
" Lang turun yuk !! Sekali kali ... lagi suntuk banget gue " gerutu Steven yang beberapa hari ini hanya berdiam diri di mansion bersama saudara saudaranya .
" Gue sih mau mau aja , tapi elo siap ngadepin singa gurun ngamuk ??! "
Steve hanya mendengus kesal , ia lupa jika Langit mendapat pengawasan ketat untuk hal yang satu itu .
" Elo aja Jer ... turun yuk !! "
" Ogahhhh !! Mending gue main game sama Ava .... " kilah Jero yang memang tidak terlalu suka dengan balapan . Main game dengan Ava lebih menyenangkan karena ia akan selalu menang .
" Ya ... habis main game terus elo di gantung sama Abang !! Kayak enggak hafal sama kebiasaan kalian , kalau salah satu kalah pasti buntut buntutnya pada gebuk gebukan bantal ... at the end Ava nangis " ujar Langit .
" Abang bisa cincang elo kalau bikin nangis istrinya ... " sambung Steve sambil tertawa .
" Ya udah gue ikut tapi jadi penyemangat di pinggir lapangan doang !! Gue doain semoga elo selamat sampai garis finish " kata Jero yang berhigh five dengan Langit .
Mereka sangat tahu kemampuan sepupunya itu . Steve terlalu tidak sabaran untuk mencapai garis finish , dan keinginannya yang menggebu yang tidak diimbangi dengan teknik mumpuni seringkali menjadi penyebab dia gagal .
" Mulut elo pada ya .... gue balapan cuma buat seneng seneng doang !! "
*
Dengan hati yang tidak karuan Lulu menunggu kedatangan sang suami di kamarnya . Setelah makan malam tadi Langit berkumpul bersama saudara saudaranya di halaman samping .
Sebenarnya tadi dia dan Ava sempat berbincang sebentar , walau baru beberapa waktu mengenal gadis cantik yang merupakan istri dari pewaris utama itu tapi Lulu sudah begitu dekat dengannya .
__ADS_1
Bahkan Ava sudah mau berkeluh kesah padanya , gadis yang lebih muda darinya itu merasa insecure dengan penampilannya . Ava merasa belum menjadi wanita yang pantas disebut sebagai seorang istri .
Padahal tak ada yang kurang dari putri pilar kedua itu . Cantik , pintar , ramah dan sedikit manja ... tidak !! Gadis itu sangat manja pada siapapun , tapi sifatnya itu membuat semua keluarga amat sangat menyayanginya .
CEKLEKKKK ...
Hati Lulu terasa berdebar begitu kencang ketika mencium aroma parfum sang suami yang menguar masuk dalam hidungnya , ingin sekali ia berdiri dan menyambut seperti biasanya . Tapi kakinya terasa tidak bisa ia gerakkan , dia masih duduk mematung di pinggir .
Langit yang tahu isi hati istrinya hanya bisa tersenyum . Jangankan Lulu , hatinya pun sebenarnya sangat berdebar menghadapi situasi seperti ini . Malam ini mungkin dia akan menjadikan wanita cantik itu menjadi miliknya sepenuhnya .
" Kau belum tidur sayang !? "
BLUSHHH ...
Panggilan yang belum biasa ia dengar itu membuat seluruh wajahnya memerah , apalagi ketika suaminya mendekat dan mencium keningnya cukup lama .
" Aku siapkan handuk dan baju gantinya " ujar Lulu bangkit dari duduknya , tapi tangan kekar itu menarik lembut tangannya hingga gadis itu menoleh ....
" Handuk saja sayang , malam ini mungkin aku tidak butuh baju ganti !! " kata Langit dengan tersenyum lebar , ia sangat suka melihat rona malu sang istri .
" Masss !! " pekik Lulu mencubit pinggang suaminya yang sudah tak mengenakan atasan .
Langit hanya tertawa dan mencubit pipi Kuku dengan gemas , setelah itu dia melangkah menuju kamar mandi . Dan Lulu menutupi wajahnya dengan handuk bersih yang baru saja ia ambil , ia tak bisa bayangkan apa yang akan terjadi nanti dengan dirinya .
Walau sudah bertekad dan memantaskan hatinya tapi masih ada rasa canggung jika berhadapan dengan pria yang sudah menjadi suaminya itu .
__ADS_1
" Sayang handuknya .... "
" Ehh ... Aaaaaaa !!!! " jerit Lulu yang terkejut dengan penampakan yang berdiri di depan pintu kamar mandi .
" Aku hanya minta handuk , kenapa kau malah menjerit !? "
" Mas Langit mesum !!! Pakai bajunya dulu !! "
" Lhohh aku tidak bisa pakai baju kalau badanku masih basah sayang , makanya aku minta handuk "
" Tutup dulu kamar mandinya .... "
" Berikan dulu handuknya ... "
" Mas !!! "
" lya sayang ... "
Dengan menutup matanya Lulu melangkah mendekati sang suami yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi . Mulut yang masih mengerucut karena kesal itu membuat Langit tak sabar ingin mengecupnya .
CUPP ....
SYYUUTTT ..
Setelah melingkarkan handuk sebatas pinggang Langit mengangkat tubuh Lulu dan berjalan ke arah ranjang .
__ADS_1
" Maassss .... "
" Boleh aku memintanya sekarang !? "