Water N Fire

Water N Fire
138


__ADS_3

Beberapa jam sebelum acara makan malam di mansion Al Shamma


" Gadis itu benar benar ... !! Aku tidak mau tahu apapun caranya CARI DIA !!!! "


Antara marah , kesal , takjub sekaligus penasaran , Ellard tak habis pikir jika gadis belia itu mampu membuatnya tertidur di toilet kafe di sebuah mall tempat kemarin mereka bertemu .


Gadis itu benar benar membuatnya gila ! lngin rasanya meremukkan tulangnya karena dengan beraninya telah kurang ajar padanya . Tapi dia juga mengagumi sosok belia itu , sifat liciknya menjadikannya pantas untuk bersanding dengannya .Dia memang butuh pendamping yang mempunyai sifat seperti itu untuk menjatuhkan lawan lawannya .


Setelah ditemukan oleh petugas kebersihan kafe Ellard sempat meminta cctv dengan alasan ingin melihat siapa yang sudah mencelakai dirinya . Tapi tak ada jejak apapun yang ditinggalkan gadis itu . Pesanan yang mereka buat pun tidak ada dalam catatan . Gadis itu benar benar seperti hantu , nyata tapi tanpa jejak .


" Kau sudah buat perjanjian dengan Tuan Abbio Al Shamma ?? Malam ini kita undang dia makan malam sambil membicarakan tentang bisnis kita . Apapun caranya kita akan kembali bekerjasama dengan perusahaan besar itu ! Jangan sampai rencana kita menghancurkan Adipraja gagal " ujar Ellard pada salah satu orangnya .


" Sudah ... saya sudah menghubungi sekretarisnya . Tapi malam ini mereka tidak bisa karena ada acara keluarga di mansion utama Al Shamma "


" Acara keluarga !? "


" Kabarnya ada keluarga dari Jepang yang sedang berkunjung "


" Ya sudah undur saja pertemuannya menjadi besok , kau buat presentasi yang menarik agar mereka bisa kembali percaya kepada kita " ujar El sangat yakin .

__ADS_1


" Baik Tuan "


Setelah orangnya mengundurkan diri , Ellard mengambil ponselnya . Dia ingin melihat gadisnya walau itu hanyalah sebuah foto profile di sebuah aplikasi chat . Tapi betapa terkejutnya dia ketika semua yang ada hubungannya dengan gadis itu diponselnya telah lenyap .


Semua chat yang dikirimkan padanya telah terhapus , nomor gadis itupun sudah tidak ada lagi . Dia yakin gadis itu menghapusnya ketika dia sedang tertidur di toilet kafe .


" Awas kau little girl !!! Aku pastikan kau akan menjadi pelayan ranjangku ketika kita bertemu lagi ... " lantang El dengan senyum smirknya .


*


Sementara itu Jero dan Noah sedang berada di bangunan dua lantai yang lantai bawahnya merupakan gudang persediaan makanan . Sedangkan lantai atas adalah sebuah kamar dimana hanya keluarga yang bisa tinggal disana .


" Tumben tadi ngalah Kak ! "


" Kangen tempat ini , udah lama banget nggak main sama kamu juga kan ?? Dua minggu lagi aku sudah kembali ke asrama , nggak mungkin keluar keluar tanpa ijin " kata Jero sambil menyendok puding yang tadi sempat ia simpan di lemari pendingin mini yang ada dikamar itu .


" Kak Jero semakin hebat ... Noah dengar Kakak udah terlibat dengan penuntasan masalah dengan keluarga Kyle dan keluarga Vergel yang menjadi relasi Daddy " ucap Noah menepuk bahu pria yang cuma selisih dua tahun dengannya itu .


" Kakak sedang belajar ..... aku belum apa apa jika di bandingkan para ayah dan daddy kita !! Masa iya sih kita sembunyi terus di bawah besarnya nama keluarga kita !! "

__ADS_1


" Ya ... ya ... lulus nanti aku ingin satu asrama dengan Kak Jero saja , biar ada mentornya ! Kak Jero kan jenius "


" Jenius apaan , satu tambah satu saja masih dua ... " kilah Jero yang masih asyik menikmati puding berwarna merah muda yang tadi di berikan Olivia padanya .


" Ya memang dari dulu satu tambah satu hasilnya dua . Nggak usah liatin kamar depan ... jam segini Via udah molor !! "


" Ckk ... siapa yang lagi liatin kamar Via , ya memang kamar ini view-nya kamar dia sama kamar Lia . Masa Kakak suruh liat atas sih " gerutu Jero yang ketahuan sedang memperhatikan kamar Via .


" Susah Kak kalau mau dapetin Via ... dulu di sekolah dia dapat julukan salju abadi . Nggak napsu dia sama cowok "


" Maksudmu dia napsunya sama cewek ?? "


" Ya bukanlah !! Maksudnya dia itu terlalu tertutup anaknya ... paling mau bercanda kalau sama Mommy doang "


Jero meletakkan mangkuknya setelah isinya kosong , di tatapnya siluet gadis yang ada di kamar yang tepat selurusan dengannya .


" Jika dia salju maka suatu saat aku akan jadi api untuk membuatnya leleh ... "


" Jangan mengubah apapun , kakak hanya perlu menjadi pohon tempat dia tinggal . Buat dia nyaman , jangan bebani dia untuk berubah seperti kemauan Kakak "

__ADS_1


" Sepertinya aku yang harus belajar padamu Noah ... "


__ADS_2