Water N Fire

Water N Fire
79


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang ia janjikan malam itu Gema berada di kafe XX menunggu gadis bar bar itu . Sudah hampir satu jam tapi gadis itu belum menampakkan batang hidungnya . Dan Gema masih tenang duduk sambil bermain dengan ponselnya .


" Hai Gema Aksa ... "


Gema spontan menoleh ke arah suara itu , dan dia melihat gadis bar bar itu sedang berdiri di depannya dengan tampilan yang berbeda dari biasanya .


Pria itu merasa jika penampilan gadis itu terlihat sangat manis dan sederhana . Dengan setelan overal pendek warna peach dipadukan sneaker warna putih . Rambutnya yang panjang di biarkan tergerai dengan sebuah jepit rambut tersemat di atasnya .


" Aku kira kau takut dan tidak akan datang Revania Alvaro .... "


Gadis itu hanya tertawa dan kemudian duduk di depan Gema , tangan mungilnya meraih daftar menu makanan yang tergeletak di meja . Mungkin tadi pelayan sudah datang ke meja untuk mencatat pesanan tapi pria itu menunggunya . Sangat terlihat karena hanya ada segelas es teh yang sudah hampir habis .


" Aku lapar .. boleh aku pesan makanan !? "


Gema tak menjawab tapi ia terus menatap gadis di depannya , ia masih tak percaya jika gadis cantik di depannya adalah bayi yang dulu pernah ia gendong . Bayi yang pertamakali membuatnya mempunyai rasa ingin memiliki .


Senyum dan tangis bayi itu yang membuatnya selalu bertanya pada ayahnya kapan keluarga Alvaro akan mengunjunginya lagi .

__ADS_1


" Kau sudah sebesar ini ... mana kakakmu ? Venna tidak ikut ke lndonesia !? "


Vania meletakkan daftar menu yang sedang di lihatnya , dengan berani dia tatap mata elang yang juga sedang menatapnya .


" Kita sedang kencan Om , jadi jangan bicarakan wanita lain di depanku ! Jangan tanyakan pertanyaan yang sudah kau tahu jawabannya !! "


" Kencan ?? Aku tidak pergi berkencan dengan anak kecil sepertimu .... " kilah Gema yang menyadari perbedaan umur mereka sangat jauh .


Vania baru memasuki usia tujuh belas tahunnya , sedangkan ia sudah akan memasuki usia dua puluh delapan . Sebentar lagi sudah kepala tiga , sepuluh tahun perbedaan umur mereka dan pantas jika gadis itu memanggil dengan sebutan ' Om ' padanya .


" Bagian mana yang ada padaku hingga kau bisa menyebutku sebagai anak kecil !!?? "


Belum sempat ia menyelesaikan kata katanya gadis itu sudah menyahutnya .


" Umur hanya penanda sudah berapa lama kita mulai bernafas di dunia ini , bukan sebagai penanda kecil atau besar !! Sifat dan sikap yang menentukan seseorang bisa di sebut kecil atau besar "


" Terserah ... tapi kau akan selalu kecil di mataku ! Dulu aku yang menggendongmu , membunyikan mainan kerincing agar kau tertawa bahkan menyuapimu ketika Aunty Erina tidak bisa membujukmu untuk makan "

__ADS_1


" Dan aku akan membalas itu semua ... aku yang akan mewarnai harimu agar kau selalu tertawa bahagia , aku juga bisa menyuapimu jika kau mau . Aku akan jadi bayanganmu hingga kau tidak akan bertanya lagi pada ayahmu , kapan aku datang lagi padamu "


" Kau .... !! "


Putra sulung Adipraja itu terkejut ketika Vania tahu bahwa ia sangat sering menanyakan hal itu pada ayahnya . Dia selalu menantikan kedatangan bayi cantik itu .


Pembicaraan mereka terhenti ketika seorang pelayan dengan sebuah troli menyajikan makanan yang dipesan . Dahi Gema berkerut ketika hanya seiris red Velvet yang dipesan gadis itu .


" Kau ingat itu ??? Saat terakhir aku berkunjung ke Bali , waktu itu aku sudah hampir tiga tahun . Waktu itu aku meminta seiris roti buatan Aunty Diva yang sudah akan kau makan . Satu satunya roti yang tersisa karena kami semua semua sudah memakannya . Kau memberikan itu padaku , dan kau ingat kata katamu saat itu !? "


" Aku berikan rotiku , dan aku minta pada uncle Varo agar membiarkan kau ada di sisiku selamanya . Aku berjanji padanya akan selalu menjagamu seperti aku menjaga Ava . Tapi itu hanya permintaan seorang anak kecil ... bukan berarti aku tertarik padamu "


" Aku tidak peduli , dari awal aku sudah jatuh cinta padamu !! Kau juga sudah mendengar bahwa aku akan mengejarmu ... "


" Jangan habiskan tenagamu untuk hal yang akan sia sia ... "


Vania tersenyum lebar ketika tanpa sadar Gema menerima suapan rotinya dan terlihat menikmatinya .

__ADS_1


" ltu harga sebanding untuk mendapatkan pria tampan sepertimu Om "


__ADS_2