
Jero sangat bersemangat ketika melihat dua gadis berwajah sama di depannya . Rasa bosan karena berjam jam naik pesawat bisa terobati hanya dengan melihat wajah cantik yang selalu mengusik mimpinya .
Ada dua gadis berwajah sama jauh di depannya dengan penampilan yang sangat berbeda . Satu gadis mengenakan dress sebatas lutut berwarna merah jambu dengan mengenakan hiasan rambut warna senada . Dan satu gadis berwajah sama mengenakan kaos oversize warna hitam dengan celana pendek yang tertutup oleh atasan yang di kenakannya , rambut panjangnya yang di ikat asal malah membuat wajah itu semakin cantik .
Dan Jero yakin gadis dengan dress merah jambu itulah Olivia , wajah itu tertunduk ketika ia menghampirinya .
" Hai Via , sudah lama tidak bertemu ! Bagaimana kabarmu !? " sapa Jero sambil memeluk sekilas tubuh mungil itu .
" A-aku baik ... terimakasih , bagaimana kabarmu !? "
Jero tersenyum melihat gadis di depannya tampak sangat gugup , mungkin gadis itu juga merasakan rindu yang sama seperti yang ia rasakan sekarang . Dia menoleh ke belakang ketika mendengar suara bariton menyapanya .
" Hai Jero !! "
" Hai .... ???? "
Walau menjawab sapaan itu tapi wajah Jero terlihat penuh tanya karena ia belum mengenal pria yang menyapanya .
" Aku Albert , teman dari dua gadis cantik ini !! Senang bertemu denganmu "
" Hai Albert .. aku Jeronimo , kau bisa memanggilku dengan Jero saja . Hai Odelia , sama seperti Olivia ... kalian sangat cantik " ujar Jero memeluk sekilas Lia yang hanya menanggapinya dengan senyum .
Albert tampak mengambil sesuatu dari kantongnya , sebuah kunci ia serahkan pada Jero .
__ADS_1
" Kau yang membawa mobil Via , kalian akan pulang bersama . Maaf tidak bisa pulang bareng kalian karena aku dan Lia harus mampir dulu ke suatu tempat "
" Its ok ... aku yang akan membawa mobil Via , aku sedikit lupa dengan jalannya jadi kali ini kau yang akan menjadi penunjuk jalanku " sahut Jero yang meraih tangan Lia untuk berjalan keluar .
Berkali kali Via harus menarik nafasnya dalam dalam ketika melihat kedekatan Lia dan Albert , bahkan pandangannya tak bisa lepas ketika dua orang itu masuk ke dalam mobil Lia .
" Hai ... sepertinya dari tadi kau tidak fokus padaku Vi !! Jangan khawatirkan Lia , pria itu sepertinya pria yang baik . Lagipula Lia ahli karate , Albert akan berpikir seribu kali lipat untuk mengganggu dia " ujar Jero ketika mereka sudah ada dalam mobil sport warna merah muda milik Via .
" Dia adikku , wajar jika aku khawatir padanya ' jawab Via singkat .
Jero menghela nafasnya , sikap Via seperti inilah yang kadang membuat dia masih bingung . Via yang dia kenal selama ini adalah Via yang hangat , yang selalu membuatnya tersenyum ketika mereka bertukar pesan . Yang selalu membuatnya kagum dengan semua hal kecil yang di lakukannya .
Tapi Via yang ada di sampingnya menjelma menjadi Via yang tertutup , yang bahkan enggan bercerita dengannya . Dan Jero menggelengkan kepalanya pelan ketika selintas bayangan Lia malah berada di otaknya . Jelas jelas ia bisa melihat cinta di mata Albert untuk gadis kembaran dari wanita yang ia cintai itu .
Mereka menyanyikan lagu Eminem berjudul Till l Collapse , irama hip hop yang membuat Lia tanpa sadar menggerakkan badannya .
*Cause sometimes you just feel tired , feel weak
And when you feel weak , you feel like you wanna just give up*
But you got to search within you , and try to find that inner strength
............
__ADS_1
Mereka selesai menyanyikan lagu rapper ternama itu tepat ketika sampai di area parkiran sanggar . Sejenak Albert membiarkan Lia menata hatinya agar gadis itu lebih tenang .
" Sudah ?? "
" Heeemmm ... " jawab Lia singkat kemudian keluar dari mobilnya .
Suasana sanggar belum begitu ramai karena pameran di buka resmi sore nanti . Para seniman yang ikut pameran sedang menata tempat itu agar lebih pantas dan lebih menarik untuk dikunjungi .
" Liaaaa .... "
Dari jauh Elda tampak berlari kecil menghampiri mereka . Wajah gadis itu tampak sangat antusias menyambut sahabat dan paman kecilnya .
" Ciee .... cieeee udah nggak bisa terpisah lagi nih yeeee !! Sampai sampai ke sanggar aja minta di anterin . Betewe happy birthday sayangkuhhhh... Wish all the best for you " kata Elda yang senang melihat kebersamaan Albert dan Lia .
" Terimakasih El , kami baru saja menjemput Jero "
" Jero ??? Dia datang hari ini ?? O iya aku lupa jika dia sudah berjanji datang pada ulang tahun kalian . Dia mengenalmu ?? Jangan di jawab ... aku rada aku sudah tahu jawabannya . Pria bodoh itu pasti melewatimu begitu saja !! " kesal Elda yang bisa melihat raut kecewa pada sahabatnya .
" Ckk jangan bahas dia lagi . Live muat go on !! Sekarang kita bantu dulu teman teman kita ... dan kau boleh pulang Al , bawa saja mobilku ! Elda yang nanti akan mengantarku , kami tidak tahu kapan kami bisa menyelesaikan ini "
" Kau datang bersamaku , itu artinya kau juga akan pulang bersamaku ! Aku akan membantu kalian menyelesaikan semua ini , bukankah lebih banyak orang lebih baik ?? " ujar Al sambil menggulung lengan kemejanya sebatas siku .
" Ok .... semangat !!! Kita selesaikan ini bersama sama " pekik Elda dan Lia bersama sama .
__ADS_1
Tawa kedua gadis itu membuat hati Albert menghangat , setidaknya ia bisa melihat wanita yang ia cintai kembali ceria walau jauh di dalam hati gadis itu mungkin ada luka yang tidak bisa disembuhkan .