
" Dulu bahkan Uncle menganggap ke empat ayahmu adalah musuh terbesar . Uncle mengira mereka sengaja menjerat kakek.Gaffar agar tidak lagi mau menceburkan diri di dunia kelam yang menurut Uncle dunia yang keren . Dunia yang mengangkat nama keluarga kami menjadi keluarga yang paling ditakuti . Sampai akhirnya aku bisa merasakan apa yang kakekmu rasakan . Pria pria seumur kami hanya ingin merasakan cinta di tengah tengah keluarga . Keberhasilan dari segi pandang kami adalah ketika melihat tawa kalian , anak anak kami ! " ujar Abbio yang sedang beristirahat sambil makan siang di sebuah restoran yang tak jauh dari proyek yang mereka datangi tadi .
" Walau begitu kalian tetap keren Uncle , aku adalah fans berat kalian . Kalian pengusaha yang sukses dan di segani oleh semua pengusaha dunia " sahut Jero yang ditanggapi tawa oleh pria dewasa yang duduk di depannya .
" Bagaimana dengan kuliahmu ? Si kembar dan Noah pernah mengutarakan jika ingin melanjutkan pendidikan di asrama yang sama denganmu "
" Si kembar juga ?? "
" Aunty Anna lebih tenang jika mereka sekolah di asrama . Dengan begitu mereka bisa lebih di awasi pergaulannya , Uncle dengar sekolah asramamu adalah yang terbaik baik dalam pengawasan atau pelajaran "
Jero hanya tersenyum , aturan disekolah asramanya memang sangat ketat . Tak jarang siswa yang menyerah dan memilih melanjutkan sekolahnya di sekolah non asrama .
Tapi sejurus kemudian matanya tertuju pada pintu masuk toko buku yang tepat ada di depan kafe tempatnya makan . Dia melihat seorang gadis yang berjalan beriringan dengan seorang pria muda yang tampak seumuran dengannya .
" Kau mau ikut Uncle kembali ke perusahaan ?? Uncle sudah selesai di proyek , atau jika kau mau kau bisa memakai supir Uncle untuk mengantarmu jalan jalan "
" Terimakasih Uncle , Jero ingin jalan jalan di sekitar sini saja ! Lagipula tadi Uncle Hiro berpesan untuk mengawasi Vania . Gadis itu sedang jadi incaran Vergel dan Kyle " jawab Jero sopan .
" Ya ... ya ... gadis itu memang luar biasa !! Ya sudah jika begitu Uncle pergi dulu "
Setelah Abbio pergi Jero segera keluar dari restoran menuju toko buku yang ada di seberang jalan . Dia ingin melihat Via yang sepertinya belum keluar dari sana .
Benar saja gadis berambut panjang yang mengenakan dress overal mocca selutut dipadu inner lengan panjang warna putih terlihat berdiri diantara rak rak buku . Jero juga melihat pria yang ia lihat tadi masih setia menemani di sampingnya . Mereka berdua sepertinya sama kutu buku .
__ADS_1
" Via .... "
DEGGHHH ... DEGGHHHH
Dada Via bertalu ketika mendengar suara yang sangat ia kenali ada di belakangnya . Saat ia menoleh pria tampan berperawakan tinggi besar itu benar benar sedang tersenyum padanya .
" Kak Jero ... hai !! " sapa Via dengan wajah gugup , senyum itu membuat Jero terlihat semakin tampan .
Pria disampingnya tampak tidak terlalu suka dengan kehadiran Jero tapi pria itu masih mencoba terlihat ramah dengan menyapa terlebih dahulu .
" Hai Kak ... aku Dave , teman sekelas Via "
" Hai aku Jero ... aku kakaknya , kau bisa pergi sekarang karena sekarang aku yang akan menjaganya " ujar Jero yang tahu jika pria bernama Dave itu tidak suka padanya .
" Biar kutebak ... kau sengaja menguntit dan memaksa Via agar mau kau temani !! Apa aku benar ?? Kau pikir Via butuh kau temani hahh !! Kau lihat di .... "
" Kak ... sudah ya "
Suara lembut itu memotong kata kata Jero yang sebenarnya ingin menunjukkan para pengawal gadis itu yang tersebar di berbagai sudut toko buku . Seperti wanita wanita di keluarganya , Al Shamma pun pasti akan menjaga para wanita mereka dengan baik .
Semua wanita punya para pengawal khusus jika mereka berniat keluar rumah atau mansion . Jero hanya mengangguk , dia tahu Via tidak ingin pria itu tahu jika dirinya dalam pengawasan penuh Daddynya .
" Lihat apa Kak !!? " tanya Dave ingin tahu apa yang akan dikatakan Jero .
__ADS_1
" Kau lihat ada banyak buku disini ?? Pasti butuh waktu lama agar Via bisa memilihnya . Jadi pergi dari sini sekarang juga atau aku yang akan menyeretmu keluar dari sini . Kau sudah mengganggu ketertiban umum !!! " sahut Jero sekenanya .
" Mengganggu ketertiban umum ??! "
" Niatmu datang ketempat ini hanya untuk menguntit Via , bukan untuk mencari buku !! ltu dinamakan mengganggu ketertiban umum . Ckk jangan banyak pertanyaan , pergi saja !! "
" Aku pergi jika Via yang memintaku pergi !! " kukuh Dave yang yakin jika Via tidak akan tega mengusirnya . Hati gadis itu terlalu lembut untuk menyakiti hati orang lain .
" Ada Kak Jero ... kau bisa pergi Dave . Terimakasih sudah menemaniku sampai disini " ujar Via lembut .
Akhirnya dengan sangat terpaksa Dave pergi dengan segala macam umpatan di hatinya . Dan Via kembali mencari buku di rak dengan Jero yang ada di belakangnya .
" Lain kali jangan terlalu lembut pada seorang pria !! Mereka bisa memanfaatkan itu , mereka juga bisa menyalah artikan kelembutanmu sebagai rasa suka pada mereka "
" Baik .... "
" Panggil pengawal jika kau memang merasa tidak nyaman ketika temanmu datang untuk memaksa melakukan hal yang tidak kau inginkan "
" Baik .... " sahut Via singkat tanpa melihat ke arah pria tampan yang masih mengikuti langkahnya untuk mencari buku .
" Weekend nanti kita pergi berdua saja , kita bisa pergi nonton dan makan malam setelahnya "
" Baik ... ehh tadi apa Kak !!?? "
__ADS_1