
" Dit atur keberangkatan gue ke negara XX sekarang ?! "
Gema menelpon Radit karena biasanya wakil CEOnya itu yang mengatur jadwal keberangkatan pesawat pribadinya .
" Bukannya kita nggak ada , maksud gue belom ada rencana kerjasama dengan perusahaan perusahaan di negara itu ?? Ngapain elo kesana Bos !? "
" Ckk .. nggak usah banyak tanya , ini penting !! Kalau bisa sekarang juga gue berangkat !!? " seru Gema tidak sabar , ia ingin segera menemukan dan melihat keadaan gadisnya .
" Ya nggak bisa semau kita kalau atur keberangkatan pesawat , elo pikir becak bisa berangkat kapan saja !!? Nih ya pesawatnya kan masih ada disini kemarin dipakai Tuan Adam , nah kalau ntar gue ditanya sama dia tuh pesawat ngapain balik lagi ke Bali gue harus jawab apa !!? "
" Terserah elo , paling nanti ayah nanya sendiri ke gue langsung !! "
" Ya udah nanti gue kabarin , gue usahain secepatnya elo berangkat " gerutu Radit .
Gema memukuli dinding kamarnya dengan sangat keras , entah kenapa tapi otaknya buntu jika menyangkut gadis nakalnya . Selain tak bisa menembus informasi tentang gadis itu , dia juga masih merasa bersalah karena sudah berkata tidak sepantasnya pada Vania .
TOKKK ... TOKKKKK
Gema menghentikan kegilaannya ketika mendengar suara ketukan di pintunya , buku buku tangannya terlihat lecet dan mengeluarkan darah karena bertubi tubi menghantam tembok kamar .
" Ya Bu ??? "
Pria muda itu terlihat salah tingkah ketika ibunya sedang menatap tajam dirinya . Diva meraih dua tangan putranya , dan ia melihat banyak luka memerah di sana .
__ADS_1
" lni apa sayang ?? "
" Ehmmm .... hanya sedikit olah raga malam Bu , ini tidak seperti yang Ibu pikirkan "
Diva menarik lembut tangan putranya agar duduk di sofa yang ada di dalam kamar . Diambilnya kotak obat dan perlahan wanita itu mengolesi luka luka putranya dengan antiseptic .
" Kau lahir dari rahim ibu , jadi ibu lebih tahu apa yang ada di sini ... " telunjuk Diva menunjuk ke dada putranya .
" Bu ... "
" lbu tak sengaja mendengar semuanya waktu itu , saat Vania mengantarmu ke depan . Gadis itu masih sangat belia tapi pemikirannya sangat dewasa . Dia punya caranya sendiri untuk menyampaikan isi pikirannya . Dia benar sayang ... kau memang bertanggung jawab pada adik adikmu . Tapi bukan berarti semua waktumu kau gunakan hanya untuk itu , kau juga harus bisa menikmati hidupmu sayang "
" Gema mengerti Bu ! Sebenarnya tadi Gema mencarinya karena ingin minta maaf padanya , sayangnya aku tidak tahu dia sedang jalan jalan kemana "
" Kau punya pasangan yang seimbang sayang , sepertinya gadis sepertinya yang menjadi takdirmu ! Kau butuh wanita kuat dan cerdik seperti dia ... "
" Tapi perbedaan usia kami sangat jauh Bu , sepuluh tahun lebih ! Gema takut tidak bisa mengimbangi jiwa mudanya . Aku juga tidak tahu apakah Uncle Varo akan mengijinkan aku untuk menjaga putri bungsunya " keluh Gema .
" Bukan Uncle Varo yang akan kau hadapi , tapi Georgeus Alvaro ! Vania adalah anak emas yang di gembleng langsung oleh kakeknya . Memang tidak akan mudah , tapi lbu yakin kau pasti bisa menakhlukkan pria itu asal hatimu benar benar tulus pada Vania "
Tak.lsms perhatian mereka teralih pada panggilan di ponsel Gema . Radit sepertinya sedang menelponnya , Gema berpikir mungkin akan berbicara tentang jadwal keberangkatannya . Diva memberi isyarat jika dia akan keluar agar Gema lebih leluasa berbicara .
" Ya Dit kapan ???!!! "
__ADS_1
" Yaelah nyamber aja , nggak sabaran banget sih Bos !! Sorry lama , ada acara mendadak tadi ... "
" Nggak peduli !! Yang penting kapan gue bisa berangkat !?? "
Radit terdengar menghela nafasnya , baru kali ini dia melihat sisi berbeda dari seorang Gema Aksa . Pria yang biasa sabar dan matang dalam menghadapi masalah apapun , pria yang pernah selalu menggunakan logika yang tepat . Kini pria itu terlihat begitu tak sabaran dan bertindak sebelum memastikan kebenarannya .
" Besok siang baru bisa berangkat , seharusnya malam ini tapi bandara di sana di tutup sementara untuk mengantisipasi hal hal yang berhubungan dengan peristiwa berdarah di sana . Ada tawuran antar gangster tadi ... "
" Gue tahu .... "
" Itu sebabnya Tuan Hiro tidak jadi terbang ke negara itu , sekarang dia sedang bersama Tuan Adam di Villa Adipraja yang ada di Bandung . Kayaknya mereka ada pembicaraan penting , dan ajaibnya .... "
" Uncle Hiro ?? Jangan jangan peristiwa berdarah itu ada hubungannya dengan klan Yoshida . Elo tadi bilang apa ?? Ajaib ?? Apanya yang ajaib ?? "
" Ya makanya kalau ada orang cerita itu di dengerin dulu , main potong potong !! Tuh abege cantik yang dititipin pada Bos juga sedang bersama mereka . Ajaib kan ??? Itu bocil bisa nyempil di antara orang orang sehebat mereka ... emejing !! "
" Apa ... kau bilang apa ?? "
" Vania sedang ada bersama Tuan Adam dan Tuan Hiro .... "
" B*ngsat kenapa elo enggak bilang dari tadi hahhh !!! Sekarang atur pesawat buat gue pulang ke Jakarta !! " pekik Gema dengan hati yang terasa campur aduk .
" Hahh ??? "
__ADS_1