dari jauh ia melihat seorang pria muda datang mendekat pada gadisnya . Sepertinya pria muda itu juga sedang surfing di pantai ini .


" Hai cantik , sendirian ??? "


" Tidak ... aku tidak sendiri " jawab Vania tanpa melihat pemuda itu .


" Tapi tidak begitu yang kulihat , sekarang kau sedang sendirian ! Aku bukan pria jahat , aku hanya ingin ngobrol ... "


" Sudah selesai bersenang senangnya sayang !? "

__ADS_1


Vania tersenyum lebar ketika suara itu terdengar dari arah belakang punggungnya . Panggilan sayang dari pria itu jauh dari kata mesra , tapi seperti sebuah pengumuman bahwa dia sudah menjadi milik pria itu .


" Hei Kak ... aku hanya ingin menyapa adikmu , kami sama sama hobi berselancar . Kenalkan aku Raymond , panggil saja Ray ! "


" Kau pikir aku peduli ??! "


Pria muda bernama Ray itu mengernyitkan dahi ketika melihat sikap ketus dari pria yang ia anggap sebagai kakak dari gadis incarannya .


" Maaf ??? Aku rasa aku sudah menyapamu baik baik ... "


" Hai Ray ... tentu saja dia marah karena kau sudah salah duga !! Dia bukan kakakku , dia adalah .... "


" Aku adalah pria yang akan menjaganya seumur hidupku , dari pria pria muda iseng sepertimu ... menyingkirlah !!! "


Vania langsung mendekap tubuh tinggi besar Gema ketika merasa aura pria itu semakin menggelap . Gema tak suka tatapan Ray pada Vania .


" Sepertinya kami harus pergi Ray ... senang berkenalan denganmu . Ayo Om !! "


Akhirnya dua orang itu menjauh dari pria muda yang masih bingung dengan apa yang baru dialaminya . Ray tak habis pikir ada paman yang begitu posesif pada keponakannya . Dia tak mengira jika dia menjadi saksi sebuah hubungan terlarang antara paman dan keponakan .


Sedang Vania tak bisa menyembunyikan senyumnya pada pria yang masih berwajah masam itu . Ternyata bisa menjadi hiburan tersendiri melihat berapa posesifnya seorang Gema Aksa .


Dan tiba tiba terdengar notif pesan pada ponselnya , gadis itu hanya tersenyum ketika membacanya .


" Kenapa kau tersenyum ? Siapa yang mengirim pesan ?? "

__ADS_1


" Siap siap saja , kita kedatangan tamu ... "


__ADS_2