
" Lang kok tiba tiba perasaan gue enggak enak gini ya .... badan gue merinding semua " lirih Steve sambil melihat sekitarnya . Entah kenapa bulu kuduknya tiba tiba berdiri , dia serasa berdiri di kuburan sepi padahal mereka sedang ditengah keramaian seperti ini .
Mereka ada disebuah kafe yang tak jauh dari showroom tempat mereka bekerja . Kafe kecil tapi cukup ramai pengunjung .
" Ckk , nggak usah aneh aneh !! Kafe rame begini mana ada hantunya !! " ketus Langit yang sedang mengaduk aduk makanan yang ada di piringnya , sejak ditinggal istrinya makanan seenak apapun terasa hambar untuknya .
Sepertinya mama dan papanya benar benar sedang menghukumnya . Langit tahu Aira sengaja membuat Lulu sibuk agar dia sulit menghubunginya . Lagipula perbedaan waktu tujuh jam dan kesibukan masing masing menjadi kendala utama mereka saling berkomunikasi .
" Lang jangan jangan gue tiba tiba jadi anak indigo , gue nggak bohong ... badan gue sampai merinding begini . Jangan jangan kafe ini nyupang kayak yang di film film itu !! Ada yang lagi ngiler ngiler gitu di atas piring kita . Jangan jangan ... "
" Berisik gue tampol beneran nih ya kalau mulut elo nggak bisa diem !!! lndigo kepala elo peyang !! Makan gih ... sebentar lagi kita kembali ke kantor !! "
" Ogahhh ... udah nggak napsu makan gue "
Tapi kemudian Steve yang malah di buat terkejut dengan sikap Langit , sepupunya itu tiba tiba berdiri dengan tatapan nanar . Nafas Langit menjadi tidak beraturan dengan wajah yang memucat .
" Lang ... Lang .... elo kenapa ?? Kesurupan elo hahh !! Jangan bercanda ... Gue yang merinding kenapa elo yang jadi kerasukan gini sih !! " panik Steve yang melihat Langit masih berdiri dalam posisinya yang terpaku .
" Lang elo liatin apa sih ?? Mbak Kunti apa mas poci ?? Lang ... !! "
" Gue lihat dia ... dia masih hidup !!! Dia masih hidup !! "
" Siapa yang hidup ?? Jangan bikin gue takut ... Lhohh ehh "
BRRUUGGHHHH ...
__ADS_1
" LAANNGGGG !!! "
Dan tanpa sepengetahuan mereka dua orang sedang tertawa penuh kemenangan . Apapun yang terjadi semangat mereka tidak akan surut untuk membuat kacau keluarga yang mereka benci .
Ancaman dari gadis kecil kemarin nyatanya tidak membuat mereka takut . Hal itu malah tambah memicu semangat mereka untuk mencari sekutu . Sekutu yang sama sama punya dendam pada keluarga Adipraja .
" Pria tua itu sudah mengirimkan orang orangnya ke Bali , sesuai permintaanmu mereka akan melenyapkan pria yang sangat kau benci itu .. anak pungut yang menjadi kesayangan keempat b*ngsat itu !! "
" Tanpa rencana ?? Selalu saja gegabah ! disana ada Uncle Adam , dia tidak akan membiarkan mereka menyentuh anak pungut itu "
" Tapi dia mengirimkan petarung petarung terbaiknya .... "
" Ckk ... selain petarung kita juga butuh strategi , percuma ... mereka hanya mengantar nyawa !! Lain kali kita harus merencanakan semua matang matang . Adipraja bukan anak kemarin sore yang baru belajar berjalan , Grandpa tahu itu kan !? " sungut Cherry pada Putra yang selalu mencari sekutu yang bertindak seenaknya . Menganggap enteng orang orang yang bahkan tak mungkin mereka sentuh .
*
Dan dahinya mengernyit ketika dari jauh ia melihat seorang pria muda datang mendekat pada gadisnya . Sepertinya pria muda itu juga sedang surfing di pantai ini .
" Hai cantik , sendirian ??? "
" Tidak ... aku tidak sendiri " jawab Vania tanpa melihat pemuda itu .
" Tapi tidak begitu yang kulihat , sekarang kau sedang sendirian ! Aku bukan pria jahat , aku hanya ingin ngobrol ... "
" Sudah selesai bersenang senangnya sayang !? "
__ADS_1
Vania tersenyum lebar ketika suara itu terdengar dari arah belakang punggungnya . Panggilan sayang dari pria itu jauh dari kata mesra , tapi seperti sebuah pengumuman bahwa dia sudah menjadi milik pria itu .
" Hei Kak ... aku hanya ingin menyapa adikmu , kami sama sama hobi berselancar . Kenalkan aku Raymond , panggil saja Ray ! "
" Kau pikir aku peduli ??! "
Pria muda bernama Ray itu mengernyitkan dahi ketika melihat sikap ketus dari pria yang ia anggap sebagai kakak dari gadis incarannya .
" Maaf ??? Aku rasa aku sudah menyapamu baik baik ... "
" Hai Ray ... tentu saja dia marah karena kau sudah salah duga !! Dia bukan kakakku , dia adalah .... "
" Aku adalah pria yang akan menjaganya seumur hidupku , dari pria pria muda iseng sepertimu ... menyingkirlah !!! "
Vania langsung mendekap tubuh tinggi besar Gema ketika merasa aura pria itu semakin menggelap . Gema tak suka tatapan Ray pada Vania .
" Sepertinya kami harus pergi Ray ... senang berkenalan denganmu . Ayo Om !! "
Akhirnya dua orang itu menjauh dari pria muda yang masih bingung dengan apa yang baru dialaminya . Ray tak habis pikir ada paman yang begitu posesif pada keponakannya . Dia tak mengira jika dia menjadi saksi sebuah hubungan terlarang antara paman dan keponakan .
Sedang Vania tak bisa menyembunyikan senyumnya pada pria yang masih berwajah masam itu . Ternyata bisa menjadi hiburan tersendiri melihat berapa posesifnya seorang Gema Aksa .
Dan tiba tiba terdengar notif pesan pada ponselnya , gadis itu hanya tersenyum ketika membacanya .
" Kenapa kau tersenyum ? Siapa yang mengirim pesan ?? "
__ADS_1
" Siap siap saja , kita kedatangan tamu ... "