Water N Fire

Water N Fire
50


__ADS_3

Ava yang baru saja keluar dari kamar mandi dikejutkan dengan sosok yang berdiri bersandar di depan pintunya . Untung saja dia mengenakan jubah mandinya karena di dalam sana ia hanya mengenakan under wearnya saja .


Tapi ia tetap saja berjalan ke arah walk in closet seolah tidak tahu sosok yang bersedekap tangan itu . Selesai berpakaian ia menuju meja riasnya dan duduk disana .


Janu masih setia berdiri di depan pintu walau Ava sudah selesai berhias di meja riasnya . Setelah memakai sneaker nya dengan tenang Ava berjalan ke arah pintu .


" Minggir ... perasaan Ava enggak buka lowongan kerja jadi penjaga pintu " gerutu Ava dengan tatapan sinis pada pria di depannya .


" Mau kemana !? "


" Butik Aunty Jeje ... "


" Ngapain ke sana ?! "


" Fitting kebaya yang di pakai besok , Abang lupa kalau besok kita nikah !? "


Janu tetap kokoh tak bergeming walau tangan mungil Ava sudah mendorong tubuhnya agar bergeser tidak menghalangi pintu .

__ADS_1


" Abang mingiiirrr .... "


" Ke butik Aunty mau di anter siapa !!? "


" ltemlaahh ! Siapa lagi ... mau minta tolong sama calon suami takut di telan mentah mentah lagi !! Ogahhh ... "


Janu meraih pinggang tubuh dengan aroma strawberry itu , disatukannya kening mereka setelah sekilas mengecup kedua pipi gadisnya .


" Maaf soal tadi ... Abang galak ya ?! "


" Banget !! Udah galak , nyebelin lagi !! Dengerin Ava ya Bang ... cemburu boleh banget tapi liat tempat . Masa iya Jero di cemburuin sih !! "


" Ava ngerti , tapi beri ruang pada Ava untuk bernafas . Sudah Ava bilang kan ? Aku tahu batasanku . Sejak awal hatiku sudah aku serahkan pada Abang jadi tidak akan pernah ada nama lain selain Abang ... "


Janu terpaku ketika dengan berani gadisnya meraih rahang dan mengecup bibirnya ... hanya kecupan sekilas ! Tapi cukup dahsyat untuk membangkitkan sesuatu yang tertidur di bawah sana .


" Abang sakit !? Kok wajahnya merah gitu ?? "

__ADS_1


" Sudah siang ! Kita ke butik Aunty sama sama ... " ujar Janu yang sudah melangkah lebih dulu demi menyembunyikan rona wajahnya .


*


" Kau sudah besar Steve ! Daddy kira kau tidak akan datang ke acara besok " ujar Bumi ketika pria muda dengan postur tinggi besar memeluknya .


Siang itu Jerry , Nayya dan putranya bernama Steve datang ke mansion . Mereka juga ingin ikut menyaksikan kebahagiaan dua saudara mereka yang menikahkan putra putri mereka . Dari kecil Steve sudah terbiasa memanggil semua pilar dengan sebutan Daddy , sebutan yang sama ketika ia memanggil Jerry ayah kandungnya .


" Dia tampan sepertiku bukan ?! " ujar Jerry sambil membusungkan dadanya .


" Dia tampan karena keturunan dari ibunya , tampangmu dari dulu cuma pas pasan . Ya kan B !? " timpal Adam .


" Yoi ... untung aja bini elo mau sama laki modelan kayak elo " sahut Adam berhigh five dengan Adam yang berdiri di sampingnya .


" Mana Clara , dia tidak ikut ? " tanya Aira yang sedang memeluk Nayya , Clara adalah anak kedua dari mantan casanova itu .


" Minggu lalu dia sudah ambil liburnya hingga saat ini dia tidak bisa ikut ke lndonesia . Jeje ... Kak Diva !! " pekik Nayya ketika melihat saudaranya datang dari arah pintu dengan Dewa berjalan di belakang mereka .

__ADS_1


Ke empat pilar beserta para istrinya seperti sedang reuni , mereka tampak bahagia karena bisa berkumpul kembali seperti dulu saat mereka masih berkumpul di Jakarta .


Walau sering saling berkunjung tapi sangat jarang momen empat pilar bisa duduk bersama seperti ini . Banyak hal yang sudah mereka lalui bersama hingga akhirnya anak anak mereka tumbuh dewasa .


__ADS_2