Water N Fire

Water N Fire
193


__ADS_3

Steve tersenyum lebar ketika melihat pengantin wanitanya datang menghampirinya . Baru saja ia selesai mengucap ijab kabul dan semua orang berteriak sah , dan itu artinya sang dokter cantik itu sudah resmi menjadi miliknya .


" Nggak usah lebay Kak , tuh air mata buaya nggak usah pakai acara keluar segala " ujar Jero yang melihat dua sudut mata mantan casanova itu telah mengeluarkan air lumayan deras .


BUGGHHHH


" Diem Jer !!! "


Ketiga pria tampan yang berdiri di belakang Steve serentak memukul bungsu yang selalu saja merusak momen indah mereka . Mereka tahu Steve sedang terharu dan sangat bahagia karena akhirnya mendapatkan wanita impiannya .


Setelah berhubungan dengan banyak wanita hatinya akhirnya hatinya berlabuh pada seorang dokter cantik yang berumur lebih dewasa darinya . Hidupnya terasa sempurna karena mendapat pendamping yang mampu mengerti dirinya .


" Ckk apa apaan sih kalian ??! Kenapa dari tadi aku terus yang salah . lni momen bahagia , tak seharusnya Kak Steve menangis !! Atau jangan jangan dia terpaksa menikahi Dokter Venna "


PLETAKKKK ...


" Diam atau Kakak lempar kau ke kolam ikan punya kakek ... " ancam Gema yang sebenarnya merasa lucu dengan kekonyolan bungsunya .


Jero hanya bisa berdecak kesal dan memandang malas ke arah saudara saudaranya . Rasanya semua pria itu sudah sepakat untuk membullynya dari tadi .


" Hai istri ... "

__ADS_1


" Hai Hubby ....kau merindukanku !? " tanya Venna dengan senyum manisnya , selama seminggu ini mereka di pinggit alias tidak di ijinkan bertemu untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan .


Para ibu mereka tahu jika Steve sedang berapi api kepada calon istrinya hingga mereka memutuskan untuk menjaga 24 jam calon menantu mereka agar Steve tidak bisa mendekat .


" Sangat ... aku setengah mati merindukanmu sayang " ujar Steve yang perlahan mendekati wajah cantik dengan polesan natural itu . Dia sudah ingin sekali merasai bibir kemerahan yang selama seminggu ini mengganggu setiap mimpinya .


" Ckk mesum banget sih !!! Perasaan kalau habis nikah biasanya cium tangan sama kening ... ini mau nyosor bibir kaya soang . Nggak liat tuh Uncle Dennis udah horor banget mukanya ! " lirih Jero yang masih bisa di dengar keempat saudaranya .


" Jer ... dasar anak ini !! " kesal Steve yang urung mencium bibir pengantinnya , dia kemudian mencium kening istrinya cukup lama untuk menyalurkan semua rasa yang ia tahan selama ini .


Gema , Janu dan Langit hanya terkekeh melihat tingkah dua saudaranya . Begitu pula dengan ke empat ayah dan ibu mereka yang duduk tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang . Mereka hanya bisa geleng geleng kepala dengan tingkah kelima putra mereka .


Pesta berlangsung dengan hangat , semua terlihat bahagia dengan penyatuan kembali dua keluarga yang sudah bersahabat sejak lama .


" Sangat , setidaknya suamiku sangat tampan walau lebih muda dariku " sahut Venna .


" Ckk aku suka kau memujiku tampan , tapi tidak dengan umur . Kita cuma selisih tiga tahun sayang " rajuk Steve dengan bibir mengerucut .


" Bisakah kita duduk ?? Kakiku sedikit pegal " ujar Venna yang baru kali ini mengenakan heels lumayan tinggi .


" Kita bisa langsung ke kamar jika kau mau . Aku punya kamar sendiri di mansion ini . Kurasa mereka sudah menyiapkan segalanya untuk kita " sahut Steve dengan penuh semangat , padahal sudah dari tadi ia ingin mengajak istrinya untuk istirahat di kamar .

__ADS_1


" Ya sudah jika begitu , tapi hanya istirahat bukan !? Masih banyak tamu di sini , siapa tahu nanti kita tiba tiba di minta turun karena ada tamu penting yang belum kita temui "


" Tentu saja kita hanya istirahat , aku bisa memijat kakimu agar nanti terasa lebih baik . Sebaiknya nanti juga ganti sepatu dengan heels pendek , kau tampak tak nyaman dengan heels tinggi seperti itu "


Dua pengantin itu akhirnya ijin untuk istirahat sebentar di kamar atas . Dan benar saja , kamar Steve sudah di hias dengan indah . Taburan bunga mawar merah menghiasi seluruh lantai dan ranjang pengantin mereka .


" Kau suka ?? "


" lni sangat indah , terimakasih !! Aku memang suka dengan warna merah ... Akkhhhhh " pekik Venna ketika tiba tiba Steve mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju ranjang mereka .


Setelah meletakkan istrinya duduk di tepi ranjang Steve segera membuka sepatu hak tinggi yang dipakai istrinya . Dengan masih duduk berjongkok di bawah perlahan ia memijat lembut kaki istrinya .


" Sudah lebih baik ?? "


Venna mengangguk dan tersenyum bahagia , Steve selalu saja berusaha memperlihatkan perhatian dan kasih tulus kepadanya .


" Aku mencintaimu Hubby ... "


" Apa sayang !? Barusan kau bicara apa !? "


" I love you Hubby "

__ADS_1


" I love you more ... aku tergila gila padamu sayang !! "


__ADS_2