
" Kau benar benar serius ingin mengolahnya ?? Jangan setengah setengah jika ingin terjun ke dunia bisnis " ujar Jerry yang saat itu ada bersama Langit di sebuah kantor showroom yang ada di pusat kota .
" Uncle tahu aku tidak punya pendidikan yang cukup tentang bisnis , dulu aku terlalu mengikuti obsesiku untuk menyusuri lintasan balap "
" Kau akan cepat belajar , banyak accounting dan staff yang akan mendampingimu belajar . Janu , Gema atau papamu pasti akan bisa membantumu jika kau kesulitan . Jangan sungkan jika kau ingin bertanya sesuatu padaku "
Langit hanya mengangguk dengan terus melihat sejumlah berkas laporan yang tadi di serahkan staffnya ketika Jerry memintanya .
" Masih suka balapan ?! "
__ADS_1
" Sudah lama Langit tidak berkendara di lintasan balap "
" Kau beruntung mempunyai papa dan mama yang sangat menyayangimu , watak Bumi sangat keras tapi percayalah bagi dia keluarga adalah segalanya "
" Langit paham itu , semakin Langit keras maka Papa juga akan semakin keras pada Langit . Dulu Langit hanya ingin mencari jati diri , Langit ingin lepas dari bayang bayang nama besar keluarga Adipraja . Nama itu sering membuat Langit tidak percaya diri " ujar Langit dengan menundukkan kepalanya .
Masih ia ingat ketika dirinya hidup bebas di atas lintasan , dia hidup dari uang yang ia hasilkan sendiri dari balapan . Berkali kali Aira menemuinya agar mau pulang dan meninggalkan dunia yang menurut wanita itu terlalu berbahaya karena harus bertaruh nyawa . Tapi tentu saja tak pernah ia gubris .
Hingga saat murka Bumi berada di puncaknya , pilar pertama itu mengubah lintasan yang biasa ia pakai menjadi area bangunan apartemen mewah . Bumi memutus circle pertemanannya yang rata rata adalah pembalap liar dengan menjadikan para pembalap itu karyawan di perusahaan perusahaan ataupun di kafe milik Aira yang tersebar di London .
__ADS_1
Dan tak ia menyangka Gema yang waktu itu mampu menghadang secara langsung murka singa gurun itu . Entah bagaimana caranya singa gurun itu bisa melunak ketika berhadapan dengan putra tersulung Adipraja yang merupakan putra pertama dari pilar kedua .
" Kau tahu ? Dari kami berempat hanya papamu yang mempunyai darah Adipraja . Aku , Adam ataupun Jerry hanya orang lain di keluarga ini . Tapi kakekmu menganggap kami sebagai putra putranya bahkan ketika kami belum menjadi siapa siapa . Aku dan Dewa hanya pengusaha bengkel , sedangkan Adam adalah tangan kanan Tuan Besar Alfian . Perlahan kami dibentuk dan ditempa dengan keras untuk bisa berdiri dengan kokoh . Banyak hal yang kami alami , tak terhitung banyaknya saat saat kami jatuh . Tapi kami saling menopang ... itu yang membuat kami semakin kuat ! "
" Andai waktu bisa berputar ... semua ini tak harus terjadi . Kak Cherry masih ada bersama kita "
Jerry berdiri dan menepuk bahu Langit , ia tahu kematian Cherry masih lekat di ingatan pria muda di depannya .
" Come on , semua sudah berlalu.! Masa depanmu masih sangat panjang , apalagi kau sudah mempunyai istri !! Jangan sampai Lulu melihatmu lemah seperti ini , saat ini hanya kau yang dia punya . Hanya kau yang menjadi pegangannya ... maka belajarlah menjadi suami yang baik sekaligus tonggak yang kuat untuk keluargamu "
__ADS_1
Ya , saat ini Lulu adalah poros dan tujuan hidupnya . Apapun yang terjadi ia akan belajar untuk menjadi pria yang lebih baik agar suatu saat bisa di banggakan oleh keluarganya terutama istri dan anak anaknya kelak.