
" Sengaja ngalah biar masih bisa stay di sini ?? Diem diem licik juga elo " ujar Vania yang sedang akan berpamitan pada keluarga Al Shamma .
" Otak elo yang reseh , gue udah biasa nginep disini " sahut Jero yang sebenarnya memang sengaja mengalah . Dia tak akan pergi begitu saja tanpa melihat wajah seseorang .
" Cihhh ... kalau udah biasa nginep sini kenapa nggak dari kemarin kesini ?? "
" Nah kalau gue nginep sini siapa yang bakal elo kerjain hahh ?? Elo pikir Uncle Oliver mau elo pakein kutek ?? Elo pikir Uncle Hiro mau elo ajak muter muter cari baju ?? Elo pikir mereka mau seret seret orang gegara elo kasih obat tidur !!? " jawab Jero kesal .
" He .. he ... elo kan temen gue Jer "
" Ogah gue jadi temen elo , ngenes jasmani rohani kalau deket deket elo ! Gue doain Kak Gema dapat hidayah terus sadar kalau calon bininya itu keturunan Mbak Kunti ... Akkhhh ! "
Bertubi tubi Vania mencubit lengan Jero saking kesalnya , dan tanpa sadar pemandangan itu tak lepas dari pandangan seorang gadis cantik yang berdiri di balik dinding ruang depan .
" Ya udah gue pergi , jangan rindukan gue .. "
" Najis ... nggak bakal "
Setelah Hiro , Oliver dan Vania pergi Jero segera menuju gudang belakang tapi langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis sedang makan di ruang dapur sendirian .
" Hai Via , kau sendirian !? " tanya Jero menghampiri gadis yang bahkan tidak melihat kearahnya walau dia sudah menyapanya .
__ADS_1
" Boleh aku temani !? "
" Maaf tapi aku sudah selesai , jika Kak Jero mau aku bisa ambilkan untukmu sebelum aku kembali ke kamar "
" Boleh juga , nanti akan aku bawa ke gudang belakang . Aku kalah taruhan dari Noah "
Jero hanya bisa melihat gadis cantik itu membuka lemari pendingin dan mengambil semangkuk puding untuknya .
" Terima kasih ... "
" Sama sama Kak "
Dan di balik pintu kamarnya Via sedang memegang dadanya , berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang saat melihat pria yang sudah lama tak ia jumpai .
" Ternyata masih sama , kau selalu bisa memuat jantungku berdegup lebih kencang . Jeronimo Keith Adipraja "
*
" Elo ngapain kaya setrikaan ibu ibu londry ?? Nggak tenang banget sih , emang abege itu buat ulah apalagi !? Perasaan nggak ada antengnya ... selalu bikin elo spaneng "
" Barusan Jero telpon Ellard ketemu Vania " jawab Gema singkat , dia hanya khawatir pria hidung belang itu mendekati gadisnya lagi . Gema tahu Ellard akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Vania , termasuk cara yang kotor .
__ADS_1
" Terus kenapa kalau Vania ketemu si Ellard itu !? "
" Ellard player , dia sangat tahu bagaimana mendapatkan seorang wanita walaupun dengan cara kotor ... kau sangat tahu maksudku "
" Yang ada hidung belang itu yang harus waspada terhadap Vania . Yakin gue , sebelum si Ellard itu macem macem dia udah dimacem macemin dulu sama gadis pujaan hati elo itu . Banyak akal dia ... nggak usah khawatir " kata Radit meyakinkan sahabatnya .
Gema hanya menghela nafasnya , jika ingin mengikuti kata hatinya ia ingin sekali menyusul gadisnya ke Dubay . Tapi di sini pun dia punya banyak sekali hal yang harus ia selesaikan . Dia harus membantu ke empat ayahnya yang sedang menjadi benteng serangan Ellard maupun kroni kroninya .
Walau bukan musuh yang ' besar ' tapi mereka tidak mau ambil resiko apapun , perlahan tapi pasti mereka membasmi hama yang akan menyerang akar akar dari kerajaan bisnis Adipraja .
" Bagaimana kerjasama kita dengan NewWorld ?? " tanya Gema tentang salah satu orang Ellard yang mencoba menyusup di perusahaannya .
" Masih ada di jalurnya , tenang saja !! Tuan Sadiman pada dasarnya pengusaha yang baik . Tapi gue tetep akan awasi dia !! Sampai macem macem gue kirim dia di kuburan kampung sebelah "
" Mau elo mampusin !? "
" Mau gue jadiin juru kuncinya , tuh muka lempeng banget cocok banget kalau tinggal disana " jawab Radit sambil terkekeh .
" Ayah dan Uncle Dewa juga sudah mengantisipasi gerakan para semut pengganggu . Kita hanya butuh komando untuk membasmi secara bersamaan ..... sepertinya sudah lama sekali kita tidak melakukan itu " gumam Gema yang masih ingat dengan ' perangnya ' bersama Bumi dan Adam melawan gembong mafia yang ingin merebut daerah Mega proyek Adipraja yang ada di London .
Perang yang menjadi salah satu gemblengan yang di berikan para ayahnya . Mereka mengajarkan jika cara lembut tidak berhasil maka satu satunya jalan hanya perang , menghancurkan atau dihancurkan !
__ADS_1