
Steve tersenyum lebar ketika melihat pengantin wanitanya datang menghampirinya . Baru saja ia selesai mengucap ijab kabul dan semua orang berteriak sah , dan itu artinya sang dokter cantik itu sudah resmi menjadi miliknya .
" Nggak usah lebay Kak , tuh air mata buaya nggak usah pakai acara keluar segala " ujar Jero yang melihat dua sudut mata mantan casanova itu telah mengeluarkan air lumayan deras .
BUGGHHHH
" Diem Jer !!! "
Ketiga pria tampan yang berdiri di belakang Steve serentak memukul bungsu yang selalu saja merusak momen indah mereka . Mereka tahu Steve sedang terharu dan sangat bahagia karena akhirnya mendapatkan wanita impiannya .
Setelah berhubungan dengan banyak wanita hatinya akhirnya hatinya berlabuh pada seorang dokter cantik yang berumur lebih dewasa darinya . Hidupnya terasa sempurna karena mendapat pendamping yang mampu mengerti dirinya .
" Ckk apa apaan sih kalian ??! Kenapa dari tadi aku terus yang salah . lni momen bahagia , tak seharusnya Kak Steve menangis !! Atau jangan jangan dia terpaksa menikahi Dokter Venna "
PLETAKKKK ...
" Diam atau Kakak lempar kau ke kolam ikan punya kakek ... " ancam Gema yang sebenarnya merasa lucu dengan kekonyolan bungsunya .
Jero hanya bisa berdecak kesal dan memandang malas ke arah saudara saudaranya . Rasanya semua pria itu sudah sepakat untuk membullynya dari tadi .
" Hai istri ... "
__ADS_1
" Hai Hubby ....kau merindukanku !? " tanya Venna dengan senyum manisnya , selama seminggu ini mereka di pinggit alias tidak di ijinkan bertemu untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan .
Para ibu mereka tahu jika Steve sedang berapi api kepada calon istrinya hingga mereka memutuskan untuk menjaga 24 jam calon menantu mereka agar Steve tidak bisa mendekat .
" Sangat ... aku setengah mati merindukanmu sayang " ujar Steve yang perlahan mendekati wajah cantik dengan polesan natural itu . Dia sudah ingin sekali merasai bibir kemerahan yang selama seminggu ini mengganggu setiap mimpinya .
" Ckk mesum banget sih !!! Perasaan kalau habis nikah biasanya cium tangan sama kening ... ini mau nyosor bibir kaya soang . Nggak liat tuh Uncle Dennis udah horor banget mukanya ! " lirih Jero yang masih bisa di dengar keempat saudaranya .
" Jer ... dasar anak ini !! " kesal Steve yang urung mencium bibir pengantinnya , dia kemudian mencium kening istrinya cukup lama untuk menyalurkan semua rasa yang ia tahan selama ini .
Gema , Janu dan Langit hanya terkekeh melihat tingkah dua saudaranya . Begitu pula dengan ke empat ayah dan ibu mereka yang duduk tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang . Mereka hanya bisa geleng geleng kepala dengan tingkah kelima putra mereka .
Pesta berlangsung dengan hangat , semua terlihat bahagia dengan penyatuan kembali dua keluarga yang sudah bersahabat sejak lama .
" Sangat , setidaknya suamiku sangat tampan walau lebih muda dariku " sahut Venna .
" Ckk aku suka kau memujiku tampan , tapi tidak dengan umur . Kita cuma selisih tiga tahun sayang " rajuk Steve dengan bibir mengerucut .
" Bisakah kita duduk ?? Kakiku sedikit pegal " ujar Venna yang baru kali ini mengenakan heels lumayan tinggi .
" Kita bisa langsung ke kamar jika kau mau . Aku punya kamar sendiri di mansion ini . Kurasa mereka sudah menyiapkan segalanya untuk kita " sahut Steve dengan penuh semangat , padahal sudah dari tadi ia ingin mengajak istrinya untuk istirahat di kamar .
__ADS_1
" Ya sudah jika begitu , tapi hanya istirahat bukan !? Masih banyak tamu di sini , siapa tahu nanti kita tiba tiba di minta turun karena ada tamu penting yang belum kita temui "
" Tentu saja kita hanya istirahat , aku bisa memijat kakimu agar nanti terasa lebih baik . Sebaiknya nanti juga ganti sepatu dengan heels pendek , kau tampak tak nyaman dengan heels tinggi seperti itu "
Dua pengantin itu akhirnya ijin untuk istirahat sebentar di kamar atas . Dan benar saja , kamar Steve sudah di hias dengan indah . Taburan bunga mawar merah menghiasi seluruh lantai dan ranjang pengantin mereka .
" Kau suka ?? "
" lni sangat indah , terimakasih !! Aku memang suka dengan warna merah ... Akkhhhhh " pekik Venna ketika tiba tiba Steve mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju ranjang mereka .
Setelah meletakkan istrinya duduk di tepi ranjang Steve segera membuka sepatu hak tinggi yang dipakai istrinya . Dengan masih duduk berjongkok di bawah perlahan ia memijat lembut kaki istrinya .
" Sudah lebih baik ?? "
Venna mengangguk dan tersenyum bahagia , Steve selalu saja berusaha memperlihatkan perhatian dan kasih tulus kepadanya .
" Aku mencintaimu Hubby ... "
" Apa sayang !? Barusan kau bicara apa !? "
" I love you Hubby "
__ADS_1
" I love you more ... aku tergila gila padamu sayang !! "