
Otak Vania sejenak tak bisa berpikir ketika dengan jelas ia melihat dua pria dalam hidupnya sedang duduk berhadapan dengan papan catur di tengah mereka . Tapi tangannya kemudian terkepal erat .
Tanpa berkata kata gadis itu kemudian meninggalkan tempat itu , tampak sekali raut kesal di wajahnya . Gema dan Greg saling menatap dan sesaat kemudian pria tua itu mengangguk pelan seakan tahu apa yang ada di pikiran pria muda di depannya .
Gema segera berlari keluar mengejar Vania yang tak lagi mau melihat ke belakang ketika ia memanggil namanya . Vania terus melesat berlari ke arah mobil yang tadi mereka bawa . Mungkin gadis itu ingin pulang .
" Vania !!!! Sayaaaanngg .... tunggu !!! "
Gema mempercepat langkahnya karena kaki mungil itu sangat lincah berlari . Ketika sudah ada dalam jangkauan ia segera meraih bahu gadis itu dan ia dekap erat . Gema mempererat dekapannya ketika tubuh Vania meronta .
" Lepaasss !!! Kalian jahat !!! "
" Hei ... dengarkan dulu , ini tidak seperti apa yang kau pikirkan !! " ujar Gema mencoba menenangkan .
Sesaat kemudian gadis itu tenang , tapi tatapan matanya tajam ke arah calon suaminya .
" Kau tahu rasanya hahh !!?? Rasanya lebih sakit dari tertusuk ribuan pisau ... aku bahkan tidak bisa membayangkan hidup tanpamu di sisiku !!! "
" Aku tahu , itu juga yang aku rasakan ketika kau tidak di sisiku "
" Kenapa tidak langsung menemui aku ?? Kenapa kalian sengaja membuatku begini !?? Kalian jahat ... emmmpptthhh "
__ADS_1
Dengan terpaksa Gema membungkam gadisnya dengan sebuah ciuman yang sedikit memaksa . Karena jika di biarkan maka gadisnya akan semakin kalut tanpa ia bisa menjelaskan terlebih dahulu .
Pada awalnya Vania memberontak , tapi sesaat kemudian ia melembut dan mengikuti alur yang Gema ciptakan . Dua bibir itu bertaut seakan tak akan pernah mau terlepas lagi . Hingga tautan itu terlepas dengan sendirinya karena mereka kehabisan nafas .
" Maaf , tapi bukan maksud kami membuatmu merasa ditinggalkan . Tadi Grandpa sudah menyuruh salah satu penjaga untuk memanggilmu ke sarang belakang . Ujian pertamaku sudah berhasil sayang ! Dan ujian keduaku baru saja di mulai sesaat sebelum kau datang ... "
" Berarti Grandpa tidak jadi menjadikan dirimu sebagai sasaran ?? "
Gema tersenyum dan mengecup lembut kening gadis dalam dekapannya . Di usapnya air mata yang masih mengalir di pipi Vania .
" Grandpa snipper yang hebat , bidikannya tepat mengenai jantung dan hatiku ! Hanya saja satu lembar material anti peluru di kenakan padaku tanpa sepengetahuanku "
" Jadi ??!! "
" Tidak mau !! Aku masih marah pada Grandpa !!! " sungut Vania kesal .
" Aku sudah lulus ujian pertamaku sayang , bisa jadi dia mencabut restunya jika kau marah padanya "
" Maksud Om !? "
" Grandpa sudah baik padaku , dia bersikap keras padaku karena ingin memastikan cucu kesayangannya mendapat pendamping yang tepat . Dia terlalu menyayangimu ... "
__ADS_1
" Tapi kau yang terbaik "
" Aku masih mencoba ... sekarang biarkan aku menjalani ujian keduaku . Berikan aku semangat agar aku bisa berhasil , jangan cemberut begini ... itu mengganggu konsentrasiku "
" Cihh mana ada cemberut mengganggu konsentrasi !! "
" Bibirmu terlihat seksi jika cemberut sayang , bisa bisa aku habiskan waktuku seharian di sini hanya untuk menikmati bibirmu itu "
" Tau begini aku tadi nggak usah nangis nangis .... memalukan !! Pasti para penjaga tadi menertawakan aku , mereka kira aku sedang syuting drama " gerutu Vania di sepanjang perjalanan menuju rumah belakang . Dan Gema hanya terkekeh mendengarnya .
Padahal jangankan menertawainya , para penjaga akan tertunduk jika Vania melihat mereka . Monster cantik itu terlihat begitu menakutkan untuk mereka .
" Sudah menangisnya ?? Ternyata kau belum sekuat yang Grandpa kira .... " kata Gregorius sambil terkekeh , Vania terlihat mengerucutkan bibirnya .
" Grandpa bilang jika aku bisa mengalahkannya maka beliau akan menikahkan kita sekarang juga "
" Jika kalah !!? "
" Tidak akan !! Lagipula apapun yang terjadi aku akan tetap menikahimu sayang ! Apa anda keberatan Grandpa !?? "
Vania tersenyum lebar ketika mendengar Gema memanggil Gregorius dengan panggilan yang sama dengannya . ltu artinya sebuah restu memang sudah di berikan oleh pria angkuh itu .
__ADS_1
Gregorius hanya memutar bola matanya malas melihat pasangan di depannya . Sepertinya ia mendapat lawan sepadan untuk ujian kedua ini .