Water N Fire

Water N Fire
170


__ADS_3

" Kau belum tidur !? "


" Hei .... tumben jam segini masih belum tidur , masih berkirim pesan dengannya !? " tanya Lia pada saudara kembarnya yang tiba tiba datang ke kamarnya setelah makan malam sudah selesai .


" Jero mengirim pesan hanya sekali setelah keberangkatannya ke asrama , itupun kau yang menjawabnya .... "


" Lain kali nggak boleh gitu Kak , itu namanya PeHaPe ... dosa ! " ujar Lia sambil menggambar sesuatu di atas kanvasnya . Odelia memang sangat suka melukis di atas kanvas . Bakat seninya sama dengan ibu kandung duo Al Shamma yang sudah lama meninggal .


Waktu itu sebelum memulai aktifitasnya di asrama Jero memang pernah mengirimkan pesan pada Via ,Jero mengingatkan janji mereka pada saat itu . Pria itu juga mengirim beberapa pesan yang menanyakan keadaan Via .


Lia memang sudah menceritakan secara detil apa saja janji yang mereka ucapkan saat kencan pertama tapi Via tetap saja meminta Lia untuk menjawab pesan pesan Jero dengan alasan tidak percaya diri .


" Kamu mau melukis apa !? " tanya Via ketika melihat coretan coretan awal cat minyak yang seperti bingkai wajah seseorang .


" Ada dehhh .... " jawab Lia sambil tersenyum penuh arti .


" Ya sudah Kakak istirahat dulu , kamu jangan begadang terlalu malam ! Nanti Mommy marah marah kalau tahu "


" Iya ... "


Odelia meletakkan kuasnya setelah kakak perempuannya pergi , beberapa kali ia menghembuskan nafasnya . Dia menatap bingkai dasar wajah seseorang yang belum ia rampungkan , akan banyak tantangan untuk melukis kali ini karena wajah itu hanya ada di dalam pikirannya .


Ketika hatinya sudah tenang Lia kembali meraih kuasnya dan kembali menorehkan cat minyak di atas kanvasnya . Odelia masih hanyut dalam kesibukannya dengan warna warna walau jam menunjukkan waktu hampir dini hari .

__ADS_1


CEKREKKK ...


" Sayang .... "


" Mom .... "


Anna mendekati putrinya yang terlihat meletakkan palet cat dan kuasnya . Sepertinya gadis itu sudah menyelesaikan lukisannya .


" Sudah malam sekali , kau belum juga tidur !? Kau sedang melukis !? "


Rentetan pertanyaan dari Mommynya membuat Lia tertawa .


" Sudah selesai Mom , sehabis ini aku akan istirahat ! Mommy juga belum istirahat ?? "


" Jelek ya !!? Lia belum sepintar Grandma , masih harus banyak belajar "


" ltu bagus sekali sayang , pemilihan warna yang sangat berani .... kau semakin pintar . Apa ada kontes lagi di komunitasmu !? "


Odelia ikut dalam sebuah komunitas melukis yang cukup besar di mana komunitas itu sering mengadakan kontes melukis untuk memberi semangat pada para anggotanya .


" Lukisan yang menang akan di ikutkan dalam pameran pelukis terkenal yang akan di adakan di Perancis bulan depan . Jika terjual akan di donasikan kepada seniman seniman jalanan yang ada di sana " jawab Lia sambil melihat hasil lukisannya yang sudah selesai .


Sebenarnya ia sempat ragu untuk melukis wajah pria yang sama sekali ia tigak mempunyai foto atau gambarnya . Tapi saat ini hanya wajah pria itu yang selalu memenuhi hatinya , dia tak punya inspirasi melukis selain gambar wajah itu .

__ADS_1


" Kau sudah minta ijin pada Jero jika lukisan wajahnya ingin kau ikutkan dalam kontes besar tahunan itu ?? "


" Belum , lagipula belum tentu menang Mom !! Masih sangat banyak pelukis berpotensi selain aku . Lukisan mereka pasti lebih fenomenal .... "


Anna mengelus puncak kepala putri bungsunya , ia tahu kedua putrinya mencintai pria yang sama . Dan ia tahu Lia pasti yang akhirnya akan mengalah . Sedari kecil Odelia memang sering mengalah untuk kebahagiaan saudara kembarnya karena ia tahu Via mempunyai kondisi yang berbeda dengannya .


" Apa Jero tahu kau juga menyukainya !? "


" Untuk apa Mom !? Kak Jero dan Kak Olivia saling mencintai , mereka pasangan serasi !! "


" Tapi kau ... "


" Masih ada ribuan pria di luar sana yang bisa aku seleksi jadi pendampingku ... jadi Mommy tenang saja !! Aku tidak akan tumbang hanya karena patah hati "


Mereka berdua tertawa bersama , walau begitu sebenarnya Anna merasakan ada rasa sakit yang disembunyikan putri bungsunya .


" Ya sudah setelah ini bersihkan dirimu dan istirahatlah ... "


" Baik Mom , sebelumnya aku ingin membawa lukisan ini ke gudang belakang . Aku tidak ingin Kak Via salah paham jika melihat ini "


Setelah sang Mommy keluar Lia masih saja duduk menatap wajah pria yang ia lukis .


" Your smile ... is my life "

__ADS_1


__ADS_2