Water N Fire

Water N Fire
142


__ADS_3

" Dulu bahkan Uncle menganggap ke empat ayahmu adalah musuh terbesar . Uncle mengira mereka sengaja menjerat kakek.Gaffar agar tidak lagi mau menceburkan diri di dunia kelam yang menurut Uncle dunia yang keren . Dunia yang mengangkat nama keluarga kami menjadi keluarga yang paling ditakuti . Sampai akhirnya aku bisa merasakan apa yang kakekmu rasakan . Pria pria seumur kami hanya ingin merasakan cinta di tengah tengah keluarga . Keberhasilan dari segi pandang kami adalah ketika melihat tawa kalian , anak anak kami ! " ujar Abbio yang sedang beristirahat sambil makan siang di sebuah restoran yang tak jauh dari proyek yang mereka datangi tadi .


" Walau begitu kalian tetap keren Uncle , aku adalah fans berat kalian . Kalian pengusaha yang sukses dan di segani oleh semua pengusaha dunia " sahut Jero yang ditanggapi tawa oleh pria dewasa yang duduk di depannya .


" Bagaimana dengan kuliahmu ? Si kembar dan Noah pernah mengutarakan jika ingin melanjutkan pendidikan di asrama yang sama denganmu "


" Si kembar juga ?? "


" Aunty Anna lebih tenang jika mereka sekolah di asrama . Dengan begitu mereka bisa lebih di awasi pergaulannya , Uncle dengar sekolah asramamu adalah yang terbaik baik dalam pengawasan atau pelajaran "


Jero hanya tersenyum , aturan disekolah asramanya memang sangat ketat . Tak jarang siswa yang menyerah dan memilih melanjutkan sekolahnya di sekolah non asrama .


Tapi sejurus kemudian matanya tertuju pada pintu masuk toko buku yang tepat ada di depan kafe tempatnya makan . Dia melihat seorang gadis yang berjalan beriringan dengan seorang pria muda yang tampak seumuran dengannya .


" Kau mau ikut Uncle kembali ke perusahaan ?? Uncle sudah selesai di proyek , atau jika kau mau kau bisa memakai supir Uncle untuk mengantarmu jalan jalan "


" Terimakasih Uncle , Jero ingin jalan jalan di sekitar sini saja ! Lagipula tadi Uncle Hiro berpesan untuk mengawasi Vania . Gadis itu sedang jadi incaran Vergel dan Kyle " jawab Jero sopan .


" Ya ... ya ... gadis itu memang luar biasa !! Ya sudah jika begitu Uncle pergi dulu "


Setelah Abbio pergi Jero segera keluar dari restoran menuju toko buku yang ada di seberang jalan . Dia ingin melihat Via yang sepertinya belum keluar dari sana .


Benar saja gadis berambut panjang yang mengenakan dress overal mocca selutut dipadu inner lengan panjang warna putih terlihat berdiri diantara rak rak buku . Jero juga melihat pria yang ia lihat tadi masih setia menemani di sampingnya . Mereka berdua sepertinya sama kutu buku .

__ADS_1


" Via .... "


DEGGHHH ... DEGGHHHH


Dada Via bertalu ketika mendengar suara yang sangat ia kenali ada di belakangnya . Saat ia menoleh pria tampan berperawakan tinggi besar itu benar benar sedang tersenyum padanya .


" Kak Jero ... hai !! " sapa Via dengan wajah gugup , senyum itu membuat Jero terlihat semakin tampan .


Pria disampingnya tampak tidak terlalu suka dengan kehadiran Jero tapi pria itu masih mencoba terlihat ramah dengan menyapa terlebih dahulu .


" Hai Kak ... aku Dave , teman sekelas Via "


" Hai aku Jero ... aku kakaknya , kau bisa pergi sekarang karena sekarang aku yang akan menjaganya " ujar Jero yang tahu jika pria bernama Dave itu tidak suka padanya .


" Biar kutebak ... kau sengaja menguntit dan memaksa Via agar mau kau temani !! Apa aku benar ?? Kau pikir Via butuh kau temani hahh !! Kau lihat di .... "


" Kak ... sudah ya "


Suara lembut itu memotong kata kata Jero yang sebenarnya ingin menunjukkan para pengawal gadis itu yang tersebar di berbagai sudut toko buku . Seperti wanita wanita di keluarganya , Al Shamma pun pasti akan menjaga para wanita mereka dengan baik .


Semua wanita punya para pengawal khusus jika mereka berniat keluar rumah atau mansion . Jero hanya mengangguk , dia tahu Via tidak ingin pria itu tahu jika dirinya dalam pengawasan penuh Daddynya .


" Lihat apa Kak !!? " tanya Dave ingin tahu apa yang akan dikatakan Jero .

__ADS_1


" Kau lihat ada banyak buku disini ?? Pasti butuh waktu lama agar Via bisa memilihnya . Jadi pergi dari sini sekarang juga atau aku yang akan menyeretmu keluar dari sini . Kau sudah mengganggu ketertiban umum !!! " sahut Jero sekenanya .


" Mengganggu ketertiban umum ??! "


" Niatmu datang ketempat ini hanya untuk menguntit Via , bukan untuk mencari buku !! ltu dinamakan mengganggu ketertiban umum . Ckk jangan banyak pertanyaan , pergi saja !! "


" Aku pergi jika Via yang memintaku pergi !! " kukuh Dave yang yakin jika Via tidak akan tega mengusirnya . Hati gadis itu terlalu lembut untuk menyakiti hati orang lain .


" Ada Kak Jero ... kau bisa pergi Dave . Terimakasih sudah menemaniku sampai disini " ujar Via lembut .


Akhirnya dengan sangat terpaksa Dave pergi dengan segala macam umpatan di hatinya . Dan Via kembali mencari buku di rak dengan Jero yang ada di belakangnya .


" Lain kali jangan terlalu lembut pada seorang pria !! Mereka bisa memanfaatkan itu , mereka juga bisa menyalah artikan kelembutanmu sebagai rasa suka pada mereka "


" Baik .... "


" Panggil pengawal jika kau memang merasa tidak nyaman ketika temanmu datang untuk memaksa melakukan hal yang tidak kau inginkan "


" Baik .... " sahut Via singkat tanpa melihat ke arah pria tampan yang masih mengikuti langkahnya untuk mencari buku .


" Weekend nanti kita pergi berdua saja , kita bisa pergi nonton dan makan malam setelahnya "


" Baik ... ehh tadi apa Kak !!?? "

__ADS_1


__ADS_2