Water N Fire

Water N Fire
114


__ADS_3

" Yakin mau pulang elo ?? "


" Ckk ... yakinlah !! Lagian gue enggak sakit ngapain gue lama lama ada di sini . Ribet mau ngapa ngapain sama bini , keburu kangen !! "


Steve terbahak mendengar keluh kesah sepupunya , dia kira hanya dia pria berpikiran mesum di Adipraja tapi sepertinya kini dia punya teman sepemikiran .


" Bantuin gue please .... jangan pulang dulu , minimal besok deh ! Gue lagi ada misi nih !! "


" Paling ngejar Ravenna , putri sulung Uncle Varo !! Sadar nggak sih kalau dia itu lebih tua dari elo ?? Ya mana maulah dia sama elo . Kalau enggak sungkan ya pasti malu ... dia pasti enggak mau disangka cari berondong bantat kayak elo "


" Malu ?? Ngapain malu ?? Gue ganteng paripurna kayak gini , di bawa kemana mana juga nggak bakal malu maluin " sanggah Steve yang paling tidak suka jika umurnya yang selalu menjadi masalah .


" Dia kan seorang dokter , pergaulan mereka pasti lebih formal nggak kayak kita ! Lingkupnya juga pasti lebih sempit , jadi dia pasti nyari yang kita kira dia lebih nyaman . Paling paling dia nyari yang sama sama dokter . Venna kan spesialis bedah ... bisa jadi dia juga cari yang sama sama dokter bedah ! Atau kalau enggak ya pemilik rumah sakitnya sekalian ... kan pasti tajir tuh , seimbang jadinya "


Steve tampak manggut manggut , wajah seriusnya sebenarnya malah ingin membuat Langit tertawa .


" Lhohh Mas Steve masih disini ?? "

__ADS_1


Lulu yang tadi mengurus administrasi kembali ke kamar rawat untuk menjemput suaminya . Sedang Steve hanya berdecih kesal ketika melihat Langit yang langsung mengulurkan tangannya berniat memeluk istrinya .


" Nggak usah sok pamer kemesraan , jomblo gue !! "


" Derita elo itu sih .... gue mau ngapa ngapain juga udah halal !! Nggak kayak elo , penebar maksiat !! "


" Maaaassss ... "


Suara lembut Lulu mampu membuat Langit diam , dan membuat Steve tertawa .


" Kicep elo !! Semua ada masanya ... sebejat bejatnya laki laki pasti suatu saat pengen punya istri yang baik . Yang bisa menemaninya untuk jadi pribadi yang lebih baik , yang bisa jadi ibu untuk anak anaknya kelak . Pulang yukk ... sebelum ada petugas usir kita !! Gue jalan duluan ya Lu , males gue liat muka mesum suami elo . Sini gue bawain kopernya " gerutu Steve yang eneg melihat kemesraan sepasang manusia di depannya .


Setelah beberapa saat Lulu dan Langit segera menyusul Steve yang sudah terlebih dulu keluar kamar . Tapi sampai di lobi rumah sakit langkah Langit terhenti tiba tiba , matanya nanar pada seorang wanita yang sedang mengantri di bagian pendaftaran pasien .


" Kak Cherry ... "


*

__ADS_1


Diva yang sedang berada di ruang televisi mengerutkan keningnya ketika melihat putranya pulang dengan keadaan kusut tidak seperti biasanya .


" Kok Vania tidak di bawa pulang Nak ??! Katanya cuma mau ambil koper tadi ... "


" Lagi jalan jalan sepertinya Bu , Ayah sudah pulang ?? " tanya Gema yang tidak melihat Adam di ruangan itu .


" Besok pagi katanya sudah pulang , katanya mau nganter Ava sampai ke Ibukota . Kamu kan tahu ayahmu paling tidak bisa pisah sama Ava . Bagi ayah Queen Ava tetep saja putri kecilnya . Ngomong ngomong kamu kenapa kusut banget seperti itu ?? Laper ya !? lbu tadi bikin bolu red Velvet kesukaan kamu , ibu ambilin ya ... "


Sebelum menjawab ibunya sudah pergi ke dapur untuk mengambil roti bikinannya sendiri . Gema yang memang sudah lelah akhirnya duduk di ruang tengah sambil menonton televisi .


Punggungnya bersandar di sofa dengan mata yang terpejam , seharian mencari info tentang keberadaan gadis nakalnya membuat dirinya sangat lelah . Beberapa saat kemudian tercium bau kopi dan harumnya roti buatan ibunya .


" lbu juga buatin kopi susu buat kamu , di minum biar seger !! Masa ganteng ganteng kusut sih ... " ujar Diva bercanda melihat putranya yang masih memejamkan matanya .


" Haishhhh ... orang orang jaman sekarang memang ngeri ya !! Ya Allah jalanan sampai merah semua kaya gitu . Tuh lagi di liput tempat perang gangster tetangga sebelah sama gangster dari negara Vania tinggal . Ngeri banget ... "


Mata Gema langsung terbuka ketika nama gadisnya disebut , benar kata ibunya di televisi sedang diliput dan diperlihatkan tempat bekas pertempuran gangster yang dipenuhi darah .

__ADS_1


Dan matanya terpaku ketika sekilas melihat sebuah jaket warna pink yang tak asing di matanya . Jaket yang tergeletak di jalanan dengan banyak noda merah di atasnya . Dan di bawah layar liputan itu tertulis ada puluhan nyawa yang menjadi korban dalam peristiwa itu .


" Ya Tuhan ... sayang !! "


__ADS_2