Water N Fire

Water N Fire
25


__ADS_3

Saat ini Ava sedang ada di kamarnya , setelah makan malam bersama keluarga dia langsung menuju kamar untuk mengerjakan tugas kuliahnya . Matanya berbinar ketika mendengar notif pesan dari Langit .


Ava menamai kontak langit dengan nama Kapten karena sejak kecil.pris muda itu selalu menjadi teman sekaligus pelindungnya .


Kapten : gue mau kawin ooyyy !!


Me : gede bo'ongnya ....


Kapten : sumpaahh ga bo'ong , tadi aja gue ketemu ortunya . Sorry ya gue tinggal .... kelamaan kisah elo sama kulkas lima pintu


Me : mulut elo yaaa , niatnya sih gue mau udahan sama dia ... capek !! Tapi gimana lagi telanjur cinta ! Siapa nama gadisnya ??


Kapten : Hulwa .... bidadari gue dunia akhirat


Me : Lomba yuk ..


Kapten. : Ogahh , pasti elo mau lomba cepet cepetan bikin anak kan ?? Nggak banget !! Dosa tau


Me : dasar piktor !! udah gue mau tidur , mau ketemu pangeran gue dadahhh


Ava tersenyum ketika layar ponselnya mati , dia bahagia jika Langit benar benar sudah menemukan kebahagiaannya . Dia adalah saksi hidup betapa menyesalnya seorang Langit saat itu .


Sebenarnya masih ada beberapa pesan yang belum ia buka , dari beberapa teman yang iseng untuk sekedar menanyakan sudah makan ataupun sudah tidur atau belum . Pertanyaan basa basi dari para pria yang tertarik pada dirinya termasuk Dika ataupun teman kakaknya yang lain .


Ava mengambil ponselnya lagi , ia lupa bahwa dari kemarin sudah memblokir nomor dari pria yang ia cintai . Bukan apa apa tapi entah tiba tiba kemarin ia benar benar ingin terbebas dari pria bernama Janu Kamma itu .


Ketika ia membuka blokirannya ia mendapati banyak pesan dan banyak sekali panggilan tak terjawab . Gadis itu menghembuskan nafas dalam dalam dan meletakkan kembali ponselnya tanpa membuka satu pun pesan dari Janu .


Kadang ia merasa tak akan sanggup melepas pria yang sudah menjadi pemilik hatinya itu , tapi ia juga tidak boleh egois mengganggu kebahagiaan pria yang nyatanya sudah punya seorang kekasih itu .

__ADS_1


Lamunannya buyar ketika sebuah panggilan terdengar nyaring dari ponselnya , ia lupa mengaktifkan mode silent di benda kotak kecil itu .


Janu , ternyata pria itu yang sedang menelponnya . Belum ada semenit ia buka blokiran tapi pria itu sudah menelponnya . Ava berpikir Janu pasti ingin marah marah karena sudah berani memblokir namanya .


CEKLEKKK ...


" Kenapa tidak di angkat telponnya !?? "


" Abang ??? "


Ava langsung berdiri ketika pria yang ingin dia hindari sudah masuk dan berdiri tepat di depan pintu kamarnya . Gadis itu lupa jika saat ini ia hanya mengenakan dalaman yang hanya di balut kaos oversize yang memperlihatkan hampir seluruh bagian paha putihnya .


Dan Ava tersenyum getir ketika pria itu kembali memalingkan wajahnya . Jika untuk sekedar melihatpun tak mau , kenapa harus datang dan berdiri didepannya sekarang .


" Kenapa kamu blokir nomor Abang !? "


" Abang kapan datang kok nggak ngabarin dulu ?? "


" Tepat ketika kamu menaiki tangga sehabis makan malam "


" Berarti udah ketemu sama ayah dan ibu ?! "


" Udah ... sekarang pakai baju dan kita bicara sebentar di bawah " ujar Janu yang kemudian membalikkan badan keluar dari kamar itu .


" Ehmm .. besok saja ya , ini sudah malam "


Janu menghentikan langkahnya , bahkan ketika sudah ada di depannya pun gadis itu masih berusaha menghindarinya .


" Ya sudah jika itu maumu maka kita bicara di sini saja ! Besok pagi aku sudah harus pergi dengan Uncle Adam " ujar Janu yang kembali melangkah masuk dan duduk di pinggir ranjang milik Ava .

__ADS_1


Janu harus kembali menghela nafasnya ketika harus melihat pemandangan yang mengusik jiwa laki lakinya . Aroma dan tubuh gadis yang duduk di sebelahnya benar benar mampu menerbangkan kewarasannya !!


" Kau marah padaku !? "


" Enggak .... " cicit Ava pelan .


" Kenapa harus blokir nomor Abang ? Apa salah Abang !? "


" Abang enggak salah ... "


Janu memejamkan matanya , ia merutuki diri sendiri yang sedari tadi berkata ketus pada gadis di sampingnya . Rasa rindu yang membuatnya dari Jakarta terbang ke Bali , dan kebetulan juga ia mempunyai sedikit urusan dengan ayah gadis itu .


" Lain kali jangan melakukan itu lagi apapun alasannya ! Mengerti !??? "


" lyaa ... "


Bukan tanpa alasan jika Ava selalu menjawab setiap pertanyaan itu dengan sangat singkat , ia hanya ingin pria itu cepat keluar dari kamarnya sebelum ia melakukan hal hal di luar kendalinya .


Ava ingin memeluk dan duduk dipangkuan pemilik hatinya seperti yang dulu biasa ia lakukan . Dia ingin menyandarkan kepalanya di dada bidang itu hingga ia terbawa ke alam mimpinya .


" Abang sudah marah marahnya ?? "


" Hemm ... "


Ada kelegaan di hati Janu ketika merasa kepala gadis itu menyandar di lengannya seperti biasanya .


" Abang masih jalan sama Billa !? "


" Hemmm ... "

__ADS_1


" Oooo gitu ya , Ava doain pulang dari sini kalian berantem terus putus "


" Apa !!??? "


__ADS_2